When Your Best Friend Becomes A Stranger

Harmawati
Karya Harmawati  Kategori Lainnya
dipublikasikan 15 Oktober 2016
When Your Best Friend Becomes A Stranger

Apa yang akan kamu lakukan jika orang yang selama ini kamu sebut 'sahabat' kini menjadi orang asing bagimu? Sikapnya padamu berubah atau dia menjauhimu, misalnya. Apakah kamu akan melakukan hal yang sama lalu berkata, "Dia tidak perduli lagi, udah berubah. Ngapain juga saya masih peduli atau baik padanya. Memangnya dia siapa? Saya juga nggak bakalan mati kalo dia ngejauhin saya." Oh my, sebaiknya jangan lakukan itu, fellas. Kecuali kalau kamu mau kalau fiendship nya kalian benar-benar faded.

Kamu nggak mau kan kalau misalnya sahabat kamu, a person who always besides you in any situation for several months or even years becomes  a stranger for you or even becomes your enemy. Wah, kan bikin nyessek banget tuh. Dijamin nyesseknya lebih parah daripada diputusin pacar, ehh -_-

Kamu mungkin mau bilang terus saya harus gimana dong? Dia kan udah berubah, udah cuek dan nggak peduli lagi, padahal saya baik-baik aja. Dia nya aja yang emang udah berubah. Dan nggak mungkin saya pura-pura bodoh seolah tidak terjadi apa-apa. Memangnya saya bodoh?

Well, baiklah, kamu memang tidak salah jika berkata demikian. Mungkin kamu tipe orang yang akan memperlakukan orang lain sama seperti orang lain tersebut memperlakukan kamu. Dan itu memang nggak salah sih. Tapi, apa kamu yakin bakalan fine-fine aja kalau kamu besikap demikian pada sahabatmu itu?Ah,  saya rasa tidak, menurut saya sih. Tapi jika ternyata kamu memang tidak baik-baik saja. Jika memang dalam hatimu sebenarnya masih sangat merindukam dan mengingikan your every single  great moments with your bestiest, sebaiknya kamu tunaikan inginmu itu atau kalau tidak, kelak rasa sesal dan  rasa bersalah akan menyerangmu.

I am probably not good in my friendship. But I will always do my best in order to make my friendship better. At least I will try to solve the problem such I was talking about. And for you who face the problem, let me share my manner in solving the problem. Hopefully useful. 

Well firstly, kalau kamu lagi ngehadapin situasi yang saya maksud di atas. Yang harus kamu lakukan pertama-tama adalah ask yourself then ask her/him. Iya soalnya nggak mungkin kan sahabatmu itu berubah tanpa sebab. Pasti ada. Dan ada dua kemunkinan penyebab tersebut. Pertama penyebabnya adalah kamu sendiri dan kedua adalah berasal dari sahabatmu sendiri. Kamu mungkin tidak sadar telah mengatakan sesuatu yang telah menyakiti dan menyinggung perasaanya. Hanya salah paham, sebenarnya. Tapi  dia menjauhimu. Dan mungkin dia bersikap demikian hanya karena dia lagi emosi, tapi karena kamu juga berlaku demikian akhirnya masalahnya jadi double dan tambah ribet. Terus no one of you want to talk firstly karena berasa gengsi atau apa. Jadilah kemudian kalian be strangers as if never knew each others. Makanya kalo udah berasa ada yang nggak beres cepat-cepat introspeksi diri. Terus kalau udah nemu something yang kamu pikir itu penyebabnya maka selanjutnya minta maaflah padanya. Barangkali dia masih mau menerima maafmu. Lalu jika kamu tidak menemui sesuatu yang seperti itu pada dirimu, maka tanyakanlah padanya. Bisa jadi dia memiliki masalah sehingga akhirnya dia memilih untuk banyak diam dan  bukannya cuek padamu. Kan rasanya nggak masuk akal kalau cuma gara-gata  situasinya yang  kayak gitu, terus friendshipnya kalian jadi broke.  Sayang banget tahu.  So, just feel free to ask ^^

The second, kalau emang ada big deal problem which no need to ask anymore, berarti kamu harus langsung action buat solve the problem. Bicarakan baik-baik. Jangan malah sindir-sindiran di media sosial. Insya Allah sesuatu yang dilakukan dengan baik maka akan menghasilkan hasil yang baik pula. Saling memaafkan. Iya dong, kalian kan sahabat. Mau bagaimana kecewanya kamu dengan sahabatmu,  tetap saja itu tidak boleh menjadi alasan untuk kamu membencinya. You're onle human being. Siapa saja bisa berbuat salah.  Dan juga setiap hubungan pasti akan selalu saja berhadapan dengan yang namanya masalah. Iya, itu untuk menguji bagaimana kuatnya hubungan tersebut. Bagaimana kemudian dua orang sahabat tetap bertahan dalam friendshipnya meski berkali-kali ada masalah mengahntamnya. Jadi, selesaikan masalahmu bersama-sama yah. Selamatkan friendshipmu. 

 The last one is when you had tried to do everything in order to solve the problem and then the result is none, probably you only need to be aware. Be aware kalo emang kalian emang  nggak bisa lagi kayak dulu. Dia nggak mau, benar-benar udah nggak mau sahabatan sama kamu lagi. Benar-benar udah berubah dianya. Mungkin salahnya kamu udah benar-benar fatal. Tapi, kamu tidak perlu berubah yaah, apalagi mau ngebenci. Uh jangan deh. Tetap bersikap baik padanya. Ajak dia ngomong. Kamu tidak ada masalah,  kan? Hanya dia yang tidak mau lagi sahabatan sama kamu. Terserah dia mau ngerespon baik atau tidak. Kamu hanya harus bersikap baik kepada siapapun. Iya, kan? Tanpa memikirkan kamu akan diperlakukan baik atau tidak. And, you have no capacity to change your friend's mind about you, how she/he thinks about you, how she/he treats you. But you always can manage yours. So, just be nice ^^

thumbnail

 


  • Anis 
    Anis 
    10 bulan yang lalu.
    ketika aku (yang 'dulu' menjadi sahabatmu) sedang ingin mengasingkan diri, maka ....

    • Lihat 7 Respon