Persiapan Perjalanan Desa Bengkala

Chairunisa Eka
Karya Chairunisa Eka  Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 07 Agustus 2016
Persiapan Perjalanan Desa Bengkala

Desa Bengkala, Kolok, Bali ini lah yang akan saya kunjungi selama 2 hari yaitu 19-20 Agustus 2016. Apa yang istimewa dari Desa ini? dalam kesempatan ini saya merasa terhormat mewakili Yayasan Tunarungu Sehjira, pembahasan tentang Desa ini sudah lama sekitar bulan Agustus 2015, dan pada tahun ini segera dilaksanakan. Bersama Universitas Indonesia dari FKM (Fakultas Kesehatan Masyarakat) dan Universitas Udayana (Fakultas Kesehatan) akan bekerja sama dalam membagun kemandirian dan semangat belajar bagi Anak-anak Kolok.

Saya dan tim akan menempuh perjalanan selama 3-4 jam dari Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali. Dan keberangkatan saya dipastikan pada tanggal 18 Agustus 2016, berdekatan dengan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.  Untuk pertama kalinya saya menginjakkan kaki di Bali, merayakan perayaan kemerdekaan di Daerah Bali.

 

Anak Kolok di Desa Bengkala, begitu saya menyebutnya. Di Desa bengkala ini semua warganya adalah Tunarungu dalam beberapa generasi. Tidak heran saya merasa tertantang untuk berkomunikasi dengan mereka, sebelumnya pernah anggota Yayasan Tunarungu Sehjira berkunjung ke Desa Buleleng bekerja sama dengan DRPM Universitas Indonesia.

Tantangan di sini adalah kesabaran dalam berkomunikasi, tidak semua Bahasa Isyarat sama antara Bahasa Isyarat Jakarta dan Bahasa Isyarat Bengkala. Bagaimana caranya agar saya bisa mengkombinasikan Bahasa Isyarat kedua daerah tersebut, menjadi Bahasa Isyarat yang mudah di mengerti. Menciptakan kenyamanan bagi warga desa di sana, mengakrabkan diri dengan Anak-anak Kolok, berbaur dan menjadikan mereka pengalaman berharga dalam belajar berbagi dan menularkan semangat.

Saya memilih fokus untuk persiapan bagi Anak-anak desa di sana, supaya mereka punya keinginan untuk keluar dari zona nyaman, berbaur bersama masyarakat di luar Desa. Jauh dari kota yang penuh dengan segala hal dan keingintahuan yang luas. Karena saya belum tahu dan mengenal banyak warga di Desa Bengkala seperti apa kesehariannya dan kehidupan di sana. Barangkali pernah ada teman-teman di sini yang sempat singgah menikmati Desa Bengkala.

Teman-teman di Bali sudah mulai saya hubungi jika nantinya saya membutuhkan tempat untuk berteduh sementara sampai tiba di Jakarta. Banyak yang ingin saya kenal dari teman-teman di Bali yang belum saya temui. Saya berterima kasih sekali untuk teman-teman yang sudah membantu untuk mempersiapkan segala hal setelah saya keluar dari Desa Bengkala, dan merasa malu kalau merepotkan mereka. (Jadi nggak enak saya hihihi)

Apa yang akan saya lakukan selama berada di Desa Bengkala ?

Saya akan melakukan penelitian Kesehatan Reproduksi bersama Universitas Indonesia, dan Universitas Udayana. Di sana saya akan melihat kondisi, hubungan, dan komunikasi Anak-anak Kolok dengan Anak-anak Non Kolok, selama tanggal 18 Agustus 2016 sampai tanggal 20 Agustus 2016.

Keluar dari Desa Bengkala ?

Setelah selesai dari pekerjaan dan rutinitas di Desa Bengkala ini saya berkesempatan menikmati keindahan Bali dan sekitarnya, sampai tanggal 23 Agustus 2016. Saya akan menginap di 2 rumah teman Hitters Brur dan Zus di Bali, mba Rosta Senja dan mba Rieska Dewi. Dan juga berkesempatan berjumpa dengan teman-teman dari komunitas Hitters 80-90s atau Brur n Zus Bali. Tanggal 24 Agustus 2016 saya akan pulang ke Jakarta dari Bali. 

Kisah catatan harian ini akan saya buat nantinya untuk di baca oleh teman-teman selama saya di Bali. Dan akan saya rangkum saat saya pulang ke Jakarta.  Di tunggu saja cerita lainnya biar penasaran!

 

*Sumber :

Peta Desa Bengkala

Desa Bengkala

  • view 192