KARTINI TUNARUNGU MODERN

Chairunisa Eka
Karya Chairunisa Eka  Kategori Kisah Inspiratif
dipublikasikan 21 April 2016
Tentang Chairunisa

Tentang Chairunisa


Tidak ada alasan untuk menyerah atau putus asa hanya karena kekurangan pendengaran. Tuhan berusaha membuatku untuk menjadi orang yang BERANI & PANTANG MENYERAH dengan berkarya melalui tulisan

Kategori Acak

3.4 K Hak Cipta Terlindungi
KARTINI TUNARUNGU MODERN

Menengok Thumbail dari Google bahwa ternyata google pun Cinta Indonesia dan menghargai seorang perempuan yang bernama RA. KARTINI, desain bergaya vintage seakan membuat siapapun melayang kembali ke masa lalu. Sebelumnya Saya ingin sekali mengucapkan dari hati yang paling dalam :

Untuk PEREMPUAN, WANITA, DAN IBU SELAMAT HARI KARTINI 21 APRIL  1879 - 21 APRIL 2016

Jangan pernah menyerah jika kamu masih ingin mencoba. Jangan biarkan penyesalan datang karena kamu selangkah lagi untuk menang. - Kata Motivasi Kartini

 

***

 

Saya akan menceritakan sedikit kesan dan pengalaman saya yang mungkin akan lebih greget dan beda dari tulisan sebelumnya, bahkan bisa di bilang akan lebih panjang. Bukan mau ngalahin PEMIMPIN BAYANGAN III yang tulisannya selalu panjaaaannnngggggg. Ini adalah kisah nyata Saya yang semuanya berawal tidak tanpa sengaja, bahkan sudah di setting oleh Tuhan untuk Saya menciptakan jalan cerita yang inspiratif.

Foto diambil di dalam istana tahun 2015 saat acara HDI (Hari Disabilitas Internasional)

Saya bersama Motivator Tunarungu, Rachmita Maun Harahap

KARTINI DISABILITAS / DIFABEL merupakan orang yang selalu berkecimpung di kegiatan sosial dan telah di kenal, di latar belakangi oleh ketidakadilan pemerintah mendukung kartini disabilitas / difabel untuk berkarya lebih baik dibandingkan dengan laki-laki. Sebagai kaum perempuan yang termajinalkan tersisihkan dalam proses pembangunan nasional. Mereka layak berada di posisi paling tinggi dan patut diacungi jempol berkat kegigihannya untuk berjuang mendapatkan kesetaraan agar tidak akan mengalami hal yang sama seperti dirinya. Termasuk saya di dalamnya, Saya di kegiatan sosial aktif dalam isu bidang pendidikan dini-terutama Anak-anak di SLB-B (Sekolah Luar Biasa khusus Tunarungu)- dan pekerjaan. Saya akan fokus pada salah satunya yaitu pendidikan.

PENDIDIKAN

Pendidikan SLB (Sekolah Luar Biasa), beberapa bagian ketunaan diantaranya :
1. SLB A (Sekola Luar Biasa Khusus Tuna Netra)
2. SLB B (Sekolah Luar Biasa Khusus Tuna Rungu/ Wicara)
3. SLB C (Sekolah Luar Biasa Khusus Tuna Grahita
4. SLB D (Sekolah Luar Biasa Khusus Tuna Daksa)
5. SLB E (Sekolah Luar Biasa Khusus Tuna Laras)

Saat saya masih aktif sebagai pekerja sosial, pertama kali inilah Saya advokasi ke sekolah-sekolah terpencil yang jarang tersentuh baik melalui motivasi maupun pembelajaran yang sederhana dan bisa di pahami oleh mereka (Anak-anak) di beri pemahaman, impian, dan cita-cita. Seharusnya di sekolah semacam SLB ini mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah baik sekolah Swasta maupun Negeri agar mereka bisa mendapatkan akses pendidikan yang layak berdasarkan Undang-Undang Dasar 1945.

Saya bergabung di Yayasan Tunarungu Sehjira sejak tahun 2011. Orang yang berjasa mengenalkan saya ke dunia asli tunarungu yaitu Ibu Rachmita Maun harahap. Beliau berharap saya bisa memotivasi Anak-anak dan menjadi penerus motivator perempuan di masa depan yang mau berjuang dan tanpa pamrih. Belajar ikhlas, dan tak mengenal putus asa. Berusaha mengajarkan Saya artinya kesabaran, sabar untuk belajar dan sabar untuk melatih diri menerima keadaan.

