Hati, Dengarkan Baik-baik. Ayo Mencipta Bahagia. Ayo Bersyukur.

Harmawati
Karya Harmawati  Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 05 September 2016
Hati, Dengarkan Baik-baik. Ayo Mencipta Bahagia. Ayo Bersyukur.

Bahagia itu tidak berasal dari siapapun melainkan berasal dari diri sendiri. Bahagia itu kita sendiri yang menciptakan. Bahagia itu tentang menerima juga tentang bersyukur. Menerima diri sendiri dengan kekurangan dan kelebihannya, menerima hidup pemberian-Nya.

Menerima berarti kita telah percaya bahwa segala apa yang kita miliki dan yang terjadi pada diri kita telah ditentukan oleh-Nya. Percaya bahwa itu adalah skenario terbaik-Nya untuk kita. Saat kita pecaya dan menerima semuanya dengan ikhlas maka kita akan bersyukur dan jika kita bersyukur maka kita telah menerima semuanya dengan ikhlas.

Orang-orang yang bersyukur itu hatinya lapang. Hatinya dipenuhi oleh rasa terimakasih pada Tuhannya, pada hidup yang jalaninya, pada apa-apa yang dimilikinya. Pada sejatinya orang-orang bersyukurlah yan memiliki segalanya sebab mereka telah merasa cukup dengan hidupnya. Berbeda dengan orang yang tidak bersyukur yang meski memiliki segalanya mereka tidak akan pernah merasa cukup. Karena tidak ada rasa syukur dalam dirinya.

Apa hubungannya dengan bahagia? Tentu saja ada. bukankah bahagia itu adalah perihal perasaan? Jika kita menerima dan bersyukur atas segala apa yang kita miliki maka perasaan kita akan lapang. Orang yang bersyukur akan selalu mengingat Tuhannya. Rasa terima kasih atas apa yang dimilikinya akan mengingatkannya pada Sang Pemberi. Bukankah mengingat Allah akan memberikan perasaan damai tersendiri?

Mengapa orang yang tidak menerima dirinya dengan kekurangannya sendiri tidak bisa merasa bahagia? Sebab masih memiliki penolakan pada diri mereka sendiri,  pada hidup yang dimilikinya. Hal tersebut juga berarti bahwa mereka menolak untuk bahagia. Bagaimana mungkin bahagia akan mampir kepada mereka? Jangan-jangan bahagia memang sudah ada pada perasaan mereka hanya saja mereka pun belum menerimanya. Seperti belumnya mereka menerima diri dan hidup mereka sendiri.

05/09/16

picture: pixabay.com

  • view 256