BAI LILIN DAN BAI TANAH

katrina mauk
Karya katrina mauk Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 29 Januari 2018
BAI LILIN DAN BAI TANAH

BAI LILIN DAN BAI TANAH

Oleh : Katrina Mauk


Di salah satu perkampungan yang di kenal dengan Bai lilin dan Bai rafuak.setiap hari mereka selalu baku ajak untuk pergi mandi di kali,sesudah tiba di kali Bai lilin sengaja meninggalkan Bai rafuak untuk pergi buang air tiba di tempat tujuan dia tidak menuju kamar mandi tetapi dia terus untuk meninggalkan bai rafuak dan Bai rafuak duduk diam di atas batu sambil menunggu kepergian Bai lilin ketika sudah senja hari Bai lilin pun tidak sempat pulang,dan Bai rafuak juga merasa gelisah karena kesendirian dan Bai rafuak juga meninggal tempat yang dia tedu setelah dia tiba di rumah semua pada tanya tapi dia tidak berkata apa-apa hanya diam membisu dan air mata yang menetes dengan kepergian sahabatnya tanpa sepengatahuan.keesokan harinya semua keluarga sudah berkumpul di rumahnya bai lilin untuk berbincang-bincang tentang kepergian anaknya,kelihatan sudah sore dan matahari terbenam tiba-tiba Bai lilin juga muncul semua pada kaget dengan kedatangan dia dengan selamat kedua orang tua dia merasa terharu dan memeluk dia sambil menangis keesokan harinya pekerjaan mereka dua sama hanya baku ajak untuk pergi kali dan mereka dua dengan senang hati dalam perjalanan dari rumah menuju kali setelah tiba di kali hanya ada mereka selalu baku dorong untuk turun duluan ke kali.kemudian ayah dari bei rafuak itu seorang gembala sapi setiap hari selalu menuju kandang untuk mengeluarkan sapinya sedangkan anaknya tidak peduli dengan begitu teriknya panas matahari untuk mengerjakannya seorang ayah.
Saat siang hari ayahnya pulang dengan membawah banyak sekali rumput untuk di kasih makan sapi peliharanya dan lama-kelamaan ayahnya terjatuh sakit dan meninggal mulai dari situ bai rafuak jhu akan sadar sendiri dengan kelakuan yang selama ini dia lakukan dan dia memeluk ibunya dengan tetesan air mata bahwa selama ini dia tidak bantu ayahnya tetapi setiap hari mereka dua bai lilin selalu baku ajak pergi kali. Mulai dari situ dia akan berusaha untuk bantu ibunya untuk mengumpulkan koran-koran bekas yang di bawah sungai,membukanya lembar demi lembar mengeringkannya di bawah terik matahari di atas batu karang yang membentang dan setelah kering ibunya membacakan isi koran untuk bai rafuak dengan suara yang keras.lama-kelamaan bai rafuak juga rasa tertekan dan pergi ke kali duduk diam membisu di atas batu sambil menghayati apa nasib dia untuk kedepanya tanpa sadar bai lilin akan muncul di sampinya mereka dua duduk sambil diskusi tentang orang tua mereka, ketika mataharipun terbenam bai rafuak dan bai lilin berangkat ke rumah masing masing dalam perjalanan mereka dua selalu bahas untuk kegiatan besok tapi apa dayanya bai rafuak juga ikut senang hati untuk pergi ke kali kembali untuk melakukan hal yang sama pagi-pagi buta bai lilin juga sudah menunggu di depan pintu mereka dua langsung bangun jalan tidak beritau ibunya untuk kepergian mereka, sudah kesiangan ibunya bai rafuak bangun dari tempat tidur dan dia menuju kamarnya tapi hanya ada bantal dan kain yang berantakan di tempat tidur ibunya juga langsung bangun jalan untuk mencari bekas koran agar bisa di jual untuk beli makan dalam setiap hari.
Ayah bai rafuak :nak suatu saat nanti kamu akan sekolah baik-baik agar bisa jadi orang
Yang berguna?

Ibu bai rafuak : tetapi bagaimana caranya agar kita menyekolahkan dia sedangkan
Saya saja Mengumpulkan berkas koran untuk di jual dan kamu
Seorang gembala sapi apa sanggup untuk biaya dia.

