Hati yang Sakit

Harmawati
Karya Harmawati  Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 22 Agustus 2016
Hati yang Sakit

Tuan pemilik Hati, maafkan aku sebab tak menjaga Hatimu dengan baik. Hati yang kau pinjamkan saat ini tak lagi dalam keadaan sehat. Entah sudah berapa lama ia merasakan sakit ini. Maafkan aku yang tak menyadarinya. Aku selalu mengira ia baik-baik saja sebab aku tak pernah merasakan sakit yang serius. Ini salahku sebab tak memperhatikannya dengan baik. Padahal kau selalu mengingatkan lewat pertemuan-pertemuan singkat setiap harinya. Maafkan aku, Tuan pemilik Hati, maaf telah melakukan kesalahan fatal ini. Lalu bagaimana aku harus mengobati Hati ini? Tuan, apakah engkau tak keberatan untuk berbagi solusi denganku, perusak Hatimu.

Tuan, hanya engkau yang tahu betul tentang Hati ini. Meskipun saat ini akulah yang menjadi pemiliknya, tapi tetap saja pengetahuanku sangat terbatas tentangnya. Bahkan kini aku membuatnya sakit. Tuan, mohon jangan palingkan wajahmu dari diri yang tak tahu berterimakasih ini. Tuan, apakah kau tak keberatan memberikan kesempatan yang entah sudah keberapa kalinya. Tuan, aku takut. Aku telah membuat Hati yang kau percayakan padaku sakit. Aku yang telah membuatnya sakit, aku yang menyakitinya, tapi aku bahkan tak tahu bagaimana aku harus menyembuhkannya. Tuan, Maafkan aku.

Tuan, isinkan aku menjadi salah satu (lagi) orang yang mendapatkan maafmu di antara mereka yang kau pinjamkan Hatimu. Tuan, ke mana aku harus berlari jika bukan kepangkuanmu? Tuan, aku takut akan Hati yang sakit ini. Ia akan membuatku lupa padamu. Ia membuatku lupa segala hal tentang tujuanku, tentang tujuanmu meminjamkan aku Hati. Tuan, ini sungguh tak nyaman. Aku seolah mati rasa. Mati rasa. Tuan, semoga engkau masih enggan mempertimbangkannya sekali lagi. Dan maafkan aku yang menyakiti, membuat Hati yang kau pinjamkan ini sakit. Maafkan aku yang tidak menjaganya dengan baik. Maafkan aku, Tuan. Terimakasih pula untuk Hati yang kau pinjamkan.

  • view 189