#SebuahPesan Kamu

Chairunisa Eka
Karya Chairunisa Eka  Kategori Proses Kreatif
dipublikasikan 18 April 2016
#SebuahPesan Kamu

Sejenak aku terdiam

kamu bukan lagi

kamu yang sebenarnya

bukan lagi seseorang yang hangat

yang siap mendekap saat aku sedang didera sepi dan kalap

 

Sekarang kamu…

Menjadi orang yang dingin

Menjadi orang yang sinis

Menjadi orang acuh dan tak peduli padaku

 

Mengenalmu cukup untuk waktu yang telah terlewatkan, selepas kesudahan ini, jiwaku mengalir tentram walau tangis itu terus melebur tatkala mengingatmu dalam kerinduan yang tak pernah bisa orang lain tahu seperti apa hatiku sekarang.

 

Bisakah kita memulai kembali dari awal dan mengulang perkenalan itu. Tempat di mana pertama kali kita bertemu dan bertegur sapa, bercerita secara bebas. Buka cerita tentang kemarin yang kita buat sebelumnya yang masih meninggalkan sisa cerita, akan tetapi kita terlalu cepat untuk saling jatuh cinta.

 

Kamu

Selalu ada di setiap nafasku

Selalu ada di setiap doaku

Kisah kita bagaikan sebuah game yang tak akan pernah ada habisnya, saat lelah kita akan terus mengejar sampai berhasil melampaui kemenangan. Penuh perjuangan untuk mendapatkannya hingga meraih apa yang ingin dicapai. Itulah yang dinamakan cinta, cinta yang sejati yang mau berjuang dengan cara apapun.

Aku memang bukanlah seorang yang romantis untuk kamu dambakan, setidaknya aku belajar dari apa yang kamu minta, meskipun tidak semua bisa aku lakukan.

 

Kamu

Apakah kehadiranku mengganggumu?

Apakah kehadiranku telah merenggut waktumu? 

Hari-hari yang kita lalui bersama, hingga tak terasa pagi menjadi siang dan sore menjadi malam. Adakah kamu mencoba untuk menjadi orang yang tulus dan berjuang untuk cinta?

 

“Cinta itu dipertemukan karena sebuah alasan. Alasan itu bernama cinta sampai kamu menghancurkan niat tanpa alasan”. – London Love Story

 

Kamu

Diam-diam suka

Diam-diam mencintaiku

Palsu…banyak orang yang bilang seperti itu untuk menghancurkan rasa, meleburkan semua impian yang coba untuk di susun menjadi sebuah cerita dan kenangan yang tercurahkan dalam tulisan pena. Sebait kata-kata kejujuran akan menjadi bagian kisah tentang siapa kamu dan aku.

 

Kamu

Nyamankah saat bersamaku?

Nyamankah kehadiranku bisa membuatmu bahagia? 

Kamu berjanji padaku untuk menjagaku sampai nanti berhasil membuatku bahagia. Dan semua yang kamu rencanakan untukku, Karena kamu tak akan pernah merasa sakit jika kamu tak menyadari bahwa kamu sedang terluka.

 

***

Kini…

Semua yang kita lalui bersama bagaikan kisah bukan di negeri dongeng yang tak pernah berakhir dengan bahagia. Kita memang merancang kisah sendiri untuk tidak terikat dalam mimpi di negeri dongeng, namun aku percaya di kamu dapat menjadi orang yang lebih baik dan kamu banggakan demi aku dan demi masa depan, bukan masa lalu yang kita buat kemarin. Sampai kematian memisahkan antara kamu dan aku, tentang kita. Waktulah yang akan berbicara.

“Aku cuma mau bilang, aku menyesal, kenapa aku tidak mengenal kamu dari bulan September yang lalu. Aku merasa dua minggu ini berlalu begitu cepat, seperti setahun kita mengenal lebih lama”. Pesan singkat yang pernah aku ingat hingga sekarang. Dari jauh aku pun tersenyum. “Aku percaya cinta yang Tuhan buat untuk kita adalah jatuh cinta yang diam-diam”.  

 

Jakarta, 18 April 2016

-C-