Tentang Aku dan Kamu yang Belum Ditakdirkan Bersama

Catatan Kecilku
Karya Catatan Kecilku  Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 17 April 2017
Tentang Aku dan Kamu yang Belum Ditakdirkan Bersama

Saat ini aku merasakan kehilangan. Kehilangan sosok kakak yang amat sayang dengan adiknya, sosok sahabat yang selalu setia ada bersama, seseorang yang selalu sabar menasihati, sekaligus seseorang yang aku sayangi selama beberapa waktu ini hingga nanti. Kehilangan semuanya dalam diri seseorang dalam satu waktu, setegar apapun orang yang kehilangan itu, pasti tak akan pernah bisa untuk tidak menangis. Begitu pun denganku. Sekeras apapun aku berusaha mengalihkan semua kehilangan itu, tapi tetap saja, di dalam semua kondisi dan keadaan, di saat aku mengingat sedikit saja kenangan bersamamu, dengan begitu mudahnya air mataku akan mengalir, tanpa peduli bahwa si pemilik air mata itu sebenarnya tak pernah memberikan ijin untuk itu.

Kamu -yang beberapa waktu ini mampu menciptakan kenangan bagiku-, akan menempuh kehidupan barumu bersama seseorang terbaik yang dipilihkan Tuhan untukmu. Bukan aku, tetapi orang lain. Namun aku akan ikut berbahagia untuk itu, karena kehidupan yang akan dijalani olehmu adalah kehidupan terbaik yang dipilihkan Tuhan untuk orang baik sepertimu. Dan itu janji Tuhan bahwa laki-laki yang baik akan bersama dengan perempuan yang baik. Dan hanya Tuhan yang Mahatau atas semua kebaikan untuk hamba-Nya, karena ketika sesuatu yang menurut kita adalah yang terbaik, ternyata belum tentu menurut Tuhan.

Jodoh. Adalah sebuah misteri yang selama ini banyak membuat hati manusia terluka. Ketika seseorang yang diinginkan untuk hidup bersama, tapi ternyata seseorang itu bukanlah jodohnya, maka tidak ada yang dapat dilakukan oleh manusia, karena jodoh telah ditentukan oleh Tuhan bahkan sejak sebelum manusia itu ada di bumi.

Ketika seseorang menentukan kriteria untuk orang yang akan mendampinginya, maka berusahalah untuk memantaskan diri terlebih dulu. Bukan hanya berangan-angan saja menginginkan seseorang yang baik, sabar, pengertian, dan lain-lain, tapi tak pernah berusaha untuk memantaskan diri untuk itu. Mungkin itu yang terjadi padaku saat ini. Aku menginginkanmu yang memiliki banyak kelebihan dan yang terbaik, namun aku tak pernah berusaha menjadikan diriku lebih baik dari hari ke hari dan pantas mendampingimu. Sedangkan di luar sana, ada seseorang yang dengan sabar selalu menjadikan dirinya lebih baik dan memantaskan diri untukmu. Dan kemudian Tuhan menjadikan seseorang itu pendamping untukmu. Semua itu sempurna, bukan? Bahwa yang selalu berusaha menjadi terbaik akan selalu akan mendapatkan yang terbaik. Dan aku seharusnya sadar akan itu, kemudian belajar untuk menjadikan diriku lebih baik lagi, dengan berharap suatu saat akan diberikan yang terbaik pula.

Untuk kamu yang tak lama lagi akan menyandang gelar suami seorang wanita yang baik, selalu berusahalah untuk menjadi pasangan yang baik dan selalu berusaha tak pernah menyakiti sedikitpun perasaan dari wanita baikmu itu. Tumbuhkanlah perasaan cintamu hanya untuknya dan seiring waktu matikanlah perasaanmu untukku. Biarkanlah yang tersisa hanya kenangan saja. Kenangan yang berbentuk cerita, bukanlah kenangan yang berbentuk perasaan yang tertinggal. Berbahagialah kamu dengan kehidupan barumu dan aku pun akan berbahagia dengan kehidupanku. Jika Tuhan menciptakan takdir untuk kita bersama, maka suatu saat nanti kita akan bersama, tanpa perlu menyakiti perasaan kita dan perasaan jodoh yang ditentukan Tuhan untuk kita. Karena aku ingin bahagia denganmu dengan cara seperti itu. 

 

Aceh, 17 April 2017

Aku yang selalu mendoakan yang terbaik untukmu dan yang masih berharap Tuhan menciptakan takdir untuk kita bersama suatu saat nanti :)

 

  • view 142