4 Alasan Prediksi Harga Bitcoin akan Tersaingi oleh Bitcoin Cash

Celie G
Karya Celie G Kategori Ekonomi
dipublikasikan 08 April 2018
4 Alasan Prediksi Harga Bitcoin akan Tersaingi oleh Bitcoin Cash

 

Di samping ada yang memprediksi kalau harga Bitcoin akan terus naik di tahun 2018, ada pula yang memprediksi bakal turun. Agaknya para pakar yang bikin prediksi harga Bitcoin juga melakukan hal yang sama dengan Bitcoin Cash. Pada tahun 2018 ini, sejumlah pakar menyebutkan bahwa harga BCH akan menyaingi BTC. Kenapa bisa terjadi?

1. Kinerja Konfirmasi Bitcoin Lebih Lambat

Apakah di dunia ini ada orang yang menyukai masa-masa penantian? Pasti tidak ada. Pada awalnya, Bitcoin Cash dihadirkan sebagai solusi atas kelemahan Bitcoin. Ketika terjadi hard fork atau masa-masa Bitcoin tidak bisa diakses, Bitcoin Cash jadi solusinya karena memiliki space yang lebih besar.

Setiap detiknya, Bitcoin hanya mampu melayani 6 transaksi. Sedangkan setiap menit, pemrosesan datanya maksimal 1 MB. Berbeda jauh dengan Bitcoin Cash yang mampu menampung 8 MB setiap menitnya. Semakin banyak yang bertransaksi Bitcoin, kinerja konfirmasinya secara otomatis jadi lebih lambat dari Bitcoin Cash.

2. Biaya Devaluasi Token Bitcoin yang Tinggi

Devaluasi token Bitcoin ini ada kaitannya dengan penukaran keping Bitcoin ke dalam pundi-pundi Rupiah. Wajar saja kalau biayanya cukup tinggi. Soalnya kan sampai sekarang Bitcoin belum diakuisisi negara mana pun di dunia. Alat tukar maupun pembayarannya juga sama-sama via digital, misalnya dengan PayPal atau lainnya. Belum bisa langsung ke Rupiah.

Sedangkan biaya devaluasi token Bitcoin Cash cenderung lebih murah. Itulah kenapa banyak yang membuat prediksi harga Bitcoin akan tersaingi oleh juniornya, Bitcoin Cash. Sampai detik ini pun berdasarkan laporan dari CTO Emil Oldenburg, bahwa para investor Bitcoin mulai menjual koin-koinnya dan pindah ke Bitcoin Cash.

3. Isu Hard Fork Bitcoin dan Kemunculan 11 Koin Baru

Nama Bitcoin memang tetap akan jadi legenda dan raja. Tapi bukan tidak mungkin kalau nama peranakannya bisa lebih tenar daripada Bitcoin. Sebut saja Bitcoin Cash. Dulunya belum ada yang terpikirkan ada nama Bitcoin Cash. Berkat adanya hard fork pada Bitcoin, terciptalah nama ini yang terus bertambah nilainya sepanjang tahun.

Pada tahun 2018 ini, nama Bitcoin akan semakin melambung. Diprediksi kalau melambungnya nama tidak seiring dengan harga per koinnya yang terus menurun. Apalagi terdapat isu hard fork yang lebih tajam lagi. Ke depannya jenis koin baru akan bermunculan, seperti Bitcoin Platinum, Bitcoin Cash Plus, Super Bitcoin, dan lain-lain.

4. Adanya 3 Node Bitcoin Cash yang Berasal dari Tokennya

Meskipun Bitcoin Cash belum ada tanda-tanda hard fork, pihaknya sudah membuat daftar node sebagai solusi kalau hal itu benar-benar terjadi. Dengan kata lain, mata uang Bitcoin Cash nantinya bukan lagi sebagai solusi atas hard fork Bitcoin sang raja. Tapi menjadi mata uang digital yang mandiri, kendatipun masih menggunakan nama yang relatif sama.

Andaikata terdapat hard fork, maka akan muncul nama-nama seperti Bitcoin ABC dengan batas ukuran 8 MB. Kemudian Bitcoin XT yang transaksinya lebih murah. Terakhir, ada Bitcoin Unlimited. Sampai sekarang orang memilih investasi ke Bitcoin Cash karena biaya transaksi maupun devaluasinya yang murah. Entah kalau nantinya ikut-ikutan hard fork.

Dengan prediksi harga Bitcoin yang akan tersaingi oleh Bitcoin Cash, bukan berarti koi BTC akan tamat. Justru akan lebih melegenda karena semakin banyak peranakannya. Apakah Anda sekarang lebih suka investasi ke Bitcoin ataukah ke Bitcoin Cash? Kedua-duanya memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing. Tapi pastikan pilih yang terbaik.

  • view 89