#SebuahPesan Diam Membisu

Chairunisa Eka
Karya Chairunisa Eka  Kategori Puisi
dipublikasikan 14 April 2016
#SebuahPesan Diam Membisu

Maaf

Maaf apabila kamu masih membenciku

Maaf untuk hati yang pernah tersakiti

Maaf aku yang tak bisa menjadi yang kau pinta

Maaf aku yang tak pernah bisa menyayangimu

 

Pernah

Pernah sekali Aku lihat wajahmu menangis

Pernah sekali Aku melihatmu tertawa

Pernah sekali Aku memintamu memelukku

Pernah sekali Aku menghilang tanpa kabar untukmu

 

Rindu

Rindu sang waktu hanya untukmu

Rindu saat berada disampingmu 

Rindu yang kuhabiskan bersamamu

Rindu saat menggenggam tanganmu

 

Kini

Kini Aku hanyalah angin lalu bagimu

Kini Aku hanyalah cerita untukmu

kini Aku hanyalah masa lalu bagimu

Kini Aku hanyalah sampah untukmu

 

.....................................

Tak pernah kamu ingatkah saat kita masih bersama

Kamu begitu sabar menemaniku

Sekarang kamu entah di mana akupun tak tahu 

Hanya sebait kata yang ingin ku pendam dalam diamku

 

Katamu ingin Aku seperti bidadari

Yang selalu bisa kau pandang sepanjang hari

Memberi kedamaian dan kesejukkan dalam rindu sanubari

Perjumpaan selalu pulang dengan hangatnya pelukmu

 

Sayang...

Kata itu berkali-kali kamu ucapkan 

Kamu sejuta alasanku untuk bahagia

Menjadi yang selalu ingin di hargai

Apapun yang kamu coba lakukan untukku

Membuatku menjadi terlihat sempurna bersamamu

 

Sayang...

Kamu memang amat berarti bagiku

Berat rasanya untuk meninggalkanmu

Caci makimu semua tentangku

Kamu bahkan tidak lagi memperdulikanku

 

Kita...

Sudah terlalu letih dan egois memilih cinta

Tempat ternyaman yang bisa menjadi perinduan

Selepas semua perasaan menjadi berbeda

Yang tertinggal hanyalah kenangan

 

Untukmu Kekasihku yang pernah menjadi bagian setengah hatiku yang sempat kau sempurnakan

 

Jakarta, 14 April 2016

-C-


  • Shinta Siluet Hitam Putih
    Shinta Siluet Hitam Putih
    1 tahun yang lalu.
    coba di inspirasi.co bs cc tulisan, kebarisan para mantan., mbak nis...hehe...

    Sepertinya mengingatkan saya dgn korban perasaan, manteeeppp...!

  • Dinan 
    Dinan 
    1 tahun yang lalu.
    Entah ini Fiksi atau bukan hanya penulis yg tahu.

    Tapi, tulisan ini membuka sedikit saja pintu misteri hatimu yg mungkin saja ada kesempatan atau justru tidak ada sama sekali kesempatan. Walau pintunya terbuka, tapi dikit sekali. Sempit sekali. Entah para pria lajang di sini muat ato tidak untuk masuk.

    *gagal fokus
    *teruntuk Mas Bagus, Berkarya, Faridho atau mungkin PolBah (Polisi Bahasa).

    Mba eka, canda yah... Jgn dianggap serius. Tulisanmu dalam kok sedalam rasamu. Hay...Hay...

    • Lihat 4 Respon

  • Pemimpin Bayangan III
    Pemimpin Bayangan III
    1 tahun yang lalu.
    ^_