Stop, please!

Harmawati
Karya Harmawati  Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 19 Mei 2016
Stop, please!

Pada awal Mei lalu tiga kampus ternama digemparkan dengan kasus pemerkosaan dan kasus pembunuhan yang mana semua korbannya adalah seorang perempuan, mereka adalah dua orang mahasiswa (dibunuh dan diperkosa) dan satunya lagi adalah seorang dosen. Tak lama itu, disusul oleh kejadian yang sama lagi yaitu kasus pemerkosaan dan pembunuhan terhadap seorang siswi SMP. Yah siapa yang tak tahu dengan kasus Yuyun, seorang siswi yang malang yang diperkosa oleh 14 orang laki-laki bejat secara bergiliran. Tak puas dengan itu mereka juga merenggut nyawanya. Mayatnya dibuang dan baru ditemukan beberapa hari setelah kejadian. Masih belum selesai, kasus yang sama pun terjadi lagi di Manado, pemerkosan bergilir oleh 15 pria (lagi). Dua hari yang lalu terdengar kembali berita (masih) dengan kasus yang sama. Seorang gadis (Enno) dibunuh dengan sadis, menggunakan gagang cangkul karena menolak berhubungan badan dengan pembunuh. Mayatnya ditemukan di dalam kamar kostnya dalam keadaan bugil dengan gagang cangkul menancap ke tubuh tubuh.

Ada apa dengan para pelaku bekat itu? Mereka begitu semenamena, mereka membunuh dengan mudahnya seakan nyawa, kehidupan seseorang tidak ada artinya. Mereka tak hanya membunuh, mereka merebut seorang anak dari orangtuanya. Apa hak mereka? Tidak ada! Mereka membuat orang lain ngeri, takut, marah, sedih. Bagaimana bisa seorang yang lahir dari seorang rahim perempuan berbuat hal sekeji itu terhadap perempuan. Bagaimana mereka disebut sebagai manusia jika mereka bahkan tak memiliki perasaan? Mereka menghancurkan banyak kehidupan orang lain.

I'm so sorry of what happened to you, my sister.  My praying is for you.

  • view 140