Ayah bai rafuak :dengan senang hati mengeluarkan suara yang lembut bagaimana
Caranya Kita harus menyekolahkan dia.

Bai rafuak : apa kata ayah dan ibu saya tidak terima saya selalu siap
melakukan Pekerjaan saya setiap hari pergi ke kali dan mandi

Ayah bai rafuak : tidak berkata apa-apa hanya air mata yang selalu menetes.

Ibu bai rafuak : bagaimana nak kamu bisa berkata begitu kamu tidak ingat jerih
payah Ayah kamu.

Bai rafua : hanya diam membisu.

setelah itu bai lilin dan bai rafuak juga melakukan kegiatan mereka setiap hari dan tidak peduli apa kata ayah dan ibunya mereka dua langsungh bangun jalan menuju kali dalam perjalan mereka dua selalu bahas untuk turun duluan di kali setelah mereka tiba di kali apa yang mereka buat hanya baku dorong yang ada lama-kelamaan mataharipun terbenam mereka dua tidak sempat mandi dan bai rafuak juga tidak tahan amarah dan bangun jalan tanpa sepengetahuan bai lilin.setelah tiba di rumah kedua orang tua bai lilin tanya pada bai rafuak karena anaknya sudah malam tetapi bagaimana sehingga dia belum datang bai rafuak juga tidak berkata apa-apa langsung menuju kamar tidur dengan emosi. Setelah itu kelihatan sudah tengah malam bai lilin muncul dengan rasa ketakutan dalam perjalanan sampai di rumah ibunya juga langsung memeluk dia dan menangis.bai lilin juga menuju kamar tidurnya pagi-pagi buta tanpa sadar bai rafuak sudah menunggu di depan pintunya untu ajak ketiga kalinya dan mereka dua akan baik kembali walaupun masalah seberat apapun tetapi mereka dua anggap hal sepeleh.setelah dari situ mereka langsung bangun jalan menuju kali dalam perjalanan mereka dua bahas hal yang sama tidak ada yang mengalah untuk yang satu setiba di kali mereka dua baku dorong dan bai lilin juga tidak mau mengalah untuk bai rafuak dan bai rafuak juga tidak mengalah untuk bai lilin matahari sudah panas tetapi mereka dua selalu mempertahan egonya masing-masing setelah itu baik rafuak juga tidak tahan emosi lalu mengeluarkan suara yang begitu keras dan bai lilin juga sudah takut dengan nada yang begitu kasar barusan di keluarkan dari bai rafuak,dan bai lilin dengan ketakutan. dan mereka dua tidak sempat mandi langsung pulang kembli ke rumahnya masing-masing setelah tiba di rumah bai rafuak menyesal dengan tingkah mereka setiap hari selalu urus dalam perjalan dari rumah menuju kali dengan begitu kecapaian tetapi tidak ada yang mau mengalah keesokan hari bai rafuak rasa mulai redah dan dia pergi untuk mengajak bai lilin untuk terakhir kalinya setelah itu bai lilin juga dengan senang hati dalam perjalanan mereka dua selalu cerita tertawa terbahak-bahak setelah tiba di kali mereka dua tidak berpikir untuk baku dorong lagi tetapi bai rafuak dengan sendirinya dan senang hati untuk lompat duluan ke kali..dan bai lilin juga duduk diam di atas batu dengan teriknya panas matahari tapi tidak merasa panas setelah itu bai rafuak juga tidak sadar kalau dia sudah hancur di dalam air.dan bai lilin juga tidak bahwa dia sedang berdiri di atas batu dan begitu panas dia sambil tertawa terbahak-bahak melihat kehancuran bai rafuak di dalam kali.dengan begitu senangnya dia tidak sadar bahwa dia juga sudah cair di atas batu yang begitu panas.

Akhirnya lenyaplah sudah mereka dua bai rafuak hancur karena air dan bai lilin cair di atas batu yang begitu teriknya panas matahari.inilah riwayat kisah hidup antara bai lilin dan bai Tanah.

 







 

  • view 39