KONTEKS MAHASISWA DALAM PROBLEM KEILMIAHAN

AURORA
Karya AURORA  Kategori Tokoh
dipublikasikan 05 Maret 2016
KONTEKS MAHASISWA DALAM PROBLEM KEILMIAHAN

Sebagai insan cendekia, semestinya mahasiswa mulai membiasakan diri untuk berfikir kritis dan ilmiah, sebagai jawaban atas kritikan yang berkembang bahwa mahasiswa sudah mulai luntur dan meninggalkan kultur akademik yang terbiasa melakukan riset dan penelitian yang bersifat lebih kontributif. Berfikir kritis dan ilmiah bagi mahasiswa bisa dimulai dengan melakukan otokritik dalam bentuk pertanyaan dan perenungan tentang; Bagaimana pengetahuan itu muncul dalam diri manusia, bagaimana kehidupan intelektual itu tercipta, dan darimana sumber pemikiran dan pengetahuan tersebut lahir. Selain itu, berfikir kritis juga bisa dengan menggunakan 3 pola pemikiran; yaitu ontologi (tentang apa) epistimologi (tentang bagaimana), dan aksiologi (tentang untuk apa).

Selain itu, sebagai insan cendekia, mahasiswa juga harus sudah mulai menguasai berbagai macam dan unsur ilmu pengetahuan. Paling tidak minimal 4 unsur utama, yakni; unsur substansi; informasi, dan metodologi, kontributif.

Unsur substansi dikenal dengan subyek (material dan formal) atau subject matter suatu disiplin ilmu. Sedangkan unsur informasi merupakan isi tuturan pemahaman dan penjelasan yang bersifat abstrak tentang unsur substansi itu, baik yang dapat diamati (observable) dan diukur (measurrable) maupun yang tidak dapat diamati dan diukur. Sementara itu, unsur metodologi merupakan cara kerja yang ?mengotak-ngatik? unsur substansi dan unsur informasi dengan menggunakan cara berpikir dan cara kerja tertentu, yang secara umum dikenal sebagai metode ilmiah dan yang paling penting adalah unsure kontributif yakni bagaimana pemikiran kritis tersebut menciptakan hal baru yang berkontribusi bagi kehidupan masyarakat.

Seiring dengan uraian diatas, mahasiswa/i seyogyanya memiliki wawasan, akademik dan kompetitif yang mumpuni dengan cara antara lain, Pertama, menguasai materi ?ajar dengan baik bahkan lengkap dengan nomenklaturnya, makin kaya materi yang dikuasai makin baik. Namun memiliki kekayaan materi ilmiah saja tidak cukup harus ditopang dengan kemampuan metodologi pengembangan dan mengamalkan ide-ide atau gagasan-gagasan lainnya. Kedua, kuat metodologis, ?bobot ilmu adalah justeru terletak proses metodeloginya dan bukan semata-mata kuat materinya, orang yang kuat akan materi justeru akan mengetahui dan mampu mencari kekurangan materi ilmiah yang dibutuhkan. Tidak hanya ?itu sikap mahasiswa dan mahasiswi terhadap kompetensi dasar yang wajib atau mutlak harus dimiliki terdiri atas: integritas (integrity), kepemimpinan (leadership), perencanaan dan pengorganisasian (planing and organizing), kerjasama (collaboration), fleksibilitas (flexibility). Dan yang selanjutnya adalah kompetitif yang merupakan hal yag dapat dilakukan untuk mengukur lebih jauh kemampuan atas individu mahasiswa tersebut.

Dalam dekade terakhir, situasi telah membaik secara dramatis dengan popularitas yang muncul dari pengalaman penelitian untuk mahasiswa. Namun, tiga bagian yang paling penting dari perusahaan ilmiah yakni komunikasi gagasan, peer review, dan proses publikasi. Ketiga hal tersebut seakan punah untuk kalangan Mahasiswa khususnya di Indonesia.

Jika mahasiswa yang menjadi anggota sukses dari komunitas ilmiah, mereka harus benar-benar siap sebagai komunikator sains, baik itu menjadi peneliti akhirnya, penulis ilmu pengetahuan atau pembuat kebijakan.

Sains menyediakan dasar, informasi fungsional yang diperlukan untuk hidup di dunia sekarang ini. Kemampuan ilmu jurnalistik untuk mempengaruhi persepsi publik ilmu pengetahuan. Kemampuan ilmuwan dan penulis sains dengan jelas mengkomunikasikan fakta-fakta dan implikasi dari terobosan ilmiah sering sangat berat pada keputusan yang dibuat oleh kelompok-kelompok kepentingan umum dan pemerintah.

Jadilah Mahasiswa yang mampu memikul tanggung jawab akan gelar yang tertera di depan atau belakang nama kalian. Hal tersebut bukanlah hiasan, tetapi bagaimana kalian membuat sebuah terobosan ilmiah atau inovasi yang mampu menjadikan diri kalian tak lekas hilang dari pusaran sejarah bangsa ini.

Salam Ilmiah dan Salam Ilmuwan Muda.

  • view 181