JULLIAN #part1

Wiwit Astianing
Karya Wiwit Astianing Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 05 September 2016
JULLIAN #part1

     Kubenamkan wajahku dalam balutan syal dan coat musim dinginku, hembusan angin timur laut yang basah dan dingin memang sedikit menyiksaku akhir-akhir ini. Sudah hampir 2 tahun aku tinggal di negara ini namun adaptasi badanku belum bisa sepenuhnya menerima pergantian musim disini terutama winter. Kupercepat langkah kakiku agar segera sampai di apartemen mungilku yang kusewa dari hasil jerih payahku bekerja paruh waktu di beberapa tempat disini. Tak mudah memang bagiku untuk mendapatkannya. Namun beruntungnya diriku karena memiliki teman-teman senasib dari beberapa negara bagian berbeda yang sama-sama mencoba peruntungan di negara ini. 
     
"Hi, sweety!" goda beberapa bule tak ada kerjaan yang nongkrong di pinggir jalan 5th avenue. Tiba-tiba mataku menatap kelebat sosok lelaki tegap berambut brunette. Masih segar dalam ingatanku siapa dia, bagaimana dia, seberapa penting dia dalam hidupku saat itu....setahun yang lalu.
 
      "Oooppppsss...," sergahku pelan segera membalikkan badan. Sepertinya dia melihat ke arahku, semoga saja dia tidak mengenaliku karena kuyakin balutan syal panjangku ini menutupi hampir seluruh wajahku. Segera ku berlalu menembus kerumunan pejalan kaki dan meninggalkan tempat itu secepat mungkin.


      "People change, Jullian," ucapku pelan nyaris tak terdengar.
      "Yes...." sahutnya datar, but not all, not me." Tajam sorot matanya menatap lurus entah
kemana meninggalkanku sendiri dengan kisahku. Ya....itu setahun yang lalu, pertemuan tersingkat dan terakhirku dengan si brunette, Jullian. Entah mengapa aku sekarang jadi sering mengingatnya. Mengingat serpihan demi serpihan kisah lama yang seharusnya sudah masuk dalam daftar barang antik di memori 1 juta giga byte ku.

     What a beautiful morning, saat yang kutunggu telah tiba, yeah its spring, musim semi. Cahaya matahari bersinar lembut menyambut pagi.
      "Kau harus ikut dengan kami, Jen," ajak Chloe sedikit memaksa.
      "Yup karena festival kali ini sangat ramai sekali, kau sudah melewatkan festival ini tahun kemarin jadi tahun ini kau harus ikut meramaikannya," timpal Kat tak kalah antusias.
      "Rasanya tidak bisa guys, aku malas sekali berada di keramaian, aku ingin bermalas-malasan saja di tempat tidurku hari ini." Kucoba mencari alasan.
      Chloe dan Kat mengernyitkan dahi dan kompak menarikku bangun dari tempat tidur.
Hmmm...nope, not this time, come on!" Tarik Chloe lebih kuat dengan tenaga supernya yang entah darimana datangnya. Alhasil aku pun beranjak dan dengan setengah hati bersiap untuk ikut mereka ke festival musim semi.
      Wow, memang benar ternyata festival musim semi kali ini meriah sekali. Tipikal bule di negeri ini, Chloe dan Kat berjingkrak-jingkrak menari happy mengikuti alunan musik yang menghentak tanpa merasa malu. Sesekali mereka menarik tanganku agar mengikuti gerakan tari mereka, well no guys thanks... I am Indonesian, the original one.
      Di tengah hiruk pikuk festival dan tarian gila dua bule hiperaktif di depanku tiba-tiba
seseorang ikut mengejutkan hariku.
      "Hi Smoothy," sapaan itu terhembus tepat di telinga kananku. Sontak jantungku berhenti berdegup sejenak dan waktu terasa berhenti berputar.
Sejurus kemudian kupaksa badanku berbalik ke arah datangnya suara tadi. Dan.....

 

 

  • view 202