Apa tak seharusnya (?)

Harmawati
Karya Harmawati  Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 05 Agustus 2016
Apa tak seharusnya (?)

Ink tentang  mimpi yang selalu dipeluknya dengan erat, mimpi yang selalu di amin kannya dalan sholatnya. Pun langit yang selalu dinikmati dari kejauhan. Langit yang selalu mampu meredam resah hatinya. 

Ia memenjarakannya dalam hatinya. Lengannya yang kecil itu tak ingin melepasnya selalu saja memeluk. Dalam matanya hanya ada bayangan yang tak dikenalnya.

Anak ini memang nakal. Beraninya ia memenuhi hatinya atas semua itu. Bukankah sangat berlebihan? Ia bahkan tak bersyukur pada-Nya atas apa yang waktu yang dipinjamkan-Nya. Dan sekarang ia lupa karena siapa ia bisa seberuntung itu. 

Ia lupa. Lupa bahwa mimpinya adalah milik-Nya. Dirinya bahkan adalah milik-Nya. Duh, bagaimana ia bisa se-pelupa itu. Untung saja, kakinya tersandung oleh kerikil kecil. 

Lalu ia teringat bahwa dirinya dan mimpinya adalah milik-Nya. Bumi tempat ia bermimpi, berpijak, langit yang tak bosan-bosannya ia memandangi sambil memikirkan kisahnya.

Dan semoga saja, ia belum terlambat. Dengan tergopoh-gopoh ia berlali pada rumah-Nya. Semoga belum terkunci. Semoga waktu masih dipinjamkan-Nya untuk memperbaiki lupanya. 

{hanyaceloteh}

Sourcepict : pixabay.com