#SebuahCerita Hanya Ada Kamu & Aku (2)

Chairunisa Eka
Karya Chairunisa Eka  Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 07 April 2016
#SebuahCerita Hanya Ada Kamu & Aku (2)

Cerita Sebelumnya :#SebuahCerita Hanya Ada Kamu & Aku

----

Wah ini orang ngajak kemana gak tau tujuan. Aku saja bingung belum pernah ngedate di pantai malah ngajak di tempat lain. Kalau anak abegeh mah pasti ngedatenya di bioskop sambil nonton film-film baru yang lagi heboh. kok aku milihnya pantai.

'Gimana kalau kita kepuncak? puncak asmara?'.

'hahaha...yasudah bagaimana kalau kita makan malam di dekat rumahmu? banyak kulinernya kan?'. Itulah pesan singkat yang dia kirimkan melalui BBM.

Bete campur aduk sepertinya dia type orang yang sangat cuek dan santai. Entah bagaimana pertemuan kedua nantinya apakah akan sama atau berbeda. Tak tahulah lihat saja nanti, batinku dalam hati. Sampai berapa lama aku bertahan untuk menghadapinya, padahal baru pertama kalinya bertemu perasaan sudah tidak karuan. Susah tidur, nafsu makan naik, minum kopi pun bisa habis 2 cangkir untung tidak pakai sianida.

Besoknya kita pun janjian ditempat yang sudah ditentukan, aku datang lebih dulu sebelumnya agar bisa memesan meja yang jauh dari keramaian, biar romantis-romantis gimana gitu. Sudah hampir 2 jam lebih aku menunggu dia tidak datang menampakkan batang hidungnya, telepon tidak aktif, bbm pending, sms belum dibaca dan saya pun lelah untuk beranjak dari kursi untuk membayar secangkir teh panas yang sudah habis ke pelayan toko. Tiba-tiba tanpa disadari dia datang sambil tergopoh-gopoh tepat di pintu keluar. Bak sinetron kami pun terdiam cukup lama, sampai sang pelayan toko memanggil tapi kami berdua acuhkan. Dengan tampang melasnya dia pun mengajak saya keluar dan mencari tempat lain untuk makan malam. Dasar gak gentle, sudah 2 jam lebih aku tunggu juga baru muncul, sambil ngomel-ngomel dalam hati. 

Dengan raut wajah tak bersalah dia pun bercerita di dalam perjalanan kalau dia terlambat untuk memulai makan malam, ternyata diam-diam dia mencoba memberi kejutan lain membawaku ke restoran favoritnya.

'Sudah pokoknya kamu diam saja nikmati perjalanan ya, maaf kalau kamu menungguku sangat lama, sebagai gantinya ku ajak kamu ke tempat restoran favoritku gimana?'. Aku iyakan saja dari pada menolak, karena dari tadi harus menahan lapar cukup lama juga untuk menunggu. Gak asyik banget nunggu orang yang super leletnya kebangetan, demi cari alasan yang gak masuk akal.

Setiba di restoran yang tak bisa disebutkan namanya. Di daerah bilangan Jakarta Selatan, lokasi yang cukup strategis dan mudah dijangkau oleh kendaraan, tapi gak termasuk angkot ya, Angkt kesanaan dikitlaah cuma sampai ke pasar. Perasaan aku pun sudah mulai curiga jangan-jangan dia memberi alasan cuma untuk menyiapkan makan malam istimewa, ah..ngayal yang bukan-bukan.

'Kita sudah sampai, yuk turun disini tempatnya kita akan makan.

'Tunggu sebentar ini restoran seafood kan?'.

'lah iya, memang kenapa? gak suka? ya sudah kita ke seberang saja gimana? sambil makan nasi goreng mau?'. Karena gak enak nolak juga dikasih makan yang enak aku iyakan saja. 

'Kamu duduk disini dulu ya, aku ke toilet sebentar'.

Celingak celinguk melihat orang sekitar rasanya gak enak juga, dengan pakaian yang sederhana dan menurutku tidak terlihat wah tapi pas lah sama warna senada restorannya. Pede ajalah, dari pada gak banget pakaian ribet yang penting nyaman buat dipakai, enak saat makan malam.

'Maaf ya lama, barusan ada telepon orang kantor saya disuruh balik buat ngelembur, tapi karena aku ngajak kamu jadi aku tunda dulu ngelemburnya, lagipula besok juga bisa kok, yuk jadi kamu mau makan apa?'

Sambil melihat menu, busyet semua segala udang ada, cumi ada, paling alergi banget nih sama udang dan cumi.

'Gimana kalau kita pesan kepiting lada hitam, atau ikan bakar, minumnya jus?'.

'Oh boleh yakin kamu mau makan kepiting? atau kita makan ikan bakar?'.

'Oke deal pilih ikan bakar saja'.

'Oh ya ini salah satu tempat makanan favoritku, kadang aku juga suka mengajak keluargaku makan disini, suasananya sangat nyaman, kebetulan restoran ini punya temannya nyokap, dan juga desain resto ini aku yang merancang'. Wah hebat juga nih anak, berbicara dalam hati sambil ngunyah ludah.

