Jangan Takut! Do'a Ayah Memeluk dari Jauh

Harmawati
Karya Harmawati  Kategori Kisah Inspiratif
dipublikasikan 24 Agustus 2016
Jangan Takut! Do'a Ayah Memeluk dari Jauh

Menyendiri sudah menjadi ritual andalannya. Tak pernah alpa ia melakukannya dalam sehari. Menyendiri seperti menulis baginya. Iya, saat ia menyendiri ia bercerita pada hatinya. Ia membujuk hatinya agar senantiasa kuat dan berani untuk menghadapi setiap masalah yang menghampiri tanpa aba-aba. 

"Saat ini kau memang sedang duduk sendiri tanpa teman tapi tenang saja do'a Ayah dan Ibu memeluk dan menemani dari kejauhan sana; menerobos dinding jarak yang menjulang tinggi. Jadi kau tak harus takut. Kau hanya harus tetap kuat, Hati. Bukankah kau percaya bahwa kau tak sedang terdampar di tempat kau saat ini berpijak? Iya, kau masih ingatkan percakapan kita disuatu malam; kita sama-sama sepakat bahwa Takdirlah yang membawa kita ke tempat ini. Itu berarti bahwa Sang Pemilik mempercayai kita, karena Ia tak pernah memberikah titah pada ciptaan-Nya jika ciptaan-Nya itu tak sanggup menunaikannya" Begitu bujuknya pada hati, pada dirinya sendiri

Beribu kilometer dari tempatnya menyendiri, di sebuah tempat yang selalu ia rindukan kehangatannya; di rumah kecil. Di tengah lelapnya mata-mata ciptaan-Nya yang lain, namun ada sepasang tangan sedang menegadah ke langit. Seorang Ayah tengah duduk dengan kekhusyuannya, mulutnya seolah membaca mantra; komat kamit. Tapi tidak, ia sedang merayu. Yah, ia sedang merayu pada Sang Penjaga agar Ia tak keberatan memberikan perlindungan-Nya pada putrinya yang tinggal di seberang sana tak luput dari perlindungan-Nya. 

"Biarkan do'a ini menjadi pengganti tanganku yang kriput untuk membelainya,memeluknya,dan menjaganya. Maka perkenankanlah wahai Sang Penjaga." Bisiknya

Ahh ternyata Anak yang suka menyendiri itu memang benar. Do'a Ayahnya selalu memeluk dan menjaganya dari kejauhan sana.

  • view 244