Array
(
    [data] => Array
        (
            [post_id] => 20168
            [type_id] => 1
            [user_id] => 8733
            [status_id] => 1
            [category_id] => 81
            [project_id] => 0
            [title] => Kamu yang Lebih 'Dulu' Menuju Surga-Nya
            [content] => 

Tentang dia yang pergi dan tak lagi kembali .

Mengapa terlalu cepat mengambil keputusan dan berlalu? Kau bahkan tak memberiku kesempatan untuk mengucap selamat tinggal. Apa kau sebegitu yakinnya bahwa aku tak akan pernah bisa menjadi sosok yang membawamu ke surga-Nya sehingga kau memilih untuk pergi lebih dulu. 

Bukankah kau dan aku, kita telah berjanji akan mengakhiri perjalanan ini bersama-sama? Tapi mengapa kau meninggalkan aku di sini seorang diri. Yah, salah satu di antara kita memang pada akhirnya akan pergi lebih dulu, tapi apa harus secepat ini?

Maaf. Aku tahu semua ini bukanlah kehendakmu melainkan kehendak-Nya. Aku bukannya ingin melawannya hanya saja, aku, aku masih belum bisa mengikhlaskanmu pergi. Terlalu cepat dan aku belum siap. 

"Kau terlalu baik dan Sang Pemilik sangat menyayangimu itulah mengapa Ia memanggilmu lebih cepat". Mungkin seperti itu, pikirku.

Sedangkan aku di sini tetap harus berjalan. Aku harus menyelesaikan perjalanan yang aku mulai. Jangan khawatir karena sejatinya kau tetap ada di dalam sudut ruang hatiku. Kau sejatinya tak pernah beranjak dari sana meski beberapa bulan yang lalu aku menyaksikan mereka membawamu ke ketempat peristirahatanmu; menuju surga-Nya. Kau akan selalu di sana. Meski mungkin sudut lainnya akan terisi, tapi tak akan kubiarkan siapapun mengusikmu. Jadi jangan khawatir. 

Aku percaya dari atas sana kau selalu memperhatikanku, kan?

Aku masih ingat dengan jelas kata-katamu sebelum keberangkatanmu, kau bilang aku tak boleh menangis bahkan jika kau pergi dan tak kembali. Katamu aku harus tetap tersenyum meski kau bukan lagi penyebab senyum itu tercipta. Dan jika ada orang lain yang memintaku berjalan dengannya aku harus menerimanya selama aku merasa nyaman. Tapi katamu sosok itu harus lebih tampan dan lebih baik darimu, kau mencoba menggodaku.

Aku memang bodoh, kala itu aku hanya berpikir bahwa kau bersikap aneh. Tak terbesit sedikitpun dalam pikirku bahwa kau sedang bersiap-siap untuk berangkat. Berangkat menuju surga-Nya.

Sampai saat ini aku masih sering menangisi kebodohanku; mengapa aku tak menyadarinya bahkan sedikitpun. Aku bahkan tak tahu kalau kau sedang melawan sakit. Maafkan aku. Aku terlalu percaya diri bahwa kau takkan pernah beranjak dari sisiku karena aku sangat menyayangimu. Tapi aku terlalu angkuh dan tak tahu berterimakasih. Bukankah dirimu adalah milik-Nya sehingga sudah pasti Ia lebih menyayangimu dibandingkan diriku. 

Maafkan aku dan maafkan aku sekali lagi. Semoga kelak masih ada yang akan mempertemukan kita di surga-Nya sana. 

[slug] => kamu-yang-lebih-dulu-menuju-surga-nya [url] => [is_commented] => 1 [tags] => None [thumb] => file_1472008254.jpg [trending_topic] => 0 [trending_comment] => 0 [total_viewer] => 312 [issued] => 0 [author] => Harmawati [username] => celoteharma [avatar] => file_1504151473.png [status_name] => published [category_name] => Lainnya [type_name] => article [kode_multiple] => [total_comment] => 0 [total_likes] => 0 [created_at] => 2016-08-24T10:10:54+07:00 [updated_at] => 2018-09-29T21:09:00+07:00 [deleted_at] => ) [process_time] => 37.118676ms [status] => 200 )