Selamat Datang Gaya Hidup Halal

Cepi Husada
Karya Cepi Husada Kategori Ekonomi
dipublikasikan 17 Oktober 2017
Selamat Datang Gaya Hidup Halal

MENGAPA GAYA HIDUP HALAL ?

Dalam sebuah perbincangan pagi di akhir Desember 2015 di Queen Sirikit National Convention Center (QSNCC)Bangkok, DirekturHalal Science Center, Chulalongkorn University Thailand, Prof. Dr. Winai Dahlan mengatakan, bagi umat Islam Halal adalah sebuah keharusan namun juga bermanfaat bagi yang non muslim karena ada kebaikan (thayyiban) di dalamnya.

Maka kini halal menjadi gaya hidup (lifestyle) muslim sedunia sekaligus alternatif bagi non- muslim.”Lawfull, spiritual, sharia sekaligus baik dan menyehatkan untuk semua – rahmatan lil ‘alamin,” tegasnya.

Karena good and healthy untuk semua, maka tak heran dewasa
ini konsep Halal sudah menjadi trendsetter di dunia. Dan sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat modern.

Menurut survey State of the Global Islamic Economy 2014-
2015 Report, secara keseluruhan, pengeluaran konsumen muslim untukmakanandansektor halal lifestyle diperkirakan mencapai 2 Triliun Dollar di tahun 2013 dan diperkirakan akan tumbuh sebesar 9.5 % menjadi 3,7 Triliun Dollar pada 2019. Hal ini menggambarkan bahwa pasar Halal Food dan Halal Lifestyle/ Gaya Hidup Halal sangat potensial.

Potensi itu tersebar sedikitnya mencakup 8 sektor antara lain sektor makanan dan minuman halal, fashion & cloth, bank & keuangan, media & rekreasi, travel, kosmetik, farmasi dan medical care. Dan dapat dipastikan, ke depan sektor halal ini akan berkembang lebih besar lagi dan

beragam.
Bagaimana dengan Indonesia ?

Sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia sejatinya konsep halal sudah menjadi kebutuhan mutlak dan keharusan. Namun dalam kenyataan masih menjadi tantangan besar untuk mensosialisasikan gaya hidup halal di Indonesia. Semua pihak memandang take it for granted untuk masalah halal.

Karena mayoritas penduduk
di Indonesia muslim, maka segala sesuatu pasti halal. Padahal belum tentu. Karena halal tidaknya sebuah produk itu juga perlu pengujian
baik syariah maupun ilmiah.
Inilah antara lain misi SALIHA.ID hadir di tengah masyarakat. Yakni turut mempopulerkan gaya hidup halal di masyarakat sekaligus menggali potensi bisnis di dalamnya, memberikan inspirasi, perspektif, modernisasi dunia Islam dengan bahasa yang ringan, sederhana namun sarat makna dan manfaat, tidak dogmatis apalagi menggurui.

Misi tersebut ternyata mendapat sambutan dari banyak kalangan
di Indonesia termasuk dari Ketua Majelis Ulama Indonesia, KH. Ma’ruf Amin, menurutnya, SALIHAID sejalan dengan misi MUI saat ini, yakni memasyarakatkan Islam washotiyah, yang Modern, Moderat, Toleran dan Manfaat bagi segenap bangsa Indonesia.

Semoga dukungan tersebut sekaligus doa bagi kami agar mampu mengawal, memberikan kontribusi signifi kan bagi tumbuhkembangnya gaya hidup halal di Indonesia.  

  • view 296