Sumpah Pemuda : Pejuang Disabilitas, Identitas, Aksebilitas

Chairunisa Eka
Karya Chairunisa Eka  Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 30 Oktober 2017
Sumpah Pemuda : Pejuang Disabilitas, Identitas, Aksebilitas

Kali ini saya fokuskan pada bidang Olahraga, kenapa saya memilih tema ini dibandingkan dengan yang lainnya?  Mereka punya kemampuan, bakat, dan menoreh prestasi yang membanggakan bagi Indonesia. Sayangnya perhatian mereka masih sangat kurang dari Pemerintahan kita saat itu. Di era Jokowi, baru mereka diperhatikan nasibnya termasuk menagih bonus dan sepeda untuk para atlet yang telah berhasil membawa pulang Emas, Perak, dan Perunggu. silahkan klik fotonya anda akan dibawa ketautan salah satu berita online.



Karena olahraga disabilitas bagi orang awam masih asing, saya bantu jelasjan sebut saja diantaranya :
1. Tingkat Internasional ada International Paralympic,
2. Tingkat Asia Tenggara ada ASEAN Para Games
3. Tingkat untuk Indonesia ada Pekan Paralimpiade Nasional, atau disingkat PEPARNAS


Sebenarnya tahun lalu saya juga baru tahu ada informasi mengenai olahraga yang berajang Internasional ini, saya tahunya cuma tingkat Asia Tenggara dan Peparnas. Untuk Peparnas, saya secara langsung melihat bagaimana proses persiapan hingga perjuangan teman-teman saya yang ada di sana. Salah satu penyelenggaraan Peparnas dilaksanakan di Bandung tahun 2016. Saya datang hanya saat pembukaan acara. Melihat situasi acara pembukaan tersebut, hati saya langsung merasa sedih karena gagal mengadakan pembukaan di depan Bapak Presiden Joko Widodo, dan menurut saya kurang mewah dan istimewa tanpa kehadiran beliau. Namun tetap keceh dengan kehadiran Bapak Walikota Bandung yang Gaul dan Bertalenta mengubah Ikon Bandung lebih manusiawi siapa lagi kalau bukan Bapak Ridwan Kamil.

Kalau dilihat secara langsung cuaca saat itu sebenarnya sangat mendung dan gelap, sehingga menghambat proses acara apalagi tiba-tiba turun gerimis. Baru selesai acara atau menjelang selesai magrib alhamdulillah turun hujan deras. Beruntung buat yang menonton melalui televisi, suasananya saat itu sebenarnya sangat mendebarkan, melihat rumputnya yang basah hampir tidak terlihat secara jelas melalui tayangan televisi. Oh ya di acara ini semua pemain dan pengisi acara pembukaannya merupakan disabilitas,  dibantu non disabilitas, tentu juga translator aslinya tunarungu dibantu oleh penerjemah bahasa isyarat.




Beberapa hari yang lalu tepatnya, pada tanggal 27 Oktober 2017 saya berkesempatan menjadi penerjemah bahasa isyarat ke suara bagi teman saya yang atlet di depan Bapak Menpora Imam Nahrawi. (Deg-degan loh)


Caption melalui Instagram pribadi :
Ketika berbicara di depan Bapak Menpora Imam Nahrawi membantu @ilhammudzi07 menerjemahkan bahasa isyarat ke suara.
Dalam menyampaikan aspirasi dan meminta dukungan menteri terkait bidang olah raga yang ditekuninya salah satunya adalah atlet renang tuli untuk bisa mendapatkan bantuan dari menpora agar dapat berkontribusi bagi Indonesia.

Dan hal yang menarik  adalah saling komentar membahas ide-ide brillian untuk atlet-atlet disabilitas bareng surya sahetapy, dan teman-teman sebelum acara dimulai. Saya juga di infokan bakal bikin organisasi disabilitas baru dibawah kemenpora. Bisik-bisik katanya mau bikin acara keren bareng Gloria di Kemenpora. Ya, sudah ditunggu saja seperti apa acaranya dan kegiatannya 

Saya jadi merasa gak pede diantara Gloria dan Surya, Imut bener ya paling kecil (hohohoho abaikan yang ini).

Jadi, tidak ada alasan berhenti untuk tidak berolahraga selain bagus untuk kesehatan tubuh kita, juga bagus untuk  bisa berprestasi (ikut ajang kecil-kecilan lah). Kalau di olah raga saya tidak punya prestasi, keseharian saya saat senggang ya berenang atau loncat-loncat pakai tali (istilahnya sih perenggangan tubuh supaya lebih ringan saat berjalan, gak cepat lelah, biar tinggi ,juga badannya terbentuk bagus).

----

Bagaimana dengan Sumpah Pemuda yang ke 89 ini? Apakah ada perubahan bagi Indonesia?
Ya tentu saja ada, terutama Perubahan bagi indonesia ada istilah-istilah yang jauh dari kaidah Bahasa Indonesia sebut saja "Kids Jaman now", dan bahasa-bahasa alay gaul lainnya. Padahal sangat jelas sekali Bahasa Indonesia sebagai Bahasa pemersatu dan Bahasa Nasional.

