#Tugas Akhir Mahasiswa dalam Mengejar Target

Chairunisa Eka
Karya Chairunisa Eka  Kategori Proses Kreatif
dipublikasikan 09 April 2016
#Tugas Akhir Mahasiswa dalam Mengejar Target

Coba perhatikan dulu dengan seksama thumbail yang saya lampirkan demi memenuhi tantangan Anis Ekowati dia sepertinya lagi pusing dengan skripsinya yang stuck ditengah jalan. Percayalah sayapun pernah banget mengalaminya. Thumbail ini sering saya jadikan DP (Desain Picture) di mana saja dimensos, BBM, LINE biar gak lupa sama urusan skripsi. Bahkan saya tidak tidur selama seminggu hanya demi berkutat dengan skripsi apalagi saya harus berperang dengan yang namanya desain untungnya ada teman yang baik hati banget untuk bantuin ngedesain gambarnya. Karena saya ditantang dosen untuk bisa menyelesaikan skripsi dalam 2 bulan harus bisa 3 bab, dan di bulan berikutnya harus bisa sampai 6 bab bayangkan betapa gilanya mencari referensi, bolak balik perpustakaan di kampus, sampai rela bergentayangan di perpustakaan LIPI yang ternyata isinya sangat lengkap buat ukuran mahasiswa seperti saya. Lega? gak juga kudu saya harus rela bolak balik dari lantai 3 ke lantai 4 untuk mencari buku yang jumlahnya bisa ribuan hahaha. Oh ya saya dulu lulusan di salah satu kampus swasta di bilangan Meruya, Jakarta Barat. (boleh nyebut nama gak ya??? sekalian promosi gitu eeeehhh).

Saking dekilnya otak kayak dikejar-kejar maling kudu harus sampai dapat dalam ronde kedua tinjuannya sangat kuat sampai membuat badanku rontok tidak karuan. Bahkan dalam pikiranku setiap hari berpacaran dengan skripsi membuatku sempat terhalang rasa bosan. Stress, depresi, dan rasanya rambut jadi cepat rontok padahal rajin keramas. Begitulah gilanya anak desain. Yang paling sakral adalah bertemu dengan dosen pembimbing bersiap-siap ketika tulisan yang saya buat dicoret disana sini, untung dosen saya baik luar biasa dan selalu memegang kedisiplinan tepat waktu dalam pertemuan bimbingan. Rasanya deg-degan jantung ini mau copot lemas tak berdaya padahal muka dosen saya berparas manis, cantik tetapi menyimpan ketegasan dibalik kedewasaannya, bisa sedikit galak kalau sudah serius melihat karya mahasiswanya. Fiiiiuuuuhhh....Pokoknya saya gak salah deh memilih dosen pembimbing yang baik hati, murah senyum, rajin bergaya aerobik biar awet muda hahaha (kalau sampai bu dosen saya baca ini hebohlah dunia kampus). Mahasiswa paling bahagia adalah ketika melihat hasil tulisannya dicoret sana sini dan dalam waktu teramat singkat dan sungguh menyiksa harus merevisi kembali secepat kilat. Rempooonnggg.. HIDUP SKRIPSI kelar hidup lo.

-------

Screen Shoot Done biar tidak dibilang hoax

Nah biar si Anis ini bisa tidur dengan nyenyak tanpa membuat pikirannya kusut ditengah kerempongan popmie penunda lapar, baiklah saya ajukan diri untuk menulis sesuai dengan jurusan saya. pasti bakalan belum ada yang tahu seperti apa jurusan saya yang sebenarnya. Saya ini anak desain dan gak terlalu pintar-pintar amatlah. Jurusan yang saya ambil ini jurusan desain interior. Dalam hal ini saya harus membuat sebuah karya yang bernilai tinggi, nyaman, dan sesuai dengan estetika. Untuk menjadi anak desain itu gak mudah butuh perjuangan mencari ide brillian yang mampu menarik orang untuk menikmati karya yang kita buat berdasarkan segi ergonomis. 

Banyak hal yang saya dapat ketika mengenyam di bangku kuliah, saya duduk paling depan terus biar paham materi yang diajarkan bukan gengsi-gengsian. Tau kan di sudut profile saya itu seorang Deaf HoH (tunarungu ringan) bukan berarti saya itu tidak bisa mendengar, saya masih bisa dengar kok. Untuk mendengar seperti apa kisah saya nanti akan saya ceritakan di tulisan yang lain atau bisa berkunjung di salah satu blog saya. Di kelas Interior, mahasiswanya paling terakhir cuma 1 kelas di isi 14 orang, sampai berkurang hanya tinggal 11-12 orang dikit banget kan?? lihat saja foto di bawah ini. Mahasiswa paling sedikit hiks...hiks...