Saya merasakan mereka (Anak-anak) kurang mendapatkan perhatian dan didikan dari para guru karena apa? ternyata jawabannya adalah para guru rata-rata bukan lulusan PSLB (Pendidikan Sekolah Luar Biasa) keluar dari jalur yang di tekuni, yaitu Pendidikan Umum. Kenapa bisa terjadi? 1 dari 2 Guru yang pernah Saya tanyakan adalah memang benar, mereka lulus dari jalur Pendidikan Umum. Harusnya ini bisa menjadi perhatian pemerintah khususnya bidang pendidikan, jangan hanya moral yang diajarkan tetapi bahasa visual, informasi, agama dan hal lainnya sangat penting. Banyak sekali Anak-anak kurang mendapatkan informasi termasuk dalam hal bahasa, pengetahuan, informasi, dan komunikasi. Jadi mereka tertinggal dan minim sekali dengan informasi, sehingga mereka kesulitan menangkap bahasa yang tidak ada informasi maupun penjelasan melalui media gambar. Mereka lebih senang bila berbicara maupun membaca hanya dengan Bahasa Isyarat, karena Bahasa Isyarat adalah bahasa visual murni untuk memudahkan mereka mengenal Bahasa Indonesia.

Foto ini yang akan berbicara bahwa mereka sangat tidak menguasai sepenuhnya bahasa.

Foto di ambil tahun lalu di acara USAKTI Luar Biasa.

 

Semuanya sekarang sudah mulai berubah, dan kita sudah memasuki era MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) di tahun 2016. Banyak dari mereka yang belum tahu seperti apa masa depannya nanti, mereka punya impian yang besar tetapi tidak tahu arah yang akan di tekuni. Mereka tidak tahu apa itu cita-cita apa itu impian. Dan saya harus memberikan pengertian kepada mereka untuk menyampaikan dengan bahasa yang sederhana dan mudah di mengerti melalui Bahasa Isyarat.

Saya bangga di didik orang tua, dengan pendidikan yang layak bersekolah di sekolah umum, dan walaupun saya tidak pintar dan sepopuler teman Saya untuk mendapatkan rangking yang bagus. Orang tua selalu menanamkan pelajaran buat Saya menempuh kerikil demi kerikil untuk mengenal jati diri Saya sebelum keluar untuk berjuang dan masa depan Saya akan di pertaruhkan kemana. Saya menyadari bahwa Saya belum mampu membahagiakan orang tua Saya, karena masih banyak hal yang ingin Saya perjuangkan.

Berkesempatan menjadi pembicara di Sekolah Islam Al-Chasanah Cibubur

Foto di ambil tahun 2014

 

Mereka tidak diperkenankan bersekolah di sekolah umum, dengan berbagai alasan kedisabilitasannya untuk tetap menempuh pendidikan di sekolah atau perguruan tinggi luar biasa atau sekolah khusus untuk para disabilitas. Bahkan mereka beranggapan untuk apa mereka sekolah tinggi-tinggi jika nantinya tidak ada lowongan pekerjaan buat disabilitas. Stigma yang masih melekat dipemikiran para pendidik, sangat melanggar hak seseorang untuk mendapatkan pendidikan yang layak dan tentunya hal tersebut sangat tidak etis diucapkan oleh pendidik yang notabene sebagai panutan dalam membentuk generasi penerus harapan bangsa. Kutipan dari kartunet.

 

Pendidikan Inklusif yang masih jauh dari harapan Saya, masih banyak ABK (Anak Berkebutuhan Khusus) di tolak untuk mendapatkan pendidikannya di sekolah umum. Padahal Saya ingin membuktikan pada semua orang termasuk pendidik maupun orang tua yang memiliki ABK bahwa Saya berhasil menempuh pendidikan tinggi, mulai dari sekolah umum dan tidak pernah sekalipun Saya memasuki gerbang pendidikan SLB. Orang beranggapan bahwa Saya layak dikasihani karena keterbatasan Saya mendengar, itu salah Saya tidak perlu untuk dikasihani karena keterbatasan Saya. Justru itu menjadi pelecut dan motivasi diri Saya untuk menemukan karakter dan membenahi diri agar menjadi penyemangat bagi Adik-adik yang ingin berjuang mendapatkan pendidikan setingi-tingginya seperti Saya. Toh, pendengaran Saya masih 60-70 dB bisa di bilang masih normal dan akan berkurang di ikuti dengan bertambahnya umur karena itulah Saya harus bisa bangkit dari keterpurukan dan mencoba menggapai impian-impian Saya yang belum terealisasikan.

