Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Catatan Harian 12 April 2017   12:35 WIB
COMPLICATED FEELING

Ketika seseorang yang mirip dengan orang yang sedang kurindui tetiba muncul di hadapanku, aku bingung menyebutnya keberuntungan atau malapetaka. Apa kautahu?

Hari ini aku bertemu dengan seorang siswa yang mengingatkanku dengan adikku. Entahlah, aku tidak yakin seberapa mirip mereka, aku bahkan tidak yakin mereka memang mirip. Tapi, anak itu benar-benar berhasil membuat rasaku sesak, semakin merindu.

Kali ini aku benar-benar lepas kendali. Aku menangis sejadi-jadinya tanpa alasan yang jelas. Semuanya baik-baik saja tapi anak itu, aku selalu terpikir olehnya. Aku mendengar sedikit cerita tentangnya, dan itu membuat tambah sakit.

Yah, dia salah satu siswa yang aku ajar. Kuperhatikan dia sedikit berbeda dengan temannya yang lain. Dia tidak banyak bicara dan bergaul. Dia juga jarang ke sekolah. Lalu suatu hari temannya memberitahuku kalau rumahnya jauh dari sekolah. Di atas gunung dan untuk sampai ke sekolah harus menempuh perjalanan jauh dengan jalan kaki.

Oh, Tuhan. Hatiku seperti tertusuk mendengarnya. Aku tidak tahu persis penyebabnya, yang aku tahu hatiku sakit. Sangat sakit. Ini perasaan apa, aku tidak yakin. Empati? Kasihan? atau mungkin dia mengingatkanku pada diriku sendiri? atau begini perasaan guru terhadap siswanya? Hei, aku benar-benar tidak yakin yang mana. Bisa saja semuanya berkontribusi membuat rasaku sesak.

Aku menarik nafas panjang. Aku berpikir apa bahkan hal seperti ini benar-benar sukses membuatku menangis? Kupikir ini bukan permasalahan sederhana tapi apa tidak percuma memikirkannya jika bahkan aku tidak bisa membantu apa-apa? Aku bingung, aku ingin membantu tapi ..... ah sudahlah tak usah kukatakan. Pada akhirnya aku tidak bisa berbuat apa-apa.

Dan, untuk rasa ini. Apa yang akan kulakukan padamu? Apa yang harus kukatakan untuk membuatmu damai dan berlalu? Aku menghargainya,tapi mengertilah ini terlalu membuatku kepayahan. Dan, orang lain menganggap hadirmu tak biasa. Hei, tapi aku tentu saja tak berpikir seperti itu, bukkankah kita satu? Aku mengerti, itu karena kau khawatir dan kau peduli. Dan, itu manusiawi. Tapi percayalah, semuanya akan baik-baik saja. Dia maha tahu. Dia pembuat skenario yang baik. Perihal kau tidak bisa berbuat apa-apa, itu tidak benar. Kau bisa mendoakanya dan memintakan yang terbaik untuknya. Dia maha mendengar dan maha mengabulkan doa.

Karya : Harmawati