Opening Ceremony Peparnas XV 2016 (Tulisan)

Chairunisa Eka
Karya Chairunisa Eka  Kategori Project
dipublikasikan 16 Oktober 2016
BISINDO

BISINDO


Bagaimana rasanya kehilangan pendengaran? Bagaimana mereka bisa berkomunikasi dengan kita yang berpendengaran normal? Banyak hal yang perlu kita pelajari untuk mengenal siapa mereka sesungguhnya

Kategori Acak

4.3 K Hak Cipta Terlindungi
Opening Ceremony Peparnas XV 2016 (Tulisan)

Setelah sukses penyelenggaraan PON XIX ada yang berbeda dari acara olahraga terbesar kali ini, di mana saya juga menjadi saksi mata atas kesuksesan penyelenggaraan PEPARNAS XV di Jawa Barat.

Di tanggal 15 Oktober 2016, berada di Bandung lagi bukanlah hal yang mudah berangkat subuh jam 4.55 sampai ITB jam 7.35 pagi naik nebengers, dan tiba dilokasi jam 7.55 naik mang ojek, ketegangan pun terjadi mang ojeknya bikin ketar ketir jalannya ngejar sampai lokasi sebelum pukul 8 pas, Mang ojeknya malah bilang "tenang neng gak usah tegang gitu kakinya, masnya biasa aja kok bawa motornya, Cuma nengnya gak pegangan sama masnya sih." wekkkssss enak aja pegangan mas-mas ojeknya yang ganteng gitu halah ckckck. Demi apa jalannya sudah kayak uler melingker-lingker belok-belok yang ada di game hp jadul (lha curhat wakakakaka).

Yah, inilah pertama kali saya diberi kesempatan menyaksikan langsung penyelenggaraan olahraga paralympic di Bandung. Perjalanan yang ditempuh memang tidak mudah dengan penjagaan keamanan yang super ketat, saya berhasil bisa memasuki area keseruan di belakang layar persiapan para penari yang mempersiapkan diri untuk mensyukseskan acara. Meski tidak sama dengan penyelengaraan PON yang disaksikan langsung oleh Presiden JOKO WIDODO Mereka semua penyandang disabilitas berharap sesuatu yang besar dengan dukungan Presiden JOKOWI yang turut berperan untuk terjun langsung melihat pembukaan olahraga paralympic tahun ini.

Dari cerita mereka, ada yang merasa lelah, sakit, dan kecapekan setelah latihan selama 3 hari di lapangan, diteriknya matahari, ditemani rintik-rintik hujan, semangat mereka perlu diapresiasi tidak salah lagi sungguh sangat luar biasa tidak hanya bangga tetapi bahagia bisa menjadi bagian ajang olahraga dan menjadi tuan rumah bagi para Atlet seluruh Indonesia. Dan tidak cuma saya yang senang, karena teman-teman saya berjuang menjadi yang terbaik di sana.

Tema yang di usung kali ini adalah Terbanglah garudaku mendunia dengan 32 kontingen dari Sabang sampai Merauke. Sekitar 100 pemusik, 50 penyanyi, dan 400 penari, termasuk 200 siswa berkebutuhan khusus dari 48 SLB di Kota Bandung, tampil memukau dengan kostum beraneka warna serta gerakan yang atraktif. Kompas

Tidak hanya para penari, pemusik, dan penyanyi yang hadir. Di sini pun juga penerjemahnya dari kalangan tunarungu. Terakhir pada saat penutupan salah satu pembawa obor ini mas Joko (tunadaksa), dan Deden (tunanetra) secara estafet 7 kali membawa obor hingga ke atas puncak api. Yang menurut saya, ini adalah yang terkeren karena mereka saling kerja sama bahu membahu mebawa obor terbaik.  Di dalam studio saya merasakan sampai merinding, tegang, dan nangis karena untuk pertama kalinya dalam sejarah saya bisa menyaksikan langsung di Gelora Siliwangi, bangga dengan mereka yang berjuang menjadi pemenang yang hebat dan luar biasa bagi Negerinya sendiri.

Panitia sangat selektif dalam menerima penerjemah bahasa isyarat dari kalangan tunarungu, di dalam studio saya mendapat kesempatan, dan membantu sedikit langsung prosesnya. Lucunya, saya malah terpesona dengan mas-mas kompas TV yang cakep-cakep hahahaha. Begini loh suasana studionya untuk penerjemah Bahasa Isyarat yang dibawakan langsung oleh Ibu Rachmita Maun Harahap. Bisa dibilang di sini penjagaannya sangat ketat, karena tidak semua orang bisa masuk studio, jadi tidak boleh sembarangan masuk. Apalagi mengganggu proses jalannya acara di dalam area maupun di lapangan.  Yah setelah selesai acara kitapun langsung selfie bareng di dalam studio, sebelum keluar lapangan menikmati lagunya Java Jive kau yang terindah. Saat itupun hujan deras kembali turun mengakhiri jalannya acara yang belum selesai dinyanyikan Java Jive.

Merasa kurang lengkap ? coba nonton videonya saja yang ada di link ini 

 

Selamat berjuang  dan bertanding teman-temanku di Tanah Legenda, Jawa Barat. Salam Olahraga!!! Horas!!! Foyah...Foyah....

  • view 251