Antara Harapan dan Realita

Chanyodi Spm
Karya Chanyodi Spm Kategori Renungan
dipublikasikan 24 April 2017
Antara Harapan dan Realita

Hanya segelintir orang yang mampu menjadi team kesbelasan dalam foot ball ternama, sisanya akan menjadi team hore dengan tugasnya yang bersorak menanti pmain idolanya berhasl mmngkan komptisi dlam prmainn. Begitulah prgulatan dlm hidup, bagi mereka yang memiliki potensi serta skill dalam bidang tertentu maka akan meraih kcemerlangan hidup namn sbaliknya bgi mrka yang hidupnya mengandalkan kemampuan orang lain hanya akan terpuruk ketika orang yang selama ini di jadikan inangnya pergi.

Mereka yang telah sukses karna mampu berkompetisi adalah satu capaian dari perjalanan yang amat panjang dan terjal. Seperti apa dan bagaiman prosesnya mereka, itulah yang perlu kita jadikan acuan & plajaran yang mendasar.

Ibarat kompas mskipun jarumnya sllu brptr di stiap kita bergerak namun tetap menunjukkan ke konsistenanya serta kebenaranya sehingga dapat kita jadikan pedoman dalam setiap perjalanan, dan menjamin penggunanya hingga sampai tujuan tanpa tersesat.

Manusia yang dikaruniai akal sempurna seharusnya mampu menciptakan komitmen serta pribadi yang bertanggung jawab dalam menjalani kehidupan terbatas waktu ini, sehingga hal itulah yang nantinya akan mengantarkan kita ke tujuan hidup yang seharusnya.

Hingga saat ini saya selalu tertegun ketika melihat kebodohan mendominasi di setiap sudut jauhnya mata memandang, hati ini akan tetap meronta dan merintih perih selama belum mampu mengubah hitamnya arang menjadi gemerlapnya bongkahan mutiara, siapakah yang berdosa dan siapakah yang harus bertanggung jawab ??

Bagaimana bisa mencapai titik hidup yang pantas ketika ketimpangan masih menjadi budaya, karna konsepnya harus senada yaitu ada yang menyadarkan dan harus ada yang mau di sadarkan dan ketika salah satu dari unsur itu hilang maka hanya sejarahlah yang mampu menjawabnya..

Peningkatan kualitas agar dapat menikmati hidup dengan peran yang penting merupakan dambaan setiap insan namun bagaimana hal itu akan tercapai jika haluan hidup sudah di tiadakan apalagi berbicara target serta tujuan.  

Untuk pertamakalinya Jiwaku tertarik intuk menorehkan akan kegelisahan yang selama ini bersangkar di kepala, apakah ini dampak dari realita yang telah mencapai pada titik nadir hingga banyak pertentangan antara hati nurani dan pola fikir.

"Hidup Merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan"

ketika mencoba untuk berfikir apa yang harus di difikirkan 

Ketika akan bergerak siapa yang harus menggerakan 

Ketika harus membangun apa yang harus di bangun

Ketika akan merubah siapa yang mau berubah

Ketika mengajak hidup lebih maju siapa yang bisa di ajak untuk maju

Dan sayangnya semuanya itu adalah kenyataan dalam hidup #

 

  • view 62