Segelas Susu itu Kini Tak Ada Lagi

Chintya Dewi
Karya Chintya Dewi Kategori Proses Kreatif
dipublikasikan 10 Februari 2016
Segelas Susu itu Kini Tak Ada Lagi

Hujan terlalu enggan untuk pulang

Menyisakan kita yang masih saja setia di sepetak kampus ini

Menanti hujan reda

Sayangnya kita sama, penyuka hujan tapi tak bisa bersahabat dengan hujan.

?

Hujan yang terlalu enggan, membuat kita semakin hangat

Dalam arti kiasan, bukan dalam imajinasi mereka yang terlalu liar

Aku suka suaramu sejak pertama kali mendengarnya

Hawa dirimupun sama?

Menenangkan.

?

Seketika, aku pun tau

Bahwa segelas susu putih menjadi teman terbaikmu

Dan saat itu pula aku selalu bahagia ketika menyiapkannya untukmu

Menenangkan seperti katamu ketika kau meneguknya setiap waktu

?

Hangatnya susu putih itu kini semakin sirna

Hilang bersama kepulan asapnya yang kian menipis

Ketika ia tak lagi bertuan?

Ketika tuannya, kini tak pernah lagi datang.

?

Segelas susu putih yang meneduhkan,

Yang menghangatkan, memberikan ketenangan?

Kini tak pernah lagi sama

Kini tak lagi ada disini

Karena segelas susu putih yang menghangatkan itu

Mungkin telah berganti tempat yang lebih menyenangkan (untukmu).

?

pict : merdeka.com

  • view 217