Hal-hal Yang Harus Kamu Syukuri Menjadi Anak Rantau

Harmawati
Karya Harmawati  Kategori Project
dipublikasikan 03 September 2016
Anak Rantau

Anak Rantau


Cerita anak yang jauh dari orangtuanya. Hal-hal yang sering dialaminya. Motivasi dan doa ini untuknya. Selamat berjuang anak rantau -Random-

Kategori Acak

8.8 K Hak Cipta Terlindungi
Hal-hal Yang Harus Kamu Syukuri Menjadi Anak Rantau

Siapa sih yang mau tinggal jauh dari orangtuanya? Jawabannya sudah jelas tidak ada! Buat aku pribadi orangtua adalah malaikat yang khusus dikirim Tuhan untukku. Bersama orangtua hidup aku seolah terjamin akan selalu baik-baik saja. Ah, rasanya aku tidak bisa menggambarkan dengan kata-kata sosok yang karena cintanya aku bisa berada di dunia ini dan berkisah tentangnya.

Namun, tidak bisa dipungkiri bahwa ada hal-hal yang harus kita lakukan yang entah itu karena lebih penting aku tidak tahu persis, seperti pergi menuntut ilmu atau mencari pekerjaan di kampung orang, misalnya. Kita pergi dan tinggal jauh dari orang, dari rumah dan kampung halaman meski kita sebenarnya kita tak menyukai itu.

Tapi Tuhan itu memang Maha Adil. Dia selalu menciptakan seseuatu dengan sepaket. Meski jauh dari orangtua membuat kita rindu dan cemburu berat akan kebersamaan dengan keluarga dan membuat kita harus mengerjakan segala sesuatunya seorang diri. Namun, kita jangan hanya fokus pada satu sisi saja yah. Cari hikmahnya dan syukuri, seperti hal-hal berikut

1. Dosa pada orangtua jadi berkurang

Karena kita jauh dari orangtua maka dosa-dosa kita tidak akan sebanyak saat tinggal bersamanya.  Kita semua tahu bahwa berkata ‘ahh’ saja pada ibu bisa membuat kita berdosa. Dan banyak hal-hal sepele lainnya yang bisa membuat kita berdosa pada ibu. Seperti berbicara kasar dan melukai perasaanya. Saat ibu meminta bantuan kita dan kita hanya acuh tak acuh karena sedang menonton TV, ini bisa saja melukai perasaanya.

Jadi buat kita yang anak rantau setidaknya kita tidak akan berdosa karena hal-hal sepele tersebut karena kita tidak tinggal bersama dengan orangtua kita. Meski sebenarnya dosa itu akan tetap ada meski kita jauh seperti kita menyalahgunakan kepercayaan orangtua kita untuk kuliah, misalnya. Tapi setidaknya kita tidak memiliki peluang untuk berkata ‘ahh’ pada ibu. Jadi ini akan mengurangi peluang kita berbuat dosa pada ibu juga.

2. Lebih menghargai kebersamaan

Berkumpul dengan keluarga adalah moment yang sangat langka bagi kita, anak rantau. Maka dari itu saat ada kesempatan berkumpul bersama tentu akan sangat disayangkan kalau disia-siakan. Pulang ke kampung hanya sekali dalam setahun. Cuma pas hari raya saja. Sayang seribu sayang jika waktu yang tidak sering  kita temui itu dilewatkan begitu saja. Jadi meskipun kita, anak rantau, tinggal jauh dari tidak perlu khawatir akan lunturnya kebersamaan dengan keluarga-keluarga kita sebab dilain kesempatan saat berkumpul kita benar-benar akan melakukannya dengan sangat baik. Semuanya akan terbayar kok. Selain itu kita juga bisa menghargai arti kebersamaan yang entah itu dengan keluarga sendiri ataupun teman.

3. Menjadi lebih dewasa, mandiri dan hemat

Memang berat hidup seorang diri jauh dari orangtua. Segala sesuatunya harus kita lakukan seorang diri. Dari mulai bangun tidur sampai tidur kembali. Dari Membeli bahan makanan sampai mengatur keuangan dilakukan seorang diri. Soal rindu makan bareng keluarga, nonton TV bareng tidak perlu lagi dipertanyakan. Lalu segelintir masalah menghampiri, tidak ada ibu tempat berbagi cerita, meminta nasihat, tidak ada pangkuan ibu untuk menangis. Ah betul-betul menyermakan situasai ini.

Sepintas kita akan berpikir ‘mengapa hal-hal tersebut harus disyukuri?’ Sebenarnya yang disyukuri itu adalah hikmah dari keadaan tersebut. Sebab tanpa disadari hal tersebut membuat kita lebih dewasa dan tidak bergantung pada orang lain, lebih mandiri. Kita sudah terbiasa melakukan segala sesuatunya seorang diri. Menghadapi masalah yang rumit membuat kita berpikir keras seorang diri tanpa nasihat ayah ataupun ibu. Kita mencari solusi dan mengatasinya tanpa mengandalkan siapa-siapa.

 Ini akan membentuk karakter yang lebih baik dari diri kita yang sebelumnya. Apalagi  masalah keuangan, kita harus pandai-pandai membedakan antara kebutuhan dan hanya keinginan belaka saat berbelanja. Kita akan lebih menghemat sebab selain kita tidak tinggal bersama dengan orangtua kita juga tidak mau kan jika kita di kampungnya orang berpoya-poya sedangkan orangtua di kampung sana banting tulang mencari uang untuk kuliah kita. Duh, jangan sampai, girl.

Intinya, jangan bersedih. Jangan terus mengeluelukan untuk keadaan ini. Meski terkadang rindu dan cemburu akan kebersamaan orangtua tidak pernah benar-benar pergi dari perasaan kita. Percaya saja badai akan berlalu dan pelangi akan menampakkan dirinya. Jika kita melakukannya dengan baik maka kita akan menemui hasil yang baik pula. Ingat, dalam setiap keadaan akan selalu ada hikmah dibaliknya. Dan aku percaya masih banyak hal-hal lain yang harus kita syukuri saat tinggal jauh dari orangtua. Toh, kita juga bukannya tidak memiliki alasan ‘kan memilih tinggal di kampungnya orang. Well, semangat buat anak rantau. Keep fighting!


  • Resty Yustia Syauta
    Resty Yustia Syauta
    1 tahun yang lalu.
    Wahhh... betul banget itu 3 point diatas ????????

    • Lihat 11 Respon