Tentang membahagiakan dan merindukan Ibu

Harmawati
Karya Harmawati  Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 17 Juli 2016
Tentang membahagiakan dan merindukan Ibu

Hari ini kutemui ibu yang kembali sibuk. Adik akan kembali ke pesantrennya. Ibu selalu seperti itu. Hanya membereskan pakaian anaknya, mepersiapkan kebutuhannnya tapi ibu sibuknya sudah seperti apa saja. Ah ibu barangkali itu karena hatimu bersedih akan berpisah lagi dengan anaknya.Ibu, kau begitu khwatir, sebab untuk beberapa waktu kau tak akan berada disampingnya.

Meskipun bukan waktu yang lama tapi ibu tak pernah siap untuk berpisah dari anaknya. Bukan hanya karena nanti ia akan merindu tapi juga ia khwatir anaknya tak bisa mengurus dirinya sendiri. Khwatir anaknya kesepian. Khwatir anaknya akan sendirian dan khwatir karena ia, ibunya, takkan berada disampingnya.Ibu, kami, anakmu pun tak ingin jauh-jauh darimu. Tapi karena suatu alasan kami harus melakukannya meski harus mencipta jarak yang membentang luas. Mencipta rindu yang menyesakkan dada.

Kami ingin menjadi anak yang berguna untukmu, yang setidaknya kami bisa membuatmu dan ayah tak lagi repot karena kami, anakmu.Meskipun saat ini yang kami lakukan adalah hanya membebanimu saja, membuatmu susah tapi kami berusaha untuk sesegera mungkin mengakhiri semua itu dan terus berdoa agar kelak menjadi anak yang bisa menciptakan pemandangan menyejukkan di wajahmu dan ayah, senyum bahagia.

Ibu, kau akan selalu menjadi orang yang namanya paling sering kami sebut dalam do'a kami, dalam perjuangan-perjuangan kami, anakmu. Kau dan juga Ayah bahkan menjadi alasan kami berada di sini. I love you mom, and I really miss you ♥

*harma