Persahabatan tak sesederhana itu

Harmawati
Karya Harmawati  Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 31 Mei 2016
Persahabatan tak sesederhana itu

Kita telah menghabiskan waktu bersama bukan setahu, dua tahun, tapi lebih dari itu. Selama itu kita selalu bersama-sama menghadapi suka cita. Tapi kini tak lagi, keadannya tak lagi sama.

Kita ini adalah sahabat –itulah yang selalu kita katakan-, tapi saat ada masalah di antara kita kau hanya membabi buta menyalahkanku, tapi tak ada niat untuk menyelesaikan masalah yang ada. Saat aku dekat dengan yang lain, aku bisa melihat matamu menatapku cemburu, tapi kau enggan berbicara padaku. Kau tahu, aku terkadang lelah menghadapimu.

Kini keadaannya tak lagi sama semenjak kejadian itu, aku merasa canggung bahkan hanya untuk menanyakan kabarmu. Setiap kali ingin memulai percakapan denganmu, aku harus memikirkannya baik-baik dan membuatnya senatural mungkin seperti biasanya. Aku harus memikirkan bagaimana responmu nanti, apa kau akan tersinggung atau mungkin aku akan menyita waktu senggangmu dan aku tak ingin terlihat canggung berbicara padamu, aku tak ingin orang lain berbicara tak baik tentang persahabatan kita karena dari lubuk hatiku yang paling dalam aku sangat ingin seperti dulu lagi.

Iyaa seperti dulu, apa kau masih ingat? Setiap hari kita menghabiskan waktu bersama-sama hanya dengan mengobrol saja, melakukan hal gila, ahh aku sungguh rindu moment indah itu. Dulu kita selalu membanggakan akan persahabatan kita, yah aku dan kamu. Kita bahkan berjanji bahwa kita akan bersama-sama terus. Jujur saja aku masih tetap percaya akan janji kita, bahkan dengan keadaan kita yang sekarang.

Kamu, bagaimana kabarmu sekarang? Aku selalu menanyakan kabarmu setiap hari meski tak pernah sampai ditelingamu. Aku juga ingin mengatakan bahwa aku rindu kamu, rindu menghabiskan waktu bersamamu. Meski kini kau telah menemukan sahabat baru, jangan lupakan aku, yah? Aku di sini tak pernah melupakanmu walau sedetikpun.

 

  • view 110