JULLIAN #part2

Wiwit Astianing
Karya Wiwit Astianing Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 05 September 2016
JULLIAN #part2

     Hi.....," sapanya lagi.
     Aku masih shock dan tak lepas menatap sosok tegap di depanku. "Hi...," sahutku akhirnya.
     Chloe dan Kat yang sejak tadi berjingkrak ria kini berhenti mendadak demi mendapatiku dan Jullian yang tengah bertatap muka saling pandang melepas resah dan gundah yang akhir-akhir ini sering kuidap tanpa sebab yang jelas. Dan ternyata ini lah jawabannya

     Flashback....
     Hari itu benar-benar hari yang tak akan pernah kulupa seumur hidupku, meski aku terkena amnesia sekalipun aku tak akan pernah melupakan hari itu. Sungguh.

     Dua orang polisi menggiringku masuk ke ruang interogasi. Aku ingat betul tampang sangar mereka, yang satu berambut hitam dengan wajah tegas dan muka licin tanpa sehelai bulu atau kumis di wajahnya. Sedangkan yang satunya lagi berambut pirang cepak wajah tirus dengan bulu-bulu halus menutupi dagunya dan sebagian wajahnya. Dari berbagai perbedaan itu hanya satu persamaan mereka berdua, mereka sama-sama menyebalkan. Betapa tidak, sejak saat pertama kali mereka menjemputku paksa dari apartemenku sampai saat mereka menggiringku masuk dan duduk di ruang interogasi mereka tak henti menatapku dengan wajah pongah dan berondongan pertanyaan tak masuk akal yang bahkan di kamus hidupku tak pernah kubayangkan pertanyaan-pertanyaan macam itu.
     "Untuk apa kau datang ke negara ini? Sejak kapan kau masuk ke negara ini? Bagaimana kau masuk ke negara ini? Legal atau ilegal? Siapa nama belakang ayahmu? Apa pendidikan terakhirmu? Apakah kau mengikuti organisasi tertentu? Apa rencanamu selanjutnya setelah bekerja di negara ini? Dan lain-lain, dan lain-lain...." Hampir 2 jam mereka menahanku disini dengan pertanyaan yang kurang lebih sama. Rasanya kepalaku ingin kumasukan dalam laci andai saja meja di hadapanku memilikinya agar tak kudengar lagi pertanyaan-pertanyaan itu.
     "Apa hubunganmu dengan Jullian?" Akhirnya pertanyaan kunci itu
meluncur juga dari mulut polisi di depanku.
     "Sorry?" Tanyaku ingin memperjelas pertanyaan polisi berwajah tirus itu yang akhirnya kuketahui bernama Doughlas.
     "Come on, jangan bermain-main dengan kami, ini hal serius nona," ancam Doughlas tegas.
     "Excuse me, Sir. Kalian pikir sejak 2 jam yang lalu aku tak serius menjawab semua pertanyaan kalian? Kalian bahkan sejak awal tak mengatakan dengan jelas alasan kalian membawaku kemari," timpalku kesal. "Dan ternyata ini mengenai Jullian?"
     Tiba-tiba pintu ruangan berukuran 3 x 5 itu berderit terbuka dan masuklah 2 orang berpakaian rapi, namun mereka tak berseragam polisi, seorang laki-laki dan wanita masuk dan memberi isyarat pada 2 polisi yang sudah membuatku sebal untuk keluar dari ruangan itu. Ya ampun kapan semua ini akan berakhir, sejak datang ke negara ini aku sebisa mungkin mentaati segala peraturan dan berusaha untuk tidak terlibat dalam masalah. Dan ternyata apa yang kudapat sekarang.....

 

  • view 181