Terimakasih, Ayah

Harmawati
Karya Harmawati  Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 19 Mei 2016
Terimakasih, Ayah

Lagi asyik ngetik, tiba-tiba hp bunyi. Nomor baru,

"Siapa?"

Aku bertanya dalam hati. Tapi aku tetap mengangkatnya. Aku mendengar suara yang entah sudah berapa bulan ini aku tak mendengarnya. Suaranya masih tetap ramah, seperti biasanya. Aku terdiam, lidahku kaku..

"Aayah, ayah ini suara ayah." Dalam hati aku berteriak. Mataku memanas, air mata memenuhi mataku, aku ingin menangis.

"Apa kau baik-baik saja," ayah bertanya khawatir.

"Iya ayah aku baik baik saja," kataku kemudian.

Setelah menutup telephone, aku kembali menangis. Aku bingung, bukankah ini yang aku inginkan, bertemu dengan ayah? Jika ia, lalu perasaan apa ini? Barangkali aku hanya terlalu bahagia. Iya aku sungguh bahagia.

Terimakasih Ayah, sudah meluangkan waktu untuk menemuiku. Aku sayang ayah.

 

  • view 114