Ilalang dan angin timur

Catatan Ilalang
Karya Catatan Ilalang Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 17 Desember 2016
Ilalang dan angin timur

Kamu tahu kenapa aku menyebutmu cinta? Bahkan ketika semua terasa sulitpun kamu masih aku panggil dengan nama itu.

Meski begitu, definisiku akan kata itu seakan tak teraba. Hanya seperti sehelai ilalang di bawah langit semesta ini, di mana ilalang ilalang lainnya begitu tumbuh segar dan menjulang tinggi, rapi, tertata apik, dan dihargai rupiah.

Definisiku akan cinta, akan kamu, adalah definisi sederhana yang terayun di tengah-tengah angin timur. Yang berupa kasih, perhatian, persahabatan dan kesungguhan. Ada juga irama-irama kejujuran, kesederhanaan dan saling mengingatkan di sana, dan entah apa lagi yang terbaca di helainya.

Tapi satu hal yang pasti, cinta itu, ilalang itu, akan selalu berayun dalam tiupan angin, entah itu angin timur, angin selatan, ataupun mungkin hanya dalam hembusan nafas yang melambat.

Aku mencintaimu, aku mencintai cinta, dengan seikat ilalang, bersamaan dengan tiupan angin timur, di atas padang rumput, di saat senja merangkak, di waktu ashar, hingga mungkin nanti .. Entah kapan, hingga ayunan ilalang itu berhenti ... 

Catatan Ilalang, Desember 2016

  • view 186