Kaulah keberuntungan itu

Harmawati
Karya Harmawati  Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 17 Mei 2016
Kaulah keberuntungan itu

Ini tidak seperti bahwa tak ada teman untuk berbagi, atau terlalu sombong untuk tidak berbagi pada mereka yang kusebut teman ataupun sahabat. Hanya saja aku sedikit takut, takut jika aku memiliki ketergantungan terhadap mereka. Ketergantungan yang selalu ingin mereka disampingku saat aku menghadapi suatu masalah, karena akan ada saat dimana mereka tak bisa ada disampingku. Yah itu tak dapat dipungkiri, sebab meski kami teman, meski kami sahabat namun aku tetap bukanlah satus-atunya orang yang ada dalam hidup mereka. Meskipun mereka ingin membantuku, namun mereka tak ada cara ataupun pilihan untuk itu.

Lalu kuputuskan untuk membawa semuanya sendiri. Toh ini semua bebanku, yang lain tak perlu tahu. Aku cukup berada disamping mereka, membantu mereka sebisaku.  Namun, tak jarang pula aku merasa begitu lelah, ingin menangis, berteriak… dan butuh seseorang untuk mendengarkan keluh kesahku. Dan betapa beruntungnya aku memilikimu, kamu, kamu yang tak hanya kusebut sebagai seorang kekasih tapi juga teman, sahabat, partner sejatiku.

Terimkaasih, karena sampai saat ini engkau masih dengan senang hati mendampingiku berjalan, sehingga tatkala aku lelah berjalan, lelah menatap kedepan namun aku tak bisa berhenti ataupun tunduk, yang ada aku harus tetap berjalan, engkau selalu ada disampingku, sehingga aku tak perlu berhenti berjalan, aku hanya perlu menoleh kesamping, lalu akan kudapati dirimu tersenyum padaku dan menggenggam tanganku, dan kemudian kamu berbisik padaku dengan penuh kasih sayang

“ jangan khawatir, sayang. Kamu bisa melewatinya dan ada aku disampingmu selalu.”

Lalu, akupun akhirnya seperti mendapat kekuatan baru, dan semakin kuat untuk melangkah. Jika kau tak keberatan tetaplah seperti yang sekarang, dan maap kan aku untuk keadaan yang membuatmu tak nyaman.  Aku akan mebcoba sebaik mungkin :)