'Menurutmu resto ini bagaimana? apa ada yang kurang detail dimatamu?'.

'Maaf ya aku bukan ahli dibagian interior tapi menurutku ini cukup apik, elegan, modern dan menyimpan sisi romantis, tapi lampu-lampu ini kok terkesan dipaksakan sedikit terang ya'

'Nah itu dia kamu betul memang sengaja seperti ini agar bisa membawa dua pasangan terbawa suasana yang sangat romantis, lampu yang sedikit terang sengaja agar meenyimpan suasana sepi yang damai diantara aku dan juga kamu lah'.

'Ya ampun kamu gombal deh'. Sambil mencubit tangan yang reflek tanpa sengaja. 

Makanan sudah siap dihidangkan di meja dan malam ini suasana sangat syahdu ditemani rintik hujan yang mulai turun. Gemercik suaranya membuat kami sama-sama terdiam saat makan, tidak ada suara sambil menatap hidangan masing-masing. Selesai makan, dia mengantarkan aku pulang sampai dirumah. Sebelum pamit dia memberikan sesuatu yang tak bisa aku tolak di belakang mobil dia sudah menyiapkan sesuatu di bagasinya. Dia mulai mengeluarkan bunga dan boneka beruang kecil untukku. kemudian menghampiriku, ternyata selama 2 jam lebih ini dia mencari hadiah untukku termasuk bunga mawar batik yang susah dicari.

'Ini untuk kamu sebagai tanda maaf, jangan lupa bonekanya dijaga baik-baik ya, dan coba kamu pencet kaki beruang itu sekarang sebelum kamu masuk ke dalam kamarmu?'

'Maukah kamu menjadi bagian pengisi hatiku yang kosong?' reflek, aku terdiam mendengarnya dan dalam hitungan ketiga saya putar lagi apakah saya yang salah dengar atau tidak mendengar dengan seksama.

'Jadi apa jawaban kamu?'.

'Bisakah aku memberikan jawaban ini besok, ini terlalu cepat untukku memulainya'.

'Ah...tidak apa-apa santai saja, sudah kamu masuk ke dalam ya di luar dingin. Nanti kamu sakit terima kasih untuk hari ini, aku tunggu jawabanmu besok'.

Keesokan harinya, tiba-tiba dia mengirimkan voice note melalui BBM, yang membuatku takjub dia menyanyikan lagu selamat pagi-nya RAN sambil menyelipkan sedikit pesan,

'Hai kamu selamat pagi ayo bangun, sambut pagimu dengan bahagia kutunggu jawabanmu hari ini'. Ternyata dia sangat romantis juga ya, walaupun agak sedikit cuek. Lalu ku balas pesannya dengan singkat.

'Selamat pagi kamu, terima kasih untuk makan malamnya, apakah ini tidak terlalu cepat? padahal kemarin kita baru saja bertemu?'. Mungkin jaawabanku agak mengecewakan tapi ya mau gimana lagi.

'Aku bukannya memaksamu untuk menyukaiku kok, aku suka sama kamu, kita serasa sudah mengenal sejak lama baru kali ini aku menemukan seorang yang seperti kamu'.

'Oh ya, aku juga merasakan hal yang sama seperti kamu, aku mau kok menjadi pengisi hatimu yang kosong, tapi dengan 1 syarat'.

'Apa syaratnya itu?'.

'jangan lelet'.

'hahahaha...baiklah terima kasih kamu honey untuk jawabannya hari ini'.

----

Hampir 2 bulan ini kita sudah menjalin hubungan dia mulai jarang sekali mengabariku entah itu untuk sekedar menyapa atau telepon jika sedang sibuk. Dan bahkan untuk bertemu saja sudah mulai jarang. Akhirnya aku menyibukkan diriku dengan kerjaan yang banyak bahkan beberapa hari ini aku mulai lembur. Aku jadi takut untuk pulang malam sendiri, aku jadi sering pulang dengan menggunakan taksi atau aplikasi online agar perjalananku terasa nyaman saat tiba di rumah. Tak sengaja di dalam perjalanan pulang aku terperangah melihat sebuah sedan yang sering aku naikkan berada di depanku dan akan menuju di sebuah cafe kecil. Aku meminta mobil untuk berhenti sebentar untuk melihat situasi. Ngapain ya dia disana kok bawa perempuan lain? jadi selama ini dia menghindar dariku agar bisa bersama dengannya. Terlihat sekilas sangat cantik dengan badan yang begitu bagus dan menarik. Mungkin dia mencari yang selevel dengannya. Ah sudahlah aku terus mengomel dalam hati perasaanku campur aduk tak karuan. Aku meminta mobil segera melaju ke arah tujuanku, akupun mulai menangis dalam perjalanan pulang. 

'Mbak, tidak apa-apa nih? suara tangisan mbak bikin saya gak konsen nyetir'. Suara driver membuatku kaget dan mulai berhenti untuk menangis.

'Eh maaf mas reflek aja mas, gak sengaja nangis disini'.

'Mbak jangan nangis lagi ya banyak korban yang sudah nangis di dalam mobil saya ini, mbak orang ke 10 sepertinya yang menangis di dalam mobil saya'.

'Eh maaf mas gak sengaja mas, ngomong-ngomong ini sudah sampai di mana ya'.

'Sudah di depan rumah mbaknya'.

'loh kok cepet pake ilmu apa mas?'.

'lah gak pake ilmu apa-apa mbak kan jalan sekarang sepi kalau malem ya jelas lancarlah mbak'.

'Oke mas ini sisaannya mabil aja yah makasih mas'. Duh..malu dicurhatin driver fiiuuuh.

 

2 hari sudah berlalu, sang kekasih tak kunjung ada kabar sampai akhirnya aku memberanikan diri untuk menyapanya melalui BBM.

'Halo, kemana saja kamu lama tak ada kabar semenjak 2 hari ini, masih sibuk dan berkutat dengan pekerjaanmu?'.

'Hai, sayang maaf akhir-akhir ini aku sibuk sekarang sudah sedikit longgar kamu ada waktu hari ini kah untuk makan malam berdua?'.

'Boleh, jadi gimana kalau kita ke cafe saja yang dekat dengan kantorku?'.

'Boleh dimana, terserah kamu deh kamu yang pilih saja tempatnya nanti aku jemput sepulang kerja gimana?'.

'Oke, baiklah aku tunggu malam ini ya, nanti aku kabari kalau sudah selesai semua pekerjaanku'. Dan kali ini tidak ada balasan lagi sepertinya dia mulai sibuk dengan orang lain. 

Orang yang ditunggu selama 2 hari itu muncul juga di kantorku untuk menjemputku, dalam perjalanan dia terus saja menceritakan hal menarik yang membuatku tak bisa tertawa hari ini. ya dia memang senang sekali bercerita apapun yang disenanginya. Mulai dari hal pekerjaan atau kisah lucu tentang teman-temannya. Kali ini aku akan berbicara cukup serius mengenai kejadian 2 hari yang lalu, tapi aku bingung harus memilih kosa kata yang tepat untuk memulai percakapan dengannya.

'Oh ya bagaimana kalau kamu mengantarkan aku pulang saja hari ini aku tidak enak untuk makan, kita berbicara sepanjang perjalanan ada hal yang ingin aku bicarakan dan tidak pernah aku tahu sama sekali'.

'Loh kok, kamu gak lapar sama sekali? Ayolah kamu harus makan ini kafenya sudah dekat kan, yang mana kafenya?'. 'itu' sambil menunjuk ke arah kafe.

'Oh yang ini yakin kamu mau kesitu? Gak enak loh makanannya'.

'Mau enak atau nggak enak yang penting kita makan disana'. Ada perasaan gugup yang membuatnya tiba-tiba sulit untuk menenangkan diri. Dengan santainya aku tersenyum puas, dan dia tidak bisa menolak begitu saja ajakanku.

'Ayolah kan kamu mau mengajakku makan di kafe yang aku pilih kok malah kita jalan lagi?'.

'Jangan disini ketempat lain saja, gak enak' dengan nada keras seperti orang marah.

'Oh, baiklah' kataku memendam kecewa.

'Yasudah kita makan nasi goreng saja dipinggir jalan'.

'Oke kita makan nasi goreng ya'.

Ada perasaan amat sangat curiga yang membuatku semakin penasaran olehnya. Apakah ini yang dinamakan selingkuh? apa maksud semua itu yang dia bicarakan sampai menolak ke kafe itu, baru kali ini aku melihatnya marah dan membentakku. Apakah dia benar-benar memiliki orang lain? memiliki pacar lain? ah...semua pertanyaan-pertanyaan itu membuatku sakit kepala.

'Dari tadi kamu kok diam saja ini kita sudah di depan nasi goreng, mau makan disini atau di luar?'.

'Eh ya di luar aja yah, sambil menikmati udara malam'.

'Kamu pesankan ya nasi goreng special 2  ya bisa kan?'.

'Iya aku pesankan'.

Dari dekat dia sangat sibuk sekali mengetik-ngetik layar di handphonenya, dan sesekali tersenyum kecil. Apa yang ada dipikirannya hingga aku yang sedekat dia ini diabaikan begitu saja. Tiba-tiba bunyi handphone berdering ada pesan tanpa nomor di WA lalu diam-diam ku buka, ada pesan tak di kenal menyapaku saat nasi goreng tiba di meja, perlahan-lahan aku buka isi pesannya sangat membuatku kaget.

'Hai kamu, apa kabar masih ingat aku? cowok yang sama kamu sekarang itu brengsek, Adikku pernah pacaran sama dia, jangan sampai kamu jadi korbannya, aku sekarang gak jauh dari kamu lihat ke belakang cowokmu'. 

Dheg..itu kan? kenapa dia masih hidup, aku kira dia sudah gak ada.

*bersambung ke edisi selanjutnya

*jari adek lelah bang

  • view 232