Menulis Bukan Menjadi Penulis

Harmawati
Karya Harmawati  Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 09 September 2016
Menulis Bukan Menjadi Penulis

Buat saya pribadi,

Menulis itu bukan hanya tentang impian menjadi seorang penulis, menciptakan karya. Karena tanpa itu pun saya akan tetap menulis; belajar menulis. Karena kebenarannya, impian itu berawal dari kesukaan saya terhadap menulis.

Menulis itu passion, memenuhi hasrat dan membahagiakan diri sendiri.

Menulis itu bukan hanya tentang menggabungkan huruf jadi kata, atau menggabungkan kata jadi kalimat.

Menulis itu berdamai pada perasaan sendiri.

Menulis itu bukan hanya sekedar berbicara pada pembaca.

Menulis itu berbicara pada diri sendiri, berbicara pada Tuhan.

Menulis itu bukan hanya tentang menyampaikan pesan pada pembaca.

Menulis itu menasehati diri, menguatakan diri.

Menulis itu berdo’a, menulis itu memberi kekuatan.

Menulis kadang-kadang membawa saya pada zona yang sebenarnya tak saya inginkan bahkan tak saya sukai, tapi saya tetap melakoninya. Seperti menyendiri dan tetap terjaga di malam hari, saya rela melakukannya. Saya merasa menulis membuat saya menyukai  kesendirian. Sendiri berarti tanpa teman, tapi entahlah, saya tidak benar-benar yakin mengapa saya tetap berorientasi padanya. Diam-diam saya bahkan mulai menunggu moment-moment itu. Seperti menyendiri di kamar atau tetap terjaga dilarutnya Saya hanya merasa bahwa saya tidak benar-benar sendiri ketika saya sedang menulis. Sepertinya saya benar-benar menyukai aktifitas ini. Hati saya jadi menggebu-gebu saat berbicara hal tentang ‘menulis’ seperti orang yang sedang jatuh cinta, kata orang. 
Semua itu adalah apa yang saya rasa dan dapatkan saat saya menulis. Saya menyebutnya kepuasaan pribadi. Mungkin ini salah satu alasan saya mengapa tetap ingin menulis meskipun tulisannya saya belum ada yang beres masih butuh working hard. Tidak jarang saya baper ehh maksudnya tidak percaya diri dengan tulisan saya sendiri apalagi kalau liat tulisan teman-teman yang keren, jadi tambah ciut saya. Apalagi kalau dengar kritikan yang tidak menyenangkan huh lengkap sudah. Lalu terjadilah perdebatan yang sedikit heboh,

 

Si bijak “udah itu kritikan membangun, harusnya bilang makasih”
Anonymous tulisannya emang jelek. Udah nggak usah nulis, buat apa coba?
kalau kamu berhenti nulis gimana caranya kamu bisa improve kualitas tulisan kamu? kamu nulis aja, jika memang belum bisa menginspirasi, setidaknya menulislah untuk dirimu sendiri.” Si bijak dengan susah payah melawan bisikan-bisikan tidak jelas tapi ngena dihati itu, And finally, si bijak ini akhirnya menang hihi. I keep going on dehh nulisnya ^^

09/09/2016

Tumbnail