Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Motivasi 30 Juli 2018   20:14 WIB
KENDARAAN ASA

Banyak jalan menuju Roma. Pepatah ini sangat logis dan benar. Saya sepakat sekali. Dalam mencapai tujuan, selalu ada banyak cara. Selalu bisa melalui aneka jalan. Tentunya, ada beragam kendaraan pula yang bisa digunakan.

Coba bayangkan untuk pergi dari Semarang ke Surabaya.  Jarak dua kota besar ini bisa ditempuh dengan banyak cara. Bagi mereka yang sibuk, akan menyingkat waktu perjalanan dengan pesawat. Tentunya, jika kocek di kantong mereka cukup banyak. 

Naik pesawat selain cepat bisa memberikan pengalaman tak biasa. Misalnya saja melihat gugusan-gugusan awan. Pun, deretan rumah-rumah yang tampak menciut dari ketinggian. Berada di ketinggian juga membuat kita merasa kecil dan bukan siapa-siapa. Sekali terpelanting, maka hidup akan berakhir. Kadang, naik pesawat bisa menjadi jalan menemukan rasa syukur.

Lalu bagi mereka yang cukup banyak waktu, bisa memilih bus. Waktunya lebih fleksibel. Tidak terikat jadwal seperti pesawat. Jika ketinggalan satu bus, masih ada kesempatan dengan bus selanjutnya. Tanpa perlu rugi uang. Inilah untungnya karena tidak harus membayar di awal.

Naik bus kadang memberikan rasa tidak nyaman. Belum lagi jika bus tanpa pendingin. Hawa panas akan menemani sepanjang perjalanan. Apalagi, jika perjalanan berlangsung di waktu siang.  Tapi hanya dengan naik bus, kita mendapat pengalaman beda. Misalnya bertemu banyak pengamen. Mulai dari yang suaranya nyaring hingga yang melengking. Ada pula ibu-ibu yang menggendong anak kecil sambil meminta sumbangan. Entah betul anaknya atau bukan. Lalu, bisa kita jumpai pedagang masker serbaguna yang melakukan tutorial. Semua itu menjadi warna lain dalam perjalanan naik bus.

Bagi mereka yang pergi ke Surabaya dengan kereta akan mendapat hal yang tak sama. Mereka akan merasa diprioritaskan karena kereta punya jalannya sendiri. Setidaknya dengan trek itu, ada perasaan lega tidak akan salah alamat. Sebab jalurnya telah diatur sedemikian rupa.

Penumpang kereta juga bisa sampai di tujuan lebih cepat. Tak kalah jauh dari peswat. Padahal, harga yang perlu dibayar bisa relatif murah. Bergantung pada kelas apa yang digunakan. Mereka yang naik kereta akan dimanjakan dengan pemandangan sawah dan sesakali menyeberangi jalanan umum. Untuk kereta, semua orang rela berhenti. Seolah-olah, tak akan ada yang menghalangimu sampai ke tujuan.

Mereka yang berkendara sendiri justru memiliki kuasa paling penuh atas perjalanannya. Mereka bisa mempercepat lajunya. Pun, melambatkannya. Mereka juga bisa berhenti kapan saja. Mereka yang pergi ke tujuan dengan kendaraan sendiri akan belajar tanggung jawab. Mereka adalah penentu atas tiba atau tidaknya di Surabaya. Mencapai tujuan dengan cara ini juga tak pernah salah asal dengan persiapan yang tak sembarangan.

Entah lewat kendaraan apa, tujuan Surabaya bisa dicapai oleh siapapun. CIta-cita manusia juga begitu. Bisa ditempuh dengan banyak cara. Kadang kita merasa jalan kita terjal, sulit dan lamban. Tunggu dulu, barangkali kamu sedang jalan kaki dari Semarang ke Surabaya. haha. Lalu ada orang yang cepat sekali sukses dalam menggapai cita-citanya. Bisa jadi, modal dia cukup banyak untuk jadi si penumpang pesawat. Atau mungkin, dia adalah si hoki yang menang tiket gratisan.

Lalu bagi kamu yang merasa segalanya sudah di jalur, tetap waspada. Kereta yang melaju di jalannya juga bisa diganggu oleh kendaraan lain yang sial karena tak ada palang pintu. Itu berarti, segalanya tak hanya soal kamu. Hati-hati agar tidak egois dalam perjalananmu ke tujuan.

Maka, apapun kendaraanmu, tetaplah yakin satu hal. Suatu hari tujuan semua manusia adalah sama. Entah terasa cepat. lambat, nyaman,sulit atau penuh rintangan. Semuanya akan menemui akhir tujuan yang sama. Yakni menjadi sebaik-baiknya manusia. Menemukan jawaban untuk apa kamu dikirim ke dunia. Setiap manusia mestinya menemukan tujuan ini. Agar hidupnya bisa lebih berarti.

Karya : Okky Rahayu