Aku Cemburu

Harmawati
Karya Harmawati  Kategori Lainnya
dipublikasikan 30 April 2017
Aku Cemburu

Seorang diri. Ini melelahkan. Jujur saja, aku tak menyukainya. Meskipun itu, aku tetap memilihnya. Meski sesekali rasanya begitu sesak menangis dan berbahagia seorang diri. 

Sebenarnya, ini tidak berarti aku benar sendiri. Yah, benar pikirmu. Aku barangkali hanya tidak bersyukur dan selalu melebih-lebihkan dalam berkata. Terserah pendapatmu apa. Tapi, jangan bersikap seolah kamu tahu segalanya. 

Aku selalu mencoba menjadi yang pertama melakukannya. Sebab aku selalu berpegang pada kata-kata ini,

"Segala sesuatunya ada di dunia ini. Jika tak menemukanya atau mendapatkannya maka ciptakanlah sendiri."

Kamu mungkin belum pernah mendengar atau membaca kata-kata yang kumaksud. Wajar, sih. Itu hanya kata-kata yang aku buat sendiri. Tapi kamu pasti kenal dengan yang dua ini.

"Dunia ini dipenuhi dengan orang-orang yang baik. Jika kautidak menemukannya, maka jadilah salah satunya. "

Dan

"Jika kau tak mendapatkan sahabat sejati maka jadilah sahabat sejati itu sendiri. "

Kurang lebihnya seperti itu. Aku bukan  bermaksud ingin terlihat baik atau bagaimana. Aku hanya merasa memang jika aku menginginkan sesuatu makan bukankah seharusnya aku berbuat terlebih dahulu untuk mendapatkannya. Kaumau menanggapinya bagaimana, aku mungkin tidak akan peduli. Jadi tak apa.

Namun, aku merasa berbuat sia-sia. Meski aku tahu, setidaknya ada Dia. Tapi, aku hanya merasa menyakiti diriku sendiri. Kautahu maksudku, kan? Yah maksudku, aku hanya manusia biasa. Bagaimanapun jika aku hanya terus-terus berbuat seperti yang kukatakan sebelumnya tapi aku nyaris tak pernah mendapat yang kucari, rasanya tak nyaman. 

Kamu pasti berpikir, aku melakukannya dengan pamrih dan ingin dapat balasan saja. Itu hak mu, kok. Tak apa. Tapi, tetap saja harus kukatakan bukan seperti itu yang kumaksud. Anggap saja seperti ini " kauberjuang untuk seseorang, selalu ada untuknya, tapi dia hanya abai akan hadirmu, tak berjuang sepertimu bahkan dia sibuk bersama orang lain." kira-kira seperti itulah rasa yang aku maksud. 

Dan, dalam keadaan seperti itu rasanya sama saja dengan memiliki seseorang tapi sebenarnya tidak. 

Ini bukan perihal seorang kekasih. Aku tak ingin mengatakannya, ini perihal apa. Terserah kamu memaknainya. Biarkan saja aku bercerita seperti ini. Agar tak ada yang terluka nantinya. 

Maaf. Aku tahu ini salah. Ini kejahatanku. Aku sudah mempertimbangkannya, seringkali. Pada akhirnya, aku harus mengatakan bahwa kamu "belum" menjadi orang yang kucari selama ini. Ini sebenarnya bukan kalimatku. Tapi, kamulah orang yang membuatku harus mengataknnya padamu. 

Aku kecewa. Ini memang perihal kamu, tapi ini bukan salahmu, kok. Aku saja yang terlalu berharap banyak. Kamu mungkin memang tidak berniat sama seperti yang kuniatkan- perihal kita. 

Aku lalu, memilih sendiri. Meski sedih rasanya selalu saja merasai semuanya seorang diri. Tapi, kurasa ini jauh lebih baik. Setidaknya aku tahu aku memang benar-benar tak memiliki seseorang sepertimu, maka aku tak perlu merasa kecewa. 

Aku masih menunggumu. Terus mempertimbangkan dan meyakinkan diriku sendiri bahwa kamulah seorang yang kucari itu. Aku masih berharap itu kamu. 

Dari semua rasa yang kurasakan tentangmu, yang paling ingin kukatakan hari ini adalah "aku cemburu." Tapi, katanya cemburu itu hanya bagi orang yang tidak percaya diri. Aku Percaya diri, kok. Tapi hari ini aku memang tidak percaya diri.