POLITIK DAN UPAYA MELUMPUHKAN SISTEM KETUHANAN

AURORA
Karya AURORA  Kategori Politik
dipublikasikan 15 Maret 2016
POLITIK DAN UPAYA MELUMPUHKAN SISTEM KETUHANAN

Fenomena politik ibukota semakin memperlihatkan wajah aslinya, setelah dalam beberapa bulan kemarin sempat meredah akibat pengalihan oleh berbagai isu yang menyita perhatian masyarakat yang tak hanya berdomisili di Kota Jakarta.

Namun kali ini upaya demi upaya semakin dihalalkan untuk mejatuhkan lawan politik mereka masing-masing, entah apa yang mendasari permikiran mereka yang melakukan hal yang tak semestinya ini. Salah satu hal sensitive yang diangkat yakni menyangkut permasalahan latar belakang ?Agama? salah satu tokoh penting ibukota, seakan mereka beramai-ramai ingin melumpuhkan system ?Ketuhanan? yang selama ini dijadikan dasar negara terkhusus pada sila pertama Pancasila ?Ketuhanan Yang Maha Esa?.

Indonesia sejatinya adalah rumah untuk orang beragama, bukan hanya milik Islam, Protestan, Katolik, Hindu, Budha dan agama lainnya, Indonesia adalah rumah dari keberagaman entah itu etnis, budaya dan agama sekalipun. Namun dapat dilihat sendiri betapa politik menghancurkan cara berfikir mereka, bagaimana politik layaknya penyakit akut yang menggerogoti setiap sendi dalam diri mereka yang menjadikan mereka tak mampu lagi berfikir yang rasional dan logis.

Pada salah beberapa postingan netizen di salah satu? media social mereka bahkan saling meneriakan kata-kata ?Kafir? untuk lawan politiknya, layaknya predikat hamba yang ingin menjadikan dirinya sebagai Tuhan dan menjustice orang lain dengan kata yang bermakna negative, Yah itulah politik yang dikatakan oleh Aktifis Indonesia Soe Hok Gie sebagai ?Kotoran yang paling kotor?, politik membuat seseorang semakin nekat atas persentasi kemungkinan yang sangat tipis untuk menjadi yang terjaya dimasanya.

Lagi-lagi politik mempertontonkan wajah kelam dibalik topeng-topeng yang merasa dirinya yang paling hebat secara kualitas dan kuantitas, dan kali ini sungguh luar biasa bahkan atas nama politik mereka mencoba melumpuhkan inci demi inci system ketuhanan yang diwariskan oleh mereka sang pencetus dasar negara.

Ini masihlah awal dengan system ketuhanan sebagai korbannya, mungkin hari, minggu atau bulan berikutnya akan hadir lagi kata-kata hebat yang keluar dari mereka para politisi Ibu kota selain kata ?kafir? yang terayun indah kepada lawan politiknya.

Indonesia sedang terluka dengan apa yang kalian perbuat, Indonesia seakan diinjak-injak pada bagian terbawahnya (dasar negara), Sistem ketuhanan layaknya lelucon yang dijadikan senjata ampuh untuk mempengaruhi masyarakat atas nama jabatan.

Memprihatinkan adalah kata yang mampu mewakili tingkah mereka para politisi negeri ini.

  • view 87