Karena Kamu, Aku

Chairun Nisa
Karya Chairun Nisa Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 28 Juni 2016
Karena Kamu, Aku

Pertemuan kita, aku dan kamu tak pernah kurencanakan apalagi ku impikan. Sama sekali tak pernah terselip pikiran atau angan dalam benakku tentang sosok sepertimu. Tapi apalah daya diri dan perasaan ku,  menolak benih demi benih cinta dalam hati yang terkagum pada sosok dirimu, pada jalan pikiranmu, pada semua hal yang ada pada dirimu.

Mas, ya itulah panggilan ku untuk mu. Kau lelaki yang hadir saat hati dan diriku kehilangan semua hal yang kurasa indah dari sebuah hubungan percintaan. Kau hadir dengan cara mu, mengenalkan ku kembali pada sebuah mimpi yang tak sekedar mimpi tentang hubungan percintaan.

3 bulan berlalu setelah kau berusaha mendekatiku. Dan kau berhasil, aku akhirnya takluk dengan kasih yang kau berikan. Dan, di 3 bulan perkenalan itu juga, untuk pertama kalinya ku beranikan diri menerima ajakan makan siang dari mu, yang hampir setiap hari kau selalu berusaha mengajakku via sms atau telepon. Tapi hari itu, kuberanikan diri. Aku datang, datang bukan sekedar untuk makan siang, tapi juga datang untuk menyiapkan diri mendengarkan kenyataan besar tentang mu.

3,5 tahun berjalan, aku mencintaimu. Ini bukan perkara waktu, aku mencintai mu dengan cepat bukan karena paksaan. Tapi rasa itu muncul tanpa izin dan tanpa alasan yang kuat untuk ku tolak. Mungkin aku salah, mungkin rasa ku ini salah. Aku mencintaimu. Itu adalah hal yang salah, mungkin untuk sebagian orang, atau juga mungkin untuk semua orang. Aku mencintaimu, lelaki yang tak sendiri lagi, lelaki yang tak lajang lagi, dan lelaki yang tak mudah lagi. Tapi aku menikmati cinta ini, hubungan ini, kebersamaan kita, tawa mu, semua hal konyol yang kau lakukan, aku menikmati semuanya. Dan aku tak siap untuk sadar dari kesalahan ini.

Namun aku bukanlah wanita egois yang menikmati kenikmatan hubungan dibalik kisah wanita lain, yaitu istrimu. Berkali-kali aku berusaha mengakhiri hubungan ini, namun berkali-kali juga kau yakin kan ku tentang hubungan ini. Mungkin aku bodoh, kejam, ntahlah apa sebutan yang pantas untuk ku saat orang-orang mengetahui hubungan kita. Tapi, aku benar mencintaimu. Sangat mencintaimu. Salah kah perasaan ini?? Kasih aku jalan keluar untuk lepas dari perasaan atas dirimu ini??

Aku bahagia bersama, seperti bahagia yang selalu kau perlihatkan saat kita bersama. Namun, aku juga sedih, merasa bersalah, dan merasa lainnya saat ku ingat siapa dan apa aku sebenarnya dalam hidupmu. Aku yang selalu kamu simpan, aku yang selalu kamu katakan sumber kebahagiaanmu, tapi sampai kapan aku akan berada di balik kisahmu? Adakah rasa yang sama di hatimu, seperti rasa yang menyelinap dalam jiwa ku ??

 

 

bersambung...

  • view 124