Banyak orang yang belum tahu tentang CRPD di sini akan Saya jelaskan apa itu CRPD :
Convention on the Rights of Persons with Disabilities (selanjutnya disingkat CRPD) yaitu konvensi tentang Hak-hak Difabel/Penyandang Disabilitas, telah diratifikasi oleh Negara Republik Indonesia dalam Undang-Undang Negara Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2011 (selanjutnya disingkat UU No.19/2011) tentang Pengesahan CRPD.

Foto ini di ambil saat HDI (Hari Disabilitas Internasional) di Belakang Istana Desember 2015

Sama si cantik yang menggemaskan Anak Ibu Rachmita, Nabilla namanya.

 

Ini sangat penting dan harus di implementasikan secara nyata baik dari segala sektor, wujud dari buah kerja keras perjuangan para disabilitas, mereka berharap dengan adanya CRPD ini pemerintah maupun perusahaan bisa segera membenahi aturan-aturan yang sangat tidak layak menjadi layak bagi disabilitas khususnya tunarungu akan kebutuhan sarana dan prasarana akses visual. Kini UU Disabilitas tahun 2016 akan segera diterbitkan DPR. Sambil menunggu ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo atau yang akrab disapa JOKOWI. Sebelum beliau menjadi presiden Saya bertemu dengan beliau di JBFT (Jakarta barrier Free Tourism) di transportasi umum Kereta Api dan Busway TransJakarta tepatnya di Halte Senen (soalnya saat itu Saya tidak ingat kalau acaranya hari itu, Saya kira besok maka kejarlah dengan Go-Jek, drivernya mesti kejar-kejaran sama macet, saya bilang sama drivernya "bang bisa dicepetin nggak, jangan kayak keong jalannya Saya mau ketemu JOKOWI", beliau cuma bisa elus-elus dada, dan tepok jidat), saat beliau menjadi Gubernur DKI yang hobi-nya blusukan, Saya memberikan beliau sebuah buku "Harmoni Dalam Keragaman" dalam 2 versi bahasa, Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris dan sebuah kartu nama founder Yayasan Sehjira dalam kerumunan wartawan yang bandelnya naujubilah. Wartawan satu ini heboh untuk mengambil gambar JOKOWI tanpa memperhatikan banyaknya penyandang disabilitas agar bisa berbicara dan bercengkerama lebih dekat, beliau harus berhenti di Shelter Senen karena harus menerima penghargaan di RSCM kalau tidak salah ingat.

Lokasi saksi cerita lahirnya JBFT (jakarta barrier Free Tourism) tahun 2012

 

JBFT (Jakarta Free Tourism) digagasi oleh orang-orang yang berkecimpung di dalamnya, tempat diskusi dan pertemuan didirikannya JBFT yaitu di Dinas Sosial Pondok Bambu yang menjadi saksi cerita diantaranya Blindman Jack (Jaka), Cucu Saidah, Faisal Rusdi atau yang akrab disapa Aal, Ridwan Sumantri, dan lainnya. Mereka berfokus dan turun ke publik pada bidang transportasi maupun fasilitas area publik, acara ini memang tidak di danai tetapi secara swadaya siapapun boleh ikut untuk bergabung. Dan Saya sudah bergabung dari JBFT pertama sebagai anggota, setiap satu bulan sekali mereka mengadakan acara yang berbeda-beda temanya. JBFT pernah masuk dalam berita atau media. Semua yang berkumpul adalah orang-orang hebat yang masih mau berjuang untuk mendapatkan hak-hak bagi teman-teman seperjuangan lainnya yang belum bisa sepenuhnya merasakan transportasi publik, masih ada diskriminasi yang di alami oleh teman-teman Saya. Dan lahir bibit-bibit baru yang menyegarkan JBFT, karena semakin ramainya orang yang ingin bergabung, siapapun bisa bergabung tidak terkecuali Non-Disabilitas. JBFT ingin mengajak dan mengedukasi masyarakat akan pentingnya keberadaan mereka ke publik bahwa mereka ada, juga ingin mereka tahu betapa pentingnya sarana dan prasarana publik yang masih jauh dari harapan, walaupun memang sudah ada perbaikan yang memadai tetap saja masih belum bisa memenuhi keinginan teman-teman Saya yang tergabung di JBFT. Selain belajar dan merasakan langsung menjadi seorang penyandang disabilitas.

Foto di depan Istana Negara bersama Anggota JBFT, tahun 2013

 

Balik lagi di bidang pendidikan. Mengapa pendidikan begitu sangat penting bagi Saya? 

