Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Catatan Harian 9 April 2016   20:40 WIB
Left Hand

Mereka tak percaya. Aku pun. Ketika malam sebelumnya ku lewatkan bersama mereka, menikmati malam dengan jajanan angkringan dan cerita-cerita yang telah lama terlewatkan.

Mereka tak percaya. Aku pun demikian. Senin pagi penuh semangat. Tanpa pemikiran buruk sedikitpun. Tak ada resah, tak ada gelisah. Pagi itu tak kurang dari setengah jam acara pertama di mulai.

Entah apa, entah bagaimana. Alat itu pecah tanpa suara. Punggung tangan kiri yang nyatanya terluka begitu dalam tak memberikan sinyal apa-apa. Aku, hanya terdiam. Hanya bergumam ketika alat itu lagi-lagi "ku pecahkan" tanpa sengaja. Dan detik berikutnya, ketika punggung tangan kiri itu ku amati, aku hanya mengernyikan dahi. Ada garis putih terlentang disana, ada sebagian berwarna "kuning" dan kulitku... hilang ?

Pagi yang penuh semangat itu kini berubah menegangkan. Kepanikan sana-sini. Ketakutan, ngeri dan entahlah. Pagi yang tak pernah terduga itu, kini meninggalkan bekas jaitan di punggung tangan kiri. Tiga belas. Tiga belas jaitan melintang disana. Di bawah antara jari telunjung-tengah-manis.

Mereka tak percaya. Aku pun demikian. Logis atau pun tidak, nyatanya itu yang ku alami. Entahlah, entah.

Tepatnya dua setengah minggu tangan kiri ku "libur". Merepotkan orang-orang hanya untuk hal-hal kecil. Menguncir rambut, berkerudung,?ngancingin jas asisten / celana jins dan banyak hal-hal kecil yang kini harus ku lakukan dengan bantuan orang lain.?

Dan kini, setelah dua minggu setengah itu ku lalui, belum berhenti hingga disini. Hanya saja setidaknya tangan kiriku mulai boleh "mandi", setidaknya perban itu kini berganti menjadi kasa dan plester ketika harus?beraktifitas di luar rumah. Dan otot itu kini harus bergerak lagi. Cukup, cukup dua setengah minggu ia "mati". Kini ia harus di paksa bergerak kembali. Apapun rasanya, bagaimanapun perjuangannya. Ia harus hidup kembali.?

?

Dan setidaknya, tulisan ini ada disini. Dengan perjuangan jari tangan kiri, entahlah. Aku bingung menggambarkan bagaimana rasanya ketika aku memaksanya untuk menuliskan barisan kata-kata ini. Biarlah,,, biarlah ia yang tau rasanya apa.?

?

Tetap semangat untukmu. Tangan kiri . Tugasmu masih banyak. Bab IV Skripsimu belum di tuliskan sama sekali. Ide-ide di kepala dan note-note itu harus dituangkan agar tak mati. Semangat Tangan Kiri (^0^)9

?

Karya : Chintya Dewi