Gelisah (tentative)

Catatan Ilalang
Karya Catatan Ilalang Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 23 November 2016
Gelisah (tentative)

Ketika aku memutuskan bahwa kamu adalah cuacaku, musimku, baik dalam terang atau gelapku, maka aku sudah sepenuh hati bersiap menghadapi badaimu, meski aku tak tahu seperti apa aku akan terombang ambing oleh puting beliungmu nantinya ..

Tapi ketika malam datang dan engkau memutuskan pergi serta tak peduli pada itu semua, jiwakupun melayang dan tergantung di tenggorokanku. Bahkan air mata pun, sempat terjatuh dari hati yang keras ini..

Setelahnya, dengan menghujam dan mematikan jantungku sendiri, aku berusaha merangkak, dan tertatih berdiri, dengan bantuan tangan-tangan yang aku abaikan selama ini ..

Malu, gelisah, ego yang hancur pun harus aku alami dalam gelap sendirian dengan sesekali mendapat pelukan sambil lalu dari pengelana yang mengiba...

Sungguh, lubang gelap itu telah mengisi hatiku dengan kekosongan, hingga ketika aku melihat pagi, yang aku dapati adalah bibir yang membiru, tangan yang kusut digerogoti dingin serta luka menganga di dadaku....

Bagai mayat hidup aku menari dalam waktu sekali lagi. Tersenyum dengan kehilangan ruh, dengan mata yang terbujur mati .. Hingga datang saat ketika jantungku mulai berdarah lagi, saat ketika aku dengan pedih menusukkan jarum dan benang ke kulitku sekali lagi, merasakan perih dan darah yang hangat mengalir di tanganku, yang menutup luka itu sendiri ..

Dengan tersenyum aku merasa heru dan gembira, ternyata jantungku masih mau berdetak, masih mau mengalirkan darah, masih mau merasa, masih mau hidup sekali lagi ..

Aku kini hidup dengan tambal sulam luka yang kadang masih menanah, yang kadang masih berdarah, namun entah mengapa berdegup tenang dan merasa gembira dengan kekalahan yang telak kemarin ..

Karena jika itu tak terjadi mungkin aku tak menghargai nadiku, mungkin aku tak akan menghargai mentari dan purnama sebagai sahabat seperti ini .. Mungkin pula aku akan mengungguli angkuhnya gunung, atau hilang tertelan dalam dan gelap nya samudera ...

Aku di sini, menatap langit dengan senyum dan senang, di antara debur ombak yang menenangkan .. Dan dengan jiwa yang menghangat dan pikir yang terkosongi perlahan .. Dengan hati melembut, aku mengucap " .............................."

Catatan Ilalang, September 2016

  • view 350

  • 31 
    31 
    11 bulan yang lalu.
    Jahat sekali dia ya?

    • Lihat 10 Respon

  • SAM FIRDAUS
    SAM FIRDAUS
    1 tahun yang lalu.
    Mengucap Syukur kak