Kepada Kalian Sang Pemilik Mimpi

Catatan Kecilku
Karya Catatan Kecilku  Kategori Motivasi
dipublikasikan 07 April 2016
Kepada Kalian Sang Pemilik Mimpi

Mimpi?


Siapa yang tak pernah mendengarnya. Siapa pula yang tak pernah memilikinya. Siapa pula juga yang tak pernah terluka dan berkorban untuk mewujudkannya.


Setiap makhluk-Nya yang benyawa pasti memiliki mimpi yang mengalir di setiap silabus-silabus pengatur kehidupan. Sadar maupun tak sadar. Tua dan muda, kecil dan besar, sehat dan sakit. Tanpa terkecuali dan tanpa ada yang mengecualikan, kecuali Pemilik Makhluk yang Bermimpi.


Di setiap helaan nafas yang disadari, pasti selalu ada usaha tanpa batas untuk mencapai mimpi-mimpi itu. Dan setiap mimpi itu pasti sama, membutuhkan usaha, membutuhkan buliran keringat, membutuhkan waktu, membutuhkan air mata. Dan yang tak kalah pentingnya, membutuhkan pengorbanan hidup dari sang pemimpi. Yang membedakan hanyalah kualitas usaha dan keselarasannya dengan kehendak Sang Pengatur Segalanya.


Mimpi adalah salah satu yang menyatakan bahwa makhluk-Nya itu hidup. Bernyawa. Bernafas. Dan berusaha. Betapa sempurnanya Sang Pencipta mendesain makhluk-Nya. Karena tanpa mimpi, manusia hanyalah segumpalan darah dan segenggam daging yang tak punya pengharapan dan usaha.


Satu orang tak akan berbeda dengan orang yang lain. Terlahir dengan mimpi-mimpi indah yang hendak dirangkai di masa depan. Langkah demi langkah yang harus ditempuh telah dicatatkan oleh sang pemilik mimpi dengan rapi tanpa ada yang tercecer di tempat penyimpanan tanpa batas yang telah diciptakan-Nya.


Mimpi itu bukan hanya satu. Bukan pula hanya dua. Dan bukan pula hanya tiga. Namun ada berpuluh-puluh mimpi yang hadir. Bahkan kadangkala, sang pemilik mimpi pun tak berkemampuan untuk membatasinya. Tak mampu menepis mimpi yang terlanjur mengetuk pintu pengatur kehidupan.
Namun kita semua tahu pasti, dengan segala keterbatasan dan ketidaksempurnaan serta ketidakselarasan dengan kehendak-Nya, kita takkan mampu mencapai puluhan mimpi-mimpi itu, namun mungkin.


Fokus kepada beberapa mimpi besar saja akan membuat kita lebih baik. Namun bagiku, tak pernah ada keinginan untuk membuang mimpi-mimpi kecil ku yang lainnya. Dan aku takkan pernah melakukannya, takkan pula pernah menghilangkannya dari silabus-silabus pengatur kehidupanku. Takkan pernah. Aku hanya akan menaruhnya di bagian yang lain dari tempat penyimpanan tanpa batas itu untuk sementara waktu. Agar suatu hari nanti, ketika rindu dengan mimpi-mimpi itu, aku dapat menghadirkan dan menghidupkannya kembali.


Satu kali. Dua kali. Tiga kali. Puluhan kali kita akan terjatuh, bahkan terjerembab tanpa ampun untuk meraih mimpi-mimpi itu. Luka sayatan kecil hingga luka menganga besar pernah sama-sama kita alami. Sakit? Pasti. Dan tak usah ditanya kepada sang pemimpi itu seberapa sakitnya luka itu. Bahkan kata menyerah pasti pernah terlintas begitu saja ketika kita tenggelam dengan kesedihan-kesedihan yang kita ciptakan dan persilakan mengisinya.


Namun ketika kita sadar bahwa kesedihan yang telah diciptakan tak berarti apa-apa, kita harus mampu bangkit. Bangkit untuk memberikan obat bagi luka itu dan menciptakan kebahagiaan yang akan membawa kita terus berjuang meraih mimpi-mimpi yang lain.
Aku tahu benar, selama masih ada keyakinan keberhasilan tumbuh dalam diri dan kita tanamkan pada alam bawah sadar kita, maka kegagalan buat kita hanyalah sebutir debu. Debu yang tak lama akan terseka oleh angin dan digantikan dengan yang lebih baik oleh waktu.


Namun aku juga tahu benar dan tak pernah memungkir bahwa ketika gagal dan mengalami luka dalam mencapai mimpi terbesar dalam hidup, maka luka dan kegagalan itu akan sulit disembuhkan oleh waktu dan diseka oleh angin. Meskipun luka itu akan membekas nantinya, namun cukuplah dengan mengering saja, sudah akan membuat kita tak punya alasan untuk bangkit kembali. Dan ketidaksembuhan akan luka yang satu, bukan berarti tidak bisa melanjutkan perjalanan yang lain, bukan?


Sembuhkanlah luka-luka yang telah membuat diri kita sakit. Dan teruslah bermimpi. Karena sesungguhnya mimpi itulah yang membuat kita hidup! Aku, kamu, dan kita semua berhak untuk bermimpi dan meraih mimpi itu, meskipun dengan penuh perjalanan panjang yang penuh luka.

  • view 112