Pria Lara

Chintya Dewi
Karya Chintya Dewi Kategori Proses Kreatif
dipublikasikan 19 Februari 2016
Pria Lara

Pict : segiempat.com

===============================================================================

?

Mengenalnya lewat social media

Percakapannya yang kaku dan singkat

Berbanding lurus dengan dirinya

Kaku dan tak banyak kata

?

Ia penuh cinta

Ia pria yang tak banyak kata?

Namun membuatku percaya bahwa ia cinta

Dengan lakunya, tanpa kata

Ia menjaga

Ia berbagi, ia memberi

Tak semewah mereka-mereka?

Tapi, ia tulus dengan keringatnya sendiri

?

Tapi, waktu berlalu begitu kejam

Menyisakan bahwa kini jarak tak lagi hanya sedepa

Tapi perlu berkilometer-kilometer jarak tempuhnya

Dan kekurangan yang ada, membuatnya tak mampu lagi menjangkau apa yang dulu di hadapannya

?

Ia kini lara,

Ketika jarak semakin menganga

Mennghujaninya duri-duri rindu yang ia pun hanya mampu menerima

Tanpa mampu bertemu dengannya,?

Gadis nya

Laranya,?

Membuatnya tak lagi mampu berfikir dengan waras

Ia berlaku, tanpa kata

Tapi kini lakunya membuat jarak itu semakin jauh

Menghujaninya dengan keris-keris?

Menderanya hingga ia menangis

?

Gadisnya lara,?

Tak percaya yang dulu ia cinta kini telah berbeda

Mengganggu hidup dan perjuangannya

Menebarkan kata-kata yang tak pernah ia sangka

Dengan dalih, "Aku tak ingin ada pria lain disana"

AH KAU GILA !

KAU YANG MENINGGALKANKU SEJAK PERTAMA AKU HARUS MERAIH CITA-CITAKU

DAN KINI, KAU BERKATA DEMIKIAN?

KAU MEMANG GILA !

?

Pria itu tetap sama,?

Hanya rindunya yang membuatnya semakin rapuh tak kentara

Membuatnya begitu jatuh

Tapi ego dan harga dirinya membuatnya masih tetap bediri membusungkan dada

?

Pria itu kini tengah lara,

Karena egonya, harga dirinya telah diruntuhkan gadisnya.

Gadisnya yang selalu ia tunggu

?

Gadisnya tau,?

Hanya dengan kata, pria itu akan lara

Pria itu akan kembali menjadi dirinya?

Amarahnya kini menyembul hingga keudara.

?

Setelahnya, kau tau?

Gadisnya kini tengah menyesali katanya

Membuat prianya lara,

Membuatnya kini kembali ke masa-masa yang tak pernah ia duga

?

Prianya, tetap hangat seperti dulu kala

Prianya, tetap sama sigapnya seperti yang tak pernah ia kira

Prianya, tetap senantiasa menanti kepulangannya

Prianya, tetap dengan pelukan terhangatnya.

?

"Maafkan aku priaku, lukamu yang dulu nyatanya kini ku kupas lagi. Dengan deretan kata yang kutau kau tak pernah menyukainya. Tapi, taukah bahwa aku merindukanmu saat ini?. Kita impas bukan, melakukan hal-hal yang membuat kita lara, hanya untuk sebuah kau dan aku yang tak ingin ada yang lainnya".

?

  • view 94