Karena Saya bisa menyelami banyak bahasa dan ilmu yang saya dapatkan tidak hanya melalui pendidikan yang Saya dapat dari sekolah dan kuliah tetapi juga pendidikan dari apapun yang bisa Saya pelajari tidak hanya dari guru, ataupun dosen. Pendidikan bisa kita cari dimanapun tidak memandang usia. Saya ingin sekali Anak-anak Indonesia terutama tunarungu mendapatkan akses yang layak, bahasa, dan pengetahuan yang luas. Saya berbicara melalui BISINDO (Bahasa Isyarat Indonesia) karena hal ini sangat penting untuk Saya mengantarkan dan mengenal bahasa Saya sendiri. Bahasa Isyarat yang mengajarkan tentang budaya, asal usul, dan keunikan sisi lain dari Bahasa Isyarat. Saya baru mengenal Bahasa Isyarat sejak duduk di bangku kuliah. Tidak ada yang salah maupun terlambat untuk belajar. Karena dari Bahasa Isyarat Saya bisa mengenal beragam karakter teman-teman Tuli, belajar Isyarat dari mereka dan tidak malu untuk mengakui bahwa Saya tunarungu, Saya bukan dari lahir akan tetapi karena pengaruh antibiotik yang membuat fungsi pendengaran Saya menjadi terganggu akibatnya berkurang pendengaran saya dan membutuhkan ABD (Alat Bantu Dengar) sebagai media komunikasi dan mendengar suara.

Foto bersama team HEXOS dan Yayasan Sehjira, tahun 2012

Pembuatan iklan komersil hexos dengan talent Surya Sahetapy

 

Saya berharap ada banyak kartini-kartini muda yang mau berjuang untuk hal yang sama. Berjuang untuk mendapatkan kesetaraan, berjuang untuk meraih cita-cita setinggi langit, dan berjuang untuk mendapatkan pengakuan bahwa walau Tuli mereka ingin disejajarkan. Karena mereka dititipkan kelebihan luar biasa yang belum tentu orang lain bisa mencapainya apalagi melakukannya. Saya berharap tidak ada lagi diskriminasi yang merenggut mereka untuk bisa mendapatkan pendidikan yang setinggi-tingginya dan layak serta bisa berkarier tak terbatas di masa depan sesuai dengan kemampuannya.

 

BONUS

Foto bersama Bapak Anes Baswedan, Ibu Rachmita M. Harahap, Nabilla, dan

Miss Deaf Indonesia-World 2015 Aryani Boenawan, Mister Deaf Indonesia-World 2015

Andrew Ariawan Wahyudi di Kantor Kemendikbud

 

Dengan ini saya mengumumkan pada Negara kita tercinta Indonesia Miss Mister Deaf World 2015

The Most Out Standing 2015 di raih oleh Indonesia
Miss 10th & 3rd Asia : Aryani Boenawan
Mister 5th Asia : Andrew Ariawan Wahyudi

 

Jakarta, 21 April 2016

-C-

 

Bahasa Isyarat, BISINDO, Kartini, Pendidikan, Tunarungu, Tuli.

 

***

 

Ikut-ikutan Anis nyelipin memorandum yang gak penting banget :

* Terima kasih buat kalian yang sudah capek-capek mau baca sampai habis, maaf kalau ada typo sana sini maklum yang nulis penuh penghayatan tidak menyadari apakah ada typo atau penyakit di-

*Besok aja di benerin tulisan yang salah kalau sudah rame

* Silahkan tinggalkan kolom respon yang indah, menarik, semlohai biar Kartinian ini menggema seluruh penjuru Indonesia (busyet ngarep-nya kebobolan)

 


  • Muthmainnah Rati
    Muthmainnah Rati
    1 tahun yang lalu.
    Mbak Chiaa hebaaat ^_^
    Semangat terus ya mbak sayang

  •   Kurirperasaan063
     Kurirperasaan063
    1 tahun yang lalu.

  • Eny Wulandari
    Eny Wulandari
    1 tahun yang lalu.
    Menginspirasi sekali mbak Cha....

  • Ayin Elfarima
    Ayin Elfarima
    1 tahun yang lalu.
    Pengalaman dan pandangan yang luar biasa.
    Terima kasih sudah mau berbagi, Cha.

  • Anis 
    Anis 
    1 tahun yang lalu.
    mbak Cha kereeeeeen

    itu kenapa di bagian akhir ada info gak penting gitu


    *belum baca sampe tuntas, nanti saya khatamin bacanya kalo udah bisa konsen

    • Lihat 5 Respon