Di dalam kelas karya saya tidak di hargai, belajar kelompok di dalam kelas saya cuma sekali dua kali setiap semester saja, semua tugas kelompok bahkan ada yang saya kerjakan sendiri, untuk desain gambarnya teman saya yang buat, benar-benar gak di hargai banget kan?? saya paling seneng belajar kelompok di kelas kewirausahaan disana saya belajar mengemukakan pendapat dan menghargai sebuah karya yang kita buat dari berwirausaha. Teman saya yang baca ini bakalan nyesek ataua nangis kalau sudah mendengar saya menulis ini serasa pengen getok saya kali ya. Ternyata saya malah sukses di tempat lain bukan sesuai dengan bidang yang saya geluti sendiri hahaha...

Dijaman masih kuliah ada hal yang menggelitik, seru, sedih, bahkan tawa. Saya malah pernah berantem hanya karena beda pendapat, nginep di rumah temen buat nyelesain tugas bareng, dan mendapatkan teman di akhir tugas skripsi yang baik hati, penyabarnya ketulungan. Pas lulus rasanya pengen reuni. oke skip...skip...

Oh ya seperti apa sih dunia desain interior? sama halnya anak arsitektur dunia disini bisa dibilang sungguh sangat luar biasa, secapek-capeknya dalam mengerjakan tugas, lembur bikin maket yang terbayarkan dengan hasil memuaskan, ditolak perusahaan untuk mensurvey tugas mata kuliah pun pasti banyak dialami semua mahasiswa desain, tapi gak semuanya ya. Anak desain ini lebih menonjol sering berkutat di hadapan laptop atau komputer demi menciptakan gambar yang bagus rela begadang hanya karena render gambar yang sangat lama. Saya paling senang menciptakan desain di bagian renderingnya rasanya ada perasaan yang sangat lega bin rontok diubun-ubun setelah melihat karya yang saya buat sukses 100 % atau macet. oh ya yang dimaksud dengan rendering ini adalah menggunakan desain sketch-up atau 3ds max dimana setelah karya yang kita buat sudah berhasil diselesaikan pada tahap ini kita harus mulai merender gambar tersebut agar sedemikian seperti aslinya.

Nah pasti semua orang tau dunia interior yang sesungguhnya, yah  kali ini saya ingin kamu coba bayangkan itu sebuah rumah sendiri atau rumah kost terdapat banyak ruangan-ruangan kecil yang terbagi-bagi antara ruang private dan bukan ruang private. Bayangkan sebuah benda itu kasurmu di dalam kamar apakah kamu merasa nyaman dengan kasurmu dalam ruangan yang sempit? pasti tidak nyaman kan, apalagi hanya muat sebuah kasur dan lemari belum lagi mejanya. Jadi kamu membutuhkan ruang yang luas dan dapat bergerak dengan leluasa di dalam ruang kamar yang kecil. Dari segi ergonomis itulah ruang gerak sangat dibutuhkan untuk space yang lebih luas agar kita bisa bolak balik ke ruang kamar dengan ruangan yang lainnya. Jika ada hambatan maka kita akan sulit menjangkau benda yang kita inginkan jika space itu terlalu sempit maka kita membutuhkan ruang yang lebih lebar lagi bukan?

Seperti kebanyakan kasus, menjadi desainer itu banyak tantangannya dan harus mau menerima konsekeunsinya. Karena dunia pendidikan itu tak selamanya buruk. Apa yang kita pelajari di bangku kuliah belum tentu bisa kita dapatkan di dunia kerja. Yang kita kerjakan di bangku kuliah akan sangat berbeda sekali dengan yang harus kita kerjakan di dunia kerja. Mencoba meraih semuanya dan menyelsaikan semuanya dengan baik adalah kebanggaan. Apapun yang kita kerjakan selama itu baik sampai menyelesaikan tugas kuliah akhir, dan membuat orang tua bahagia adalah demi menjadikan kita seorang anak yang berhasil mengenyam pendidikan tinggi. Berbahagialah karena skripsi adalah bagian terakhir dalam meraih toga.

 

Akhir kata saya selipkan Quotes motivasi


  • Polisi Bahasa
    Polisi Bahasa
    1 tahun yang lalu.
    Semoga kehadiran saya tidak mempersulit Ngeblog...

    dibawah => di bawah
    dimana => di mana

  •   Kurirperasaan063
     Kurirperasaan063
    1 tahun yang lalu.
    Gak perlu jagoan Disemua Bidang, superhero aja punya batasan, Inshaallah skripsi rampung, kalo Udah waktunya, di desek dari Segala penjuru Arah mataangin heheeheh

    • Lihat 7 Respon

  • Anis 
    Anis 
    1 tahun yang lalu.
    like dulu, baru baca. nanti komen lagi

    • Lihat 13 Respon