My Shameful Story

Harmawati
Karya Harmawati  Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 29 Januari 2017
My Shameful Story

For this several weeks, I’ve challenge myself to read. Aw, it’s shameful to say that huhu. Sangat memalukan memang untuk mengatakan bahwa saya adalah tipe orang yang malas membaca. Tapi apalah daya, that’s the fact; bahwa saya hanya membaca hanya ketika saya butuh referensi, bahwa saya suka pilih-pilih buku dalam membaca -harus ada gambarnya-, dan bahwa saya sering mengantuk ketika berhadapan dengan buku yang padahal isinya mengandung edukasi and totally will give me much knowledge. Meskipun sadar bahwa itu adalah kebiasaan buruk namun, tetap saja tidak mudah mengubahnya, meminimalkannya saja butuh usaha ekstra. And finally …… I’ve been here –in the situation where I challenge my own self. And, I feel so lucky although it’s totally late, but I should be thankful. At least, I could try it. 

Ini memang tantangan pada diri sendiri, tapi saya rasa ini sangat melelahkan. Saya harap usaha ini tidak sia-sia. Meski sampai saat ini saya masih memaksa-maksa diri saya untuk membaca dan di sisi lain diri sayapun selalu berdalih, bersembunyi dari malasnya. Karena saya telah menetapkan berapa halaman yang harus saya baca dalam sehari –minimalnya. Lalu, kadang-kadang saya berpikir dan mendapat bisikan seperti ini bahwa saya bisa melakukannya sekalian nanti. Misalnya saya membacanya sekaligus dalam sehari sehingga hari yang lainnya saya bisa free dari membaca. Ah, padahal kan yang mau saya biasakan di sini adalah kebiasaan membacanya dulu alih-alih hanya menyelesaikan membaca bukunya. Huh, I totally fight with myself. 

Dan, saya akhirnya telah sampai pada keadaan yang saya tidak merasa nyaman sebelum saya membuka buku dalam sehari-semalam. Saya bahkan sudah bisa sedikit lebih lama -tidak mengantuk ketika menghadapi buku bacaan tanpa gambar. Saya rasa ini akan berhasil. Dan, sekarang ini saya mulai memikirkan bagaimana cara agar saya bisa mempertahankan informasi yang saya dapatkan dari membaca agar tetap bisa tersimpan dengan baik di dalam memori jangka panjang saya alih-alih hanya tersimpan di memori kerja, dan bagaimana agar saya bisa memanggilnya dengan mudah ketika saya membutuhkannya kelak. 

Tentu saja itu bukan perkara yang gampang dan cepat akan tetapi membutuhkan proses. Lalu saya memutuskan bahwa langkah pertama yang akan saya ambil yaitu menuliskannya. Saya akan menuliskan informasi yang saya dapatkan dari membaca. Akan ada beberapa manfaat yang saya dapatkan, dan tentu bukan hanya sekedar memanjakan hobi menulis. Selain itu, menulis kembali atau merangkum apa yang telah dibaca adalah salah satu dari strategi belajar efektif, dalam hal untuk menguji diri sendiri atau memastikan sejauh mana kita telah mengingat dan memahami materi yang telah kita baca.  

29.01

thumbnail

  • view 128