Bayangkan bila terjadi di 5 atau 10 tahun ke depan, Bahasa Indonesia hancur karena istilah-istilah bahasa alay? dan jangan sampai bahasa daerah ikut tenggelam dengan adanya bahasa alay.  Dulu di Sekolah diharuskan membawa Buku Kamus Bahasa Indonesia untuk mengartikan kata-kata yang tepat, benar, dan jelas. Entah kalau sekarang, jaman memang serba digital dengan mudah dapat mencarinya melalui jaringan internet atau media lain.

Apa Hubungannya Sumpah Pemuda dengan Olahraga?
Mereka saling berkaitan satu sama lainnya, karena olahraga juga bisa sebagai media penggerak mengenalkan Bahasa Nasional ke Negara lain, bahasa pemersatu bangsa dengan cara yang efektif seperti ini Indonesia akan lebih dikenal dan diakui oleh Negara lain karena kharismanya (melalui budaya, suku, adat-istiadat, makanan, pakaian, dan lainnya yang berbeda-beda).

Melalui sumpah pemuda ini, pemuda pemudi dengan bangga mampu mempersembahkan yang terbaik bagi Indonesia melalui ajang olahraga bergengsi, tahu sendiri kan pada era setelah Kemerdekaan Indonesia, Belanda melarang kegiatan olahraga di tempat umum.  Salah satunya adalah bidang sepak bola. Dengan adanya kegiatan Olahraga ini akhirnya dapat mempersatukan bangsa. 

Soeratin Sosrosoegondo adalah Bapak pendiri PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia) yang berdiri pada 19 April 1930, di Yogyakarta dan tidak lepas dari Sumpah Pemuda Kala itu. Berkat jasanya, Olahraga sepak bola ini menjadi kegiatan favorit kalangan muda maupun tua di era sekarang. 

----

Pada era millenial banyak pemuda pemudi untuk mempunyai jiwa semangat patriotis yang tinggi dalam membangun Bangsa dan Negara, melalui hal-hal yang sederhana namun bermanfaat bagi sesama. Berharap kedepannya Olahraga ini bisa jadi ajang pertandingan yang sportif dan tentunya dengan adanya jalinan silaturahim untuk mempererat kebangsaan meskipun sedang bertanding sekalipun di Negeri sendiri. 

Kita pun patut mengapreasi dan mendukung penuh para atlet disabilitas yang berjuang di Negara lain untuk membawa Bendera merah putih sebagai Kebanggaan dan penghargaan mereka yang telah bekerja keras. Apapun kedisabilitasannya, mereka tidak akan menjadi lemah sebelum pulang dan berjuang untuk menang. Mereka juga perlu perhatian Pemerintah dan Negara, bukan hanya dari lembaga/ organisasi tempat mereka bernaung tetapi diberikan tempat yang nyaman dan setara sama halnya dengan non disabilitas lainnya yaitu diberikan kesempatan dilatih oleh pelatih profesional dan mendapatkan bantuan dibawah binaan kemenpora sesuai dengan bidang-bidang olahraganya. meskipun memang sulit, tapi ini akan membawa dampak dan perubahan bagi atlet-atlet berprestasi.

Berikutnya, pemuda pemudi disabilitas perlu diajarkan arti solidaritas dalam membangun kebhinekaan di Sumpah Pemuda, selain kultur bahasa, Pemuda pemudi juga perlu belajar dari cara Presiden Soekarno yang pertama dalam mencapai Kemerdekaan. Meskipun kemudahan teknologi sudah semakin canggih, belum tentu debagian Penyamdang Disabilitas dapat menggunakan teknologi tersebut di bidang Olahraga yang masih sangat terbatas aksebilitasnya.

Dan ini perlu perhatian khusus terutama dari Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah jangan sampai lepas tangan dan terjadi pemain/ atlet pindah ke Luar Negeri karena tidak adanya perhatian dan kepedulian terhadap akses yang mereka inginkan agar mudah bergerak dan aksibel, untuk berlatih sesuai dengan kapasitas dan kemampuannya. Tersedianya lahan (lapangan) yang dapat dimanfaatkan khusus.  Perlu juga perhatian dari anak muda lainnya untuk memperhatikan dan memberikan prioritas bagi para atlet maupun bukan atlet disabilitas agar dapat menikmati fasilitas Olahraga yang diperuntukkan bagi mereka yang berkebutuhan khusus. Membantu memberikan dorongan semangatnya agar mampu menjadi pribadi yang lebih percaya diri dan hidup mandiri. Dengan Slogan di tahun 2017 menurutku sangat berdampak positif bagi semua anak muda, yakni Kita Tidak Sama Kita Kerja Sama.

Jakarta, 30 Oktober 2017
-C-

#sumpahpemuda2017 

  • view 175

  • Anis 
    Anis 
    20 hari yang lalu.
    panjaaaaaang, mbaaaaak...
    dan selalu konsisten dengan perjuangan disabilitas.
    bikin iri!

    • Lihat 3 Respon

  • Dinan 
    Dinan 
    24 hari yang lalu.
    Keren2