Permataku Yang Hilang

Papa Anggrainy
Karya Papa Anggrainy Kategori Kesusastraan
dipublikasikan 24 Desember 2017
Permataku Yang Hilang


“Segeralah!!! Suatu saat dia kan pergi meninggalkanmu karena segalanya tak kau anggap. Dia kan berhenti berlari karena sudah merasa capek. Dia kan berhenti mencari karena apa yang ia cari tak kunjung menemukan titik terang”

Itulah yang terjadi saat ini. Ku renggas semua daun – daun harapnya. Ku patahkan semua asa yang telah dibangunnya. Semua karena ego ini. Ego yang menyelimuti raga yang hampa ini. Ku bisa duduk di persimpangan jalan. Menunggu akan hadirnya karma. Karma yang selama ini ku harapkan tuk datang kepadamu Seperti yang selama ini kau inginkan.

Raga butiran debu yang terhempas tiupan suara sang manusia. Terinjak oleh ajaran dan pijakan sang batu pengharapan. Tertusuk oleh genggaman pisau sang lidah tajam.

Kau boleh menilaiku bahagia sekarang. Bahagia seperti orang sukses akan kemegahan, kehidupan yang lebih senang, mentereng, berenang di dalam emas, bersayap uang kertas. Tapi tidak. Akulah orang yang kafir akan kebahagiaan. Kau boleh menilaiku lebih bahagia, tapi kau tak mengerti apa yang sebenarnya terjadi didalam lubuk hati ini. Aku yang menjadi manusia yang tertawa di muka ini tetapi selalu menangis di belakang layar.

Kau hanya membutuhkan topeng untuk menutupi segala kepedihan yang terus menimpaliku.

Merusak segalanya. Membunuh segalanya. Ini cuma gegara keegoisan. Selalu menyusahkan segalanya.

Aku gak pernah tahu hal ini akan terjadi dan aku gak pernah mau hal ini terjadi. Nasi telah menjadi bubur. Aku tak menyaka aku akan diperbudak oleh cinta. Dipermainkan oleh asmara. Dibodohi oleh rasa kasih.

Kini,

Kemana lagi langit tempatku bernaung, setelah engkau hilang pula dariku. Kau orang yang sanggup menjadikan saya seseorang yang gagah berani. Kau pula yang sanggup menjadikan saya sengsara selamanya. Kau boleh memutuskan pengharapanku. Kau pun sanggup membunuhku. Tapi ingatlah. Walaupun kau pergi, jiwamu akan selalu dekat dengan jiwaku.

Aku masih ditempat yang sama, ditikungan yang sama, dipersimpangan jalan yang sama. Hingga kasih yang tak tersampai ini bisa menyalurkan pesannya dengan damai.

Pengharapan yang tersisa dariku adalah heningkan hatimu kembali. Sama-sama kita habisi december kelabu,kekecewaan yang sudah-sudah. Maafkan saya. 
###########
MomAnggrainy
Thank you for loving me

  • view 232