Apa itu cinta? tanya nya

Catatan Ilalang
Karya Catatan Ilalang Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 03 Juli 2016
Apa itu cinta? tanya nya

"Cinta itu apa sih?" begitu tanya nya pada ku. entah apa yang membuatnya menanyakan hal itu padaku,
padahal selama ini dia sendiri terlihat tak begitu tertarik dan peduli tentang hal semacam itu.

Hal ini tentu saja sedikit mengagetkan ku dan menyita perhatianku.

Sejenak aku berpaling dan menatap gadis manis berambut panjang sepunggung yang lagi berjalan santai bersamaku di sini, kemudian tersenyum menatapnya bertanya, "kenapa? Kok tumben kamu nanya nya masalah itu?"

Dia menatapku balik dan tersenyum seadanya berkata, "Gak apa-apa, tiba-tiba aja kepikiran yang kayak gitu."

Hmm ... Aku menelisik matanya, berusaha mencari tahu sesuatu di sana. Mata itu masih saja berbinar
indah dan melenakan. Mata yang ceria dan bening yang hampir selalu menyapaku dengan riang. Tapi ada sesuatu yang sedikit berbeda sore ini, entah kenapa aku dapat menangkap sebaris kesenduan, segurat kesedihan di ujung mata itu. Dan itu menusuk ku dengan cepat, perih rasanya.

"Aku sendiri gak ngerti kok masalah itu, cuman yang aku tahu kalo cinta itu definisinya luas sekali.
Dan setiap orang punya definisi sendiri. Banyak penulis kawakan dan amatir yang punya definisi yang
berbeda, dan banyak pula pengikut dari mereka. Ada yang bilang cinta adalah pengorbanan, cinta adalah perjuangan, cinta adalah kasih sayang, cinta adalah peduli, cinta adalah rasa hangat yang dirasakan ketika bersama seseorang. Ada juga yang bilang kalo cinta adalah rasa nyaman, Aku sendiri pernah ngambil konsep dari si penulis terkenal pengarang romeo n juliet .... Si siapa tuh namanya? aku lupa?" tanyaku sambil tersenyum bodoh kepadanya.

"...." Dia diam.

Dan aku tahu rupanya hal ini adalah hal yang serius baginya.

"Anyway. Kalo kamu mau nyari referensi tentang hal itu coba deh baca-baca novel roman, puisi-puisi dari luar dan dalam negeri. Coba kamu cari referensi itu sebanyak-banyak nya. Tapi jangan nonton sinetron di tv yah, gak pernah aku nemuin cerita yang bagus dari situ."

"Coba deh kamu baca-baca novel-novel dari penulis-penulis lama. Buat aku mereka begitu lugas dan jujur menceritakan semuanya, nuansanya, kegembiraan, kesedihan, kegetiran, kelegaan, dan hal-hal lainnya tentang cinta. Aku suka cara mereka merangkai kata dan membuat cerita, ngebaca itu seakan-akan aku bisa ngerasain perasaan tokoh di dalamnya."

"Lagu juga bisa kok dijadikan referensi. Lirik-liriknya juga ada yang bagus dan ngejelasin apa itu cinta dari sudut mereka sendiri. Tapi terus terang yang paling aku suka yah musik-musik instrumental. Belakangan ini malah aku suka sekali ngedengerin musik-musik kayak gitu, piano terutama. Coba deh kamu dengerin 'River flows in you' sama 'kiss the rain' nya Yiruma ... Keren loh lagunya." jelasku panjang lebar.

Kemudian aku menatapnya kembali dan dia hanya terdiam mendengarkan dan menatap jauh.

"Tapi pada akhirnya, kamu sendiri lah yang harus memutuskan apa definisi cintamu sendiri. Dan itu
biasanya butuh pengalaman yang bener-bener menghantammu sampai kamu patah berkali-kali, butuh penyadaran berkali-kali lewat pengalaman-pengalaman yang manis dan juga pahit, butuh pembelajaran dan pengingat dari apa yang kita alami sehari-hari." Jawabku berusaha bijak, karena aku tak ingin memaksakan konsep apapun pada dirinya. Biarlah dirinya sendiri yang menemukan dan memutuskan hal itu.

Ia terdiam sejenak, berusaha memikirkannya sambil menyendok es krim vanila kesukaannya yang
entah kenapa belum dihabiskan dari tadi...

"Terus kalo buat kamu sendiri apa arti rasa cinta itu?" tanya nya kemudian.

"Ha ha ha ... Aku gak tahu sih sebenernya, masih bingung dengan itu semua. Hal-hal yang selama ini
aku anggep cinta ternyata gak terlalu berarti buat orang yang aku cintai sih, jadi belakangan ini
entah kenapa aku merasa hambar kalo ngomongin hal itu."

"ohhh ..." cuma kata itu yang keluar dari bibirnya.

"Tapi kalo memang aku harus mendefinisikan itu, mungkin buat aku cinta itu adalah hal-hal sederhana
tentang kejujuran, kesetiaan, penghargaan, ketulusan, rasa sayang, peduli antara satu sama lain,
juga tentang penerimaan dan kecukupan." Jawabku setelah diam sejenak.

Dan dia hanya terdiam, membuang cup ice cream nya ke tempat sampah terdekat dan mengambil jacket ku yang aku pegang sedari tadi kemudian memakainya sambil berkata, "Aku kedinginan .."

Dan dengan lembut di raihnya lenganku, memeluknya serta meletakkan kepalanya di bahuku dengan santai, seakan hal itu sudah biasa baginya.

Aku terkejut, kaku, tak tahu apa yang harus aku lakukan. Terdiam bingung dengan keadaan nya yang tak biasa ini.

Yang bisa aku lakukan sekarang hanyalah membiarkannya dan terus berjalan di jalan ini bersamanya, sampai di ujung sana.

Dan aku takut sekaligus gembira dengan hal ini.

3 Juli 2016 - Ketika malam, Di antara Langit dan Ilalang.

  • view 177