Keresahan Menjelang Wisudah

Harmawati
Karya Harmawati  Kategori Project
dipublikasikan 17 September 2016
Anak Rantau

Anak Rantau


Cerita anak yang jauh dari orangtuanya. Hal-hal yang sering dialaminya. Motivasi dan doa ini untuknya. Selamat berjuang anak rantau -Random-

Kategori Acak

8.6 K Hak Cipta Terlindungi
Keresahan Menjelang Wisudah

Wisudah memang akhir dari perjuanganmu di bangku perkuliahan tapi tidak mutlak sepenuhnya mengakhiri perjuanganmu yang sesungguhnya. Dulu semasa mahasiswa baru, pikirmu, selepas wisudah nanti hidupmu akan bebas, tak ada lagi kuliah ataupun tugas-tugasnya. Tapi setelah berada disemester tingkat akhir, kamu sadar ternyata semua tak sesederhana yang kamu pikirkan. Karena kenyataanya, bahkan saat pra wisudah pun kamu sudah sibuk menyusun dan memikirkan planning-planningmu setelah wisudah nanti. Mungkin ini adalah faktor karena kamu sekarang sudah dewasa, kamu sudah mulai memikirkan masa depan, pikirmu. Atau barangkali memang sebenarnya begitulah cara kerjanya. Akhir perjuanganmu adalah awal dari perjuangan lainnya.

Alih-alih bahagia setelah wisudah dan tak lagi berhadapan dengan tugas kuliah kini kamu harus berhadapan dengan tugasmu yang sesungguhnya. Tugas, tugas yang sebenar-benarnya tugas yang kadang-kadang membuatmu stress. Hum sebenarnya bukan tugas sih, yah hanya saja kamu rasa kamu memang harus melakukannya. Apapun itu, semua yang ingin kamu lakukan setelah menjadi dewasa. Saat ini. Seperti tugas kan? Bedanya kali ini kamu melakukannya karena itu adalah kehendakmu.

Kamu, anak rantau, anak yang kuliah jauh dikampungnya orang,  mulai merasa resah. Sebenarnya, ini tidak akan terjadi pada mereka yang kuliahnya dikampungya sendiri. Tapi, kamu yang anak rantau, banyak hal yang harus kamu pertimbangkan baik-baik. Memilih tetap tinggal dikampung orang untuk kerja atau pulang di kampung halaman sendiri, misalnya.

Saat kamu memilih tetap tinggal ditempatmu merantau, kamu memiliki kesempatan mendapatkan pekerjaan yang lebih baik. Kamu bisa kerja sambil preparing buat ngelamar beasiswa. Tapi kamu bingung karena disisi lain, orangtuamu semakin tua, kalau kamu terlalu  lama tak pulang.. ahh waktumu akan semakin berkurang. Kamu sebenarnya ingin sekali menghabiskan hari-harimu bersama mereka. Kamu sangat rindu kumpul bersama mereka. Setelah sekian lama kamu merasa bersalah karena tak bisa mengurus mereka. Dan setelah wisudah, itulah saat yang tepat untuk menebus semuanya.

Namun, keadannya benar-benar tak sesederhana itu. Saat kamu kembali ke kampung halamanmu. Sekilas semuanya terlihat lebih baik. Tapi, di kampungmu tak ada pekerjaan yang sesuai dengan bidang yang kamu keluti selama kuliah. Bahkan di sana sama sekali tidak ada passion buat kamu. Kamu mungkin bisa melakukannya, tapi bagaimana dengan apa yang kamu dapatkan selama kuliah? Ah, benar-benar buat dilema. Benar-benar bukan pekara yang gampang. Tentu saja. keduanya sama pentingnya menurutmu. Lalu bagaimana kau harus mengambil keputusan?

Pikirkan baik-baik. Minta petunjuk-Nya dalam istikharahmu. Bicarakan pada ayah dan ibumu. Jika memang mereka merestuimu mencari pekerjaan di perantaumu. Maka lakukanlah. Begitupun sebaliknya.  Bahkan jika inginmu tak sesuai dengan ingin mereka, jangan melawan. Percayalah, selama mereka meridhoimu, semuanya akan baik-baik saja. Ini memang berat. Tapi, kau harus ingat ada alasan kau melakukannya. Ada alasan mengapa ini harus terjadi padamu. Tersenyumlah ^^

calm down, myself! everything is going to be fine.

Gowa, 20:08:49

thumbnail

  • view 220