Tak butuh alasan untuk mencintai, benarkah?

Harmawati
Karya Harmawati  Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 18 Mei 2016
Tak butuh alasan untuk mencintai, benarkah?

Perempuan dalam cermin berkata bahwa mencintai tak pernah butuh alasan. Saat seseorang memiliki alasan untuk mencintai maka akan selalu ada pula alasan pula untuk berhenti mencintai. Lalu jika itu benar, maka tak akan ada lagi orang yang  susah move on atau orang yang masih dibayang-bayangi masalalu sang mantan. Seseorang jika telah menjadi mantan tak ada lagi alasan untuk mengingatnya. "(Dia) telah menjadi milik yang lain," dengan alasan tersebut bahkan tak bisa langsung menghapus perasaan (cinta) seseorang. That's why she said that no need any reason in loving someone.

Alasan untuk mencintai, pentingkah?

I dont know exactly,

Bagiku pribadi yang terpenting adalah (kita) sama-sama tahu dan percaya bahwa kita sama-sama dan saling mencintai. Maka kau tak perlu untuk memikirkan alasan-alasan mengapa aku mencintaimu, sama halnya dengan diriku. Aku tak pernah memikirkan akan hal itu, sebab bagiku ketika kau memiliki alasan mencintaiku maka bukankah itu artinya cintamu itu tidaklah tulus karena memiliki alasan. Dan bagaimana jika alasan kau mencintaiku juga kau temukan pada orang lain? Apa yang akan terjadi?

I confused, but that's about what I believe.

Aku hanya percaya satu hal bahwa selama aku tetap pada rasaku yang hebat ini, itu karena kaupun menyimpan sesuatu yang hebat untukku, (benarkah?). Sudahlah, jika memang alasan itu harus ada, maka cukuplah alasan itu hanya karena aku sungguh sangat mencintaimu.

And I hope that I will only have this feeling (loving you) till later.

  • view 324