Mawar dan Matahari

Ani
Karya Ani  Kategori Puisi
dipublikasikan 29 Januari 2016
Mawar dan Matahari

Setangkai mawar yang hampir mekar terjaga di sebuah pot?

Seolah tak ingin disentuh, sang mawar ditaruh di ujung sudut petak taman kecil?

Walaupun melati, kenanga, dan anggrek, berjejer siap mengelilingi sang mawar?

Namun Ia hanya pada tempatnya sendirian,?sambil sesekali melempar senyum pada kawannya yang berada di tengah taman

?

Sekilas mawar bisa tampak segar saat sinar matahari menampakkan dirinya?

Memberi sinar kehangatan, sehangat?pelukan kumbang jantan untuk betinanya

Disatu waktu mawar bisa layu saat sinar matahari memudar lalu perlahan redup

Seolah nyawanya hilang separuh

?

Bak awan mau hujan, dia mendung

Seakan kolam ikan tak dikuras, dia?keruh

?

Melati bilang, "Sinar matahari boleh saja redup, kau juga boleh layu. Tapi cukup disatu waktu. Karena sebentar lagi akan ada cahaya bintang dan bulan silih berganti. Siap menerangi dan menemani engkau yang sendiri."

Kelopak mawar berguguran sehelai demi sehelai seolah menangis berderai air mata. "Aku hanya ingin sinar matahari, melati. Bukan yang lain."

Kenanga dan anggrek tidak ketinggalan menyapa sang mawar, seraya berkata "Biarlah hari ini ia redup dan kau sebentar layu. Karena esok, akan ada sinar matahari baru yang punya sinar lebih hangat dari yang sebelumnya telah redup. Sinar matahari baru yang kuat menghangatkanmu hingga kau tetap mekar dan tak akan lagi pernah layu."

?

?

pict.source

  • view 233