Aku Pulang

Harmawati
Karya Harmawati  Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 29 Agustus 2017
Aku Pulang

Aku pulang!

Aku pulang, Kuulangi sekali lagi, meski pada akhirnya ini tidak bisa kusebut  -pulang. Sebab mungkin kaubukan lagi rumahku.

Aku akhirnya memiliki nyali yang cukup untuk kembali menemuimu. Setelah sekian lama hanya berlalu lalang di sekitarmu tanpa pernah berani mampir. Meski niat, tapi tetap percuma. Aku tidak punya keberanian untuk itu. Aku selama ini hanya berani melihatmu dari jauh. Dan diam-diam berharap bahwa tempatku masih belum tergantikan. Masih ada aku di sana. Dengan rasa sesal atas perbuatanku di beberapa waktu yang lalu. Yang membuatku menjadi seorang pecundang yang keterlaluan. Pergi darimu tanpa pamit. Sampai hari ini tiba, akhirnya cukup berani untuk menampakkan diri dihadapanmu.

Aku tidak bisa benar-benar pergi. Bersamamu terlalu banyak rasa yang tidak bisa kubunuh meski sudah kuusahakan dengan baik. Sudah terlalu banyak rasa yang tercipta. Meski sudah pergi dan memberimu luka aku bahkan tidak merasa bersalah sedikitpun. Aku begitu jahat, bukan? Aku harus pulang, rasa ini mendesakku. Apa kauthau, bahwa selama pergiku rasa ini tidak pernah beruah kurang malahan semakin menggunung. Kauharus mempercayainya. Meskipun kenyataan bahwa aku pernah berlalu tidak akan berubah.

Jadi apa aku harus menjelaskan pergiku? Ah, apa aku bodoh, tentu saja harus mengapa harus bertanya lagi?

Baiklah, aku akan menceritaknnya. Dengarkan, kupikir pergiku adalah untuk kebaikanmu. Aku melihat sekitaranmu, di sana terlalu menyilaukan dan membuatku hanya menjadi sesosok bayangan. Aku merasa tidak nyata dan  itu membuatku sesak. Aku tahu kautidak pernah mengatakan itu. Hanya aku yang merasakan demikian. Kautahukan bagaimana penyakit yang pesimisnya aku? Apa aku masih harus melanjutkannya? Jadi, kupikir tempatku memang tidak untuk berada di sana bersamamu. Meski kenyataan itu menyakitiku, aku memilih pergi, memilih diam-diam pamit.

Aku tahu ini salahku mengambil kesimpulan seenak jidat lalu pergi.  Tapi ketahuilah tak ada rumah selama pergiku. Aku bahkan tidak benar-benar pergi, Karena setiap saat aku hanya berkeliaran di sekitaranmu menjagamu dari jauh kupikir itulah yang aku lakukan.

Aku pulang. Dengan harap tempatku masih berada di sana.


Bisakah aku kembali? Samar-samar, tak terdengar

2017-08-29

  • view 90