Jangan Berhenti Berkarya di dalam Filateli Kreatif

sherlyna halim
Karya sherlyna halim Kategori Proses Kreatif
dipublikasikan 20 April 2016
Jangan Berhenti Berkarya di dalam Filateli Kreatif

"Kamu 'kan umurnya sudah segini masih aja kerjain filateli kreatif, mustinya kamu ngerjain filateli tematik tuh untuk dibawa ke nasional hingga internasional" gurauan temanku yang juga seorang filatelis pada pada tahun 2012. Ku tak menghiraukan apa yang diucapkannya. Karena bagiku setiap filatelis punya kecintaan yang berbeda terhadap prangko. Seperti halnya dia yang menyukai tema prangko revolusi atau tentang Wina, sedangkan aku lebih menyukai tema prangko yang modern.

 

Walaupun sama-sama filatelis memiliki kecintaan prangko yang beda dan cara berkreasinya seperti apa. Karena pemikirannya setiap orang berbeda-beda. Ibarat anak kembar belum tentu sama persis gerak-geriknya.

 

Ku memilih filateli kreatif sebagai jalur hobiku kini juga sebenarnya tak lepas dari sosok yang sangat menginspirasiku. Beliau adalah Christie Damayanti, bagiku merupakan sosok mamaku banget. Karena beliau tak pernah putus memberikan inspirasi dan motivasinya. Siapa yang tak menyangka bahwa beliau memiliki keterbatasan fisiknya yang diakibatkan stroke menderanya pada tahun 2010.

 

Walau begitu, bagiku mama Christie, tetaplah mama Christie yg humble banget. Tak heran, kalau dia bisa melakukan banyak hal yang luar biasa. Aku termotivasi dengan beliau sejak beliau mendapatkan 2 penghargaan MURI pada tahun 2014-2015 pada pameran filateli kreatif tema disney dan kain tradisional. Wah siapa yang tidak mau dapat penghargaan atas hasil kerja keras kita? Semenjak itu, aku pun jadi berpacu dengan waktu dan otak, bagaimana menghasilkan sebuah karya yang gemilang walau terlihat sangat sepele. Bagiku seorang manusia tak seberapa, tapi itu berharga dan mungkin saja tak ternilai bagi seorang filatelis. 

 

Karena kita bisa menjadi pengukir sejarah di masa saat ini karena belum tentu untuk tahun-tahun mendatang. Bisa saja tergerus dengan teknologi yang makin canggih. 

 

Sebagai seorang filatelis yang masih harus belajar dari teman-teman yang lebih dulu berkecimpung di dunia filateli. Tak sungkan bagiku untuk minta pendapat dan arahan. 

 

Pada tahun 2015 yang lalu dengan modal nekad dan berani. Aku ikutan Pameran Filateli Kreatif Nasional yang diselenggaraka di kota Semarang. Berbekal 1 panel wayang yang masih belum sempurna 100%. Hasilnya, di sana aku tak lolos kualifikasi para juri.

 

Perasaan marah dan sakit hati tidak ada di pikiranku, karena aku baru mencoba melangkah di awal selayaknya bayi yang baru saja belajar merangkak. Tak mungkin kan bayi itu langsung lari, bisa-bisa mamanya shock berat dengan apa yang dilihat anaknya. 

 

Aku pun begitu. Penasaran banget-nget kenapa aku tidak lolos. Mulai cari tahu dari mama Christie Damayanti sebagai juri, kemudian ke Pak Agus Wibawanto dan Pak Tono D. Putranto (karena aku tidak tahu-menahu sistem penilaian kedua filatelis internasional ini) kalau dicomment bagus saja tanpa saran kritik itu rasanya seperti aku masak ayam tapi lupa garam dan penyedap rasa. 

 

 Di saat waktu senggang ada, mulai aku tanya tentang problem panel kesayanganku ini kepada 1-2 juri. Ternyata problem panelnya salah total karena deskripsi wayangnya terlalu panjang, minim aksesories dan gak ada yang menarik. Pantesan lirikan nilainya jauh banget. Puji Tuhan, aku langsung tahu pokok masalahnya apa. Thanks para juri yang telah mengupayakan banyak hal demi lomba filateli kreatif nasional ini. Pelajaran yang berharga dari Semarang membuat acuan semangat lebih baik lagi. Bagaimana caranya? Cuman 1 saja, yakni jangan menyerah dan terus berusaha. Pokoknya kejadian semacam ini seakan menjadi bahan pembelajaran berharga buatku. Mulai merangkai lebih baik lagi. Berarti semuanya musti di bongkar jika menginginkan hal yang luar biasa terjadi. 

 

Di bulan Desember 2015, KOFKI Jabodetabbek (Jakarta, Bogor, Depok Tangerang-Banten, Bekasi) resmi terbentuk. Pada bulan yang sama, juga diadakan pula lomba dan pameran Filateli Kreatif di KFJ (Kantor Filateli Jakarta). Aku ikutan lagi karena gak akan ada kata rugi. Karena itu motivasi awal aku dalam melangkah Filateli Kreatif. Aku hanya ikut pameran saja. Karena aku membiarkan anak-anak yang sudah bekerja keras itu menikmati hasilnya. 

 

Memasuki Awal tahun 2016, perasaan dan pemikiran untuk membuat Filateli Kreatif makin lama makin gencar saja. Tapi, ada aja yang menghambatnya. Prangko shio monyet pun mengalami kekeliruan di tahunnya. Jadilah, distribusinya harus ditarik. Sehingga jadwal launchingnya pun tersendat. Beruntungnya, aku telah membeli 1 set shio monyet (walau tahunnya salah tapi jadi bahan investasi). 

 

Mulai dipikirkan apa yang mau dibuat. Bikin skenarionya. Kelihatannya memang mudah, tapi menguras pikiran dan tenaga. Karena untuk menyelesaikannya butuh waktu 2-3 jam per hari. Alhasil pinggangku ikutan nyeri. (Karena keseringan kerja duduk di lantai). Apa hasilnya ? Hasilnya, aku berhasil mengerjakan dengan baik dan meraih piala kemenangan. 

 

Memang ini adalah hal yang pertama untukku, tapi aku terus tetap memacukan adrenalinku untuk meraih yang terbaik. 

 

Ucapan terima kasih sebesar-besarnya terhadap orang-orang yang selalu ada untuk hidup aku. Terutama dan paling utama adalah pada Tuhanku Yesus Kristus yang luar biasa memberikan anugerah dan berkat untuk aku, kemudian untuk Ibu Ida Nurhayati, Kepala Kantor Filateli Jakarta yang sekaligus Ketua Penyelenggara acara ini. Teruntuk mama terkasihi, Christie Damayanti yang selalu memberikan dorongan semangat dan motivasi untukku. Untuk para Juri, Pak Lutfie dan Pak Rizal thanks pak telah menilai hasil karya ini, untuk KOFKI JABODETABBEK yang ada aku di bagian dalamnya. Semua keluargaku yang sangat aku sayangi selalu. Love you all 

  • view 364

  • Pemimpin Bayangan III
    Pemimpin Bayangan III
    1 tahun yang lalu.
    Tulisan unik, suka... ^_

  • Irfan Kriyaku.com
    Irfan Kriyaku.com
    1 tahun yang lalu.
    Kereeeennn... saluuuutt...lanjutkan mbak..
    .
    .
    .
    Tapi maaf, kritik tentang gaya tulisan mbak boleh kan...?
    .
    .
    .
    Tolong usahakan membuat tulisan atau artikel ini dibikin paragraf atau penggalan-pengalannya, biar para pembaca menikmati tulisan yang mbak buat...
    .
    .
    .
    Semoga sukses terus meluncurkan karya-karya kreatif dari filateli nya...

    • Lihat 2 Respon

  • Chairunisa Eka 
    Chairunisa Eka 
    1 tahun yang lalu.
    typo
    Nama orang cetak tebal
    Waah > Wah,
    Disana > Di sana
    banget,nget > banget-nget
    dicomment > di comment
    Jabodetabbek > jabodetabek
    dibuat. > di buat

    Maaf bebebku typo mu banyak sekali hihi...ayoo di edit ulang lagi ntar kena tilang polisi bahasa