Sebuah Catatan Kecil Untuk Cinta

Catatan Ilalang
Karya Catatan Ilalang Kategori Lainnya
dipublikasikan 17 April 2016
Sebuah Catatan Kecil Untuk Cinta

Hi Cinta, selamat malam … Apa kabar mu hari ini?


Maaf aku tak mendatangi mu ataupun memberi kabar akan diriku kepadamu belakangan ini ...

Bukan berarti aku melupakanmu atau membenci dirimu, hanya saja aku butuh waktu untuk menenangkan diri dan hati ini ...

 

Maaf, sekali lagi maaf atas keegoisanku ini … Sungguh bukan maksud hati untuk menyakiti atau membuatmu sedih...

Tapi aku butuh kelana untuk mencari lagi arti dari diriku, arti dari dirimu dan arti dari kita …

 

Hanya untuk lebih memahami dan memaknai perkara hati tentang dirimu, untuk mengenalmu lebih dalam lagi...

 

Tapi tenanglah, percayalah … aku akan segera kembali padamu, merengkuhmu erat dalam pelukku dengan rengkuh yang lebih erat di sampingku ..

Aku akan segera kembali untuk duduk bercerita tentang debar tualangku yang saat ini aku lakukan...

 

Ah, sungguh banyak yang ingin aku utarakan padamu setelah patah yang kemarin … banyak perasan yang ingin tertumpah dan ingin kutumpahkan pada dirimu setelah rapuh yang kemarin ….

 

Ingin rasanya saat ini aku berbaring pada pangkuanmu dan mencurahkan segalanya … Tapi mungkin takdirNya masih ingin mengajarkan kita sesuatu...

Sesuatu yang mungkin akan kita hargai suatu saat nanti...

 

Sampai saat itu tiba .. tolong jaga harapanmu agar tak rapuh ataupun patah hancur karena kejadian kemarin...

 

Sungguh aku pun masih merasa bersalah karena hal kemarin .. Sesuatu yang tidak kita siapkan ataupun pikiran untuk terjadi. Tapi sudahlah, takdirNya sungguh kejam, tapi apa daya kita? Kita hanya makhluk yang dipermainkan dalam jemari takdirNya …

 

Dan untuk saat ini mari tersenyum dan tertawa menikmati semuanya ...  Mari menertawakan kebodohan diri dan semuanya, karena mungkin air mata sudah kering tertumpah di malam-malam ketika kita jatuh bersujud pada kuasaNya ..

 

Ah mungkin itu akan terdengar tawar, tak renyah seperti kemarin ketika kita masih akrab bercengkerama dalam lelucon-lelucon garing yang tak lucu...

 

Tapi … mari tertawa … Mari menertawakan diri kita ini, menertawakan keadaan kita ini, karena sedih sekali lagi sudah menjadi tawar yang tak lagi manis untuk dikecup dan dirasai ..

 

Ah kurasa sudah cukup curahan hatiku malam ini … malam sudah semakin larut dan sudah waktunya marebahkan diri, bersyukur untuk hari ini dan juga tualangku yang mengasyikkan belakangan ini …

 

Oh ya, sudahkah aku ceritakan pertemuanku dengan hujan, angin dan matahari di bukit ilalang sana? Sepertinya belum … Mungkin di lain waktu akan aku ceritakan bagaiman kami bertemu dan bercerita tantang engkau...

 

Malam ini aku hanya ingin menyapamu sejenak sebelum lelapku, hanya untuk mengatakan bahwa aku merindukanmu malam ini … Mencurahkan semuanya dalam tulisan ini, semoga ia nya menjumpai engkau dalam keadaan yang sehat dan berbahagia...


Sebelum aku tutup ceritaku, pesanku, cerialah … jagalah harapanmu dalam kerendahan hati dan peliharalah rindumu agar tak tawar di makan waktu …

 

Sungguh, aku akan kembali dengan segala apa yang ada pada diriku …

Dan sampai saat itu tiba … mari saling memeluk lewat angin...

 

Salam sayangku untukmu, Cinta.