#SebuahCerita Hanya Ada Kamu & Aku

Chairunisa Eka
Karya Chairunisa Eka  Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 07 April 2016
#SebuahCerita Hanya Ada Kamu & Aku

Menyenangkan sekali ketika pertama kali kita saling berkenalan dengan satu sapaan klasik 'hai, salam kenal', dan pada saat itulah obrolan singkat itu dimulai. Memang canggung untuk memulai pembicaraan yang terkadang membuat obrolan kita begitu dingin. Baru beberapa jam kemudian obrolan itupun pecah, suara tawa itupun terdengar. Dan kita berbagi kisah keseharian untuk mengusir rasa sepi.

Kamu dan aku memang belum terlibat dalam pertemuan yang istimewa, di dalam hati aku yakin kamu adalah adalah orang yang menyenangkan, dan aku adalah orang yang bisa diajak untuk mencairkan suasana.

'Yuk, kapan kita ketemuan secara langsung? kamu misterius membuat aku ingin berjumpa'. Ahahahaha....kata-kata maut itu pun muncul. 

Pertemuan itu ternyata sangat berbeda sekali dengan yang diobrolkan. Kebalikannya malah, aslinya ternyata sama-sama pendiam perlu beberapa menit untuk membuka obrolan secara langsung.

'Ternyata kamu cantik dengan polesan sederhana tanpa make up, aku suka'. Aaaaaarrrggghhh di dalam hati kamu gombal deh.

'Iya makasih kak eh mas buat pujiannya, kamu ganteng deh'. Padahal dalam hati gantengnya yang mana ya? asal nyerocos aja hahaha.

Sudah hampir 2 jam kita mengobrol minuman yang kita beli pun hampir habis, dia menyarankan untuk mengajak makan malam di tempat yang tidak terlalu ramai kendaraan, makanan enak dan bersih. Tetapi membuat suasana tetap romantis. cieee candle light dinner tanpa lilin. 

Singkat waktu dalam perjalanan yang sangat panjang sehari bersama, rasanya harus segera menyudahi obrolan dan makan malam untuk kembali ke rumah masing-masing. Ada perasaan puas dan menyenangkan untuk pertama kalinya berjumpa. Ya, semua orangpun mengalami hal yang sama juga pada kisah mereka.

----

Hari berlalu, kebersamaan itu pun makin terasa setiap hari menyapa dalam obrolan yang singkat hanya melalui bbm ataupun telepon. Singkatnya waktu pertemuan itu masih dalam bayang-bayang, rupanya aku mulai menyadari kita memang ditakdirkan untuk jatuh cinta, ya jatuh cinta pada pandangan pertama padahal baru beberapa hari berjumpa memang apakah kita memiliki perasaan yang sama itu? padahal kita berbeda bertolak belakang.

'Hai kapan kita ketemu lagi?', sebuah pesan di bbm membuat lamunanku hilang dan akupun mulai tersenyum, aku mencoba untuk membalas pesannya.

'Ya, kapan ada waktu kosongnya ya?'. Entah kenapa tiba-tiba dia mencoba ingin bertemu lagi? perasaanku tak karuan, jantungku mulai berdegup kencang, seluruh badanku lemas semua campur aduk jadi satu.

'Kamu sabtu atau minggu ini kosong? Mau jalan kemana? ada acara?'. Lama juga ku balas untuk memikirkan jawaban yang tepat, padahal minggu-minggu ini aku memang agak sedikit sibuk tapi apa salahnya mencoba untuk bertemu bisa ditebak apa jawabannya nanti.

'Kangen yah? padahal baru kemarin ketemu, weekend kemana ya enaknya, pantai boleh?'.

'Waduh musim hujan begini ke pantai? apa ada tempat lain yang bagus?'.

Wah ini orang ngajak kemana gak tau tujuan. Aku saja bingung belum pernah ngedate di pantai malah ngajak di tempat lain. Kalau anak abegeh mah pasti ngedatenya di bioskop sambil nonton film-film baru yang lagi heboh, kok aku milihnya pantai.

'Gimana kalau kita kepuncak? puncak asmara?'

 

*bersambung ke edisi